Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 28


__ADS_3

Riana yang sudah rapih dengan dress panjang selutut dan juga Rendra yang terlihat tampan dan muda dengan setelan jas warna hitamnya, siap untuk menghadiri wisuda anak pertamanya. Ana juga yang sudah cantik dengan dress-nya sedang sibuk merapihkan jas sang kekasih. Semua sudah siap untuk menghadiri wisuda akbar yang diselenggarakan di kampus.


Para keluarga juga sudah bersiap untuk pergi, menyaksikan cucu pertama dari keluarga Wicaksono melepas jenjang kuliahnya. Riana tampak sedih, dia masih duduk di atas kasurnya sambil menatap foto keluarga yang ada di tangannya. Dia mengusap wajah cerah kedua mertuanya yang sudah dia anggap orang tuanya sendiri.


...'Ibu, ayah! Alaric sekarang sudah besar. Tidak terasa hari ini dia wisuda. Dan sebentar lagi, sesuai amanat kalian, dia akan meneruskan perusahaan keluarga. Andaikan kalian masih disini, maka lengkap sudah kebahagiaanku. Ibu, ayah! semoga di atas sana kalian merasakan kebahagiaan seperti yang aku rasakan ya! Kebahagiaan hidupku sangat lengkap karena kalian berdua, gumam Riana sambil meneteskan air matanya.'...


Semua orang menunggu Riana yang belum saja keluar dari kamarnya. Karena waktu yang sudah mepet, Rendra pun menyusul sang istri. Saat masuk ke dalam kamar, Rendra kaget melihat istrinya yang sedang menangis. Dia pun bergegas menghampiri istrinya.


“Sayang, ada apa?” tanyanya cemas sambil duduk disebelahnya dan menggenggam tangannya. Melihat foto yang da di pangkuan istrinya, Rendra langsung tahu kenapa istrinya menangis. Dia menarik tubuh istrinya masuk ke dalam pelukannya.


“... Sayang, aku tahu kamu sangat sedih. Tapi, ini adalah hari bahagia untuk keluarga kita. Ibu dan Ayah di sana juga akan merasa sangat bahagia. Lihatlah senyum anak-anak kita, yang sudah berlalu biarlah berlalu.” Riana mengangguk, dia menyambut pelukan sang suami dan memeluknya dengan erat.


“Aku kangen orang tua kita, Yah,” ucapnya.


“Aku juga, Sayang. Udah jam segini, anak-anak udah pada nungguin kamu dari tadi. Kita berangkat yuk!” Riana tersenyum mengangguk.


Sampai di kampus, keluarga besar mereka sudah menunggu di parkiran. Mereka saling menyapa dan akhirnya masuk ke dalam gedung tempat dilaksanakannya wisuda. Para keluarga hanya bisa menyaksikan lewat layar yang disediakan oleh kampus, karena hanya kedua orang tua saja yang bisa menemani Alaric untuk masuk ke dalam.


Kebahagiaan Riana dan Rendra semakin bertambah dimana Alaric menjadi salah satu mahasiswa terbaik dengan IPK yang tinggi. Semua orang yang berada di ruangan itu terpana saat cucu pertama dari keluarga Wicaksono itu naik ke atas panggung. Wajahnya yang tampan juga otaknya yang pintar membuat semua orang merasa iri dengannya. Suara tepukan tangan ramaikan seisi gedung, dimana Alaric menerima penghargaan.


“Ga nyangka ponakan gue pinter juga,” ucap Eki saat ketiganya keluar dari gedung.


“Gimana aja bapaknya,” timpal Rendra sambil menyombongkan dirinya.


“Iya-iya pinter godain cewek-cewek kampus dulu,” candanya balik, semua orang tertawa kecuali Riana yang menatap sinis ke arah suaminya. Rendra yang sadar langsung tersenyum memelas pada sang istri.


“Ga Sayang, Eki ngaco. Aku orangnya ga pernah deketin cewek, tapi aku yang di deketin,” canda Rendra. Riana semakin kesal dan mencubit perut suaminya. Semua yg menyaksikan keduanya hanya tertawa puas melihatnya.


“Sudah siang nih, cacing udah manggil-manggil. Bagaimana kita langsung aja ke TKP? Pihak resto bilang semua sudah siap,” ucap Didit dan mereka semua pun menyetujuinya.


Seluruh keluarga pun menuju ke rumah makan seafood yang besar di kawasan Ancol. Sebelumnya Didit sudah reservasi tempat untuk hari ini. Sampai ditempat, keempat keluarga kecil itu pun menuju meja yang sudah dilengkapi dengan berbagai makanan hasil laut siap santap. Disuguhi pemandangan tepi pantai dan angin yang sepoi-sepoi.


“Bagaimana rencana pernikahan kalian?” tanya Sonia pada Salsa selesai mereka menyantap makanan.


“Lancar Tante. Tinggal sedikit lagi,” jawab Fauzi.


Selagi para orangtua membicarakan tentang pernikahan anak-anak mereka, para anak muda memilih untuk jalan-jalan di jembatan dekat pantai dan mengabadikan foto mereka.


“Bang, diem disana biar gue foto,” ucap Gibran. Alaric dan Ana pun bergaya saat Gibran mengeluarkan ponselnya untuk memotret keduanya.

__ADS_1




“Gimana?” Tanya Ana dan langsung mengambil ponsel Gibran.


“Cantik banget sih pacar abang,” ucap Alaric sambil mengusap rambut kekasihnya.


“Ganteng banget sih, pacarnya siapa ini?” goda Ana membuat keduanya saling bertatapan dan melemparkan senyuman.


“Astaga! Enek gue ngeliat lo berdua,” kesal Aulia diikuti tawa semuanya.


“Makanya De, jangan jomblo aja dong! Cari pacar sono!” canda Intan.


“Males gue, Kak. Orang yang gue suka ga peka-peka,” kesal Aulia sambil melirik sinis ke arah Krisna. Krisna yang mendengar perkataan dari gadis pujaan hatinya merasa panas seketika.


...Siapa sih yang bikin lo jatuh cinta, de? gumam Krisna....


“Cowok kaya gitu masih lo ngarepin, De. Kaya gitu mah buang aja ke laut sono,” canda Alaric yang ikut memanaskan suasana. Mereka semua tahu kedua insan itu saling menyukai, tapi keduanya sama-sama tidak peka dengan perasaan mereka sendiri.


“Maunya sih gitu, Bang. Tapi, gimana ya? Gue sayang banget sih. Manusia langka soalnya.” semua orang yang mendengar perkataan Aulia tertawa puas, kecuali Krisna yang hanya tersenyum jutek.


Setelah berbincang-bincang mengenai pernikahan Salsa dan rencana Alaric ke depannya, mereka pun kembali ke rumah masing-masing.


Matahari sudah lelah dan menenggelamkan dirinya. Hari sudah mulai gelap, Krisna yang sejak tadi tidak tenang dengan apa yang terjadi di Ancol, akhirnya mengikuti kata hatinya untuk menghampiri Aulia di rumahnya.


Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Krisna pun pergi ke kediaman Mahardika. Dia ingin memberikan kejutan kecil untuk pujaan hatinya. Sesampai di sana, Krisna melihat motor sport hitam yang tidak asing menurutnya. Perlahan dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Langkahnya terhenti seketika saat melihat lelaki yang selama ini berhasil membuat dirinya terbakar api cemburu.


“Abang!” ucap Aulia kaget saat melihat Krisna yang sedang berdiri di depan pintu. Aulia pun bergegas menghampiri Krisna sambil tersenyum bahagia.


“Ada apa, Bang?” wajah Krisna tampak judes dan kesal. Ingin rasanya dia marah dan mengutarakan pada Aulia kalau saat ini dirinya sedang cemburu. Tapi, dia hanya bisa menahan itu semua, toh dia bukan siapa-siapa Aulia, pikirnya.


“Gibran ada?” tanyanya. Senyum Aulia menipis seketika saat mendengarnya. Hatinya terlalu bahagia dan yakin kalau Krisna datang untuk dirinya. Tapi, nyatanya Krisna hanya mencari abangnya. Begitulah yang Aulia pikirkan tanpa tahu tujuan Krisna datang ke sana sebenarnya hanya untuk dirinya.


“Ada di kamarnya, masuk aja!” jawab Aulia dan kembali ke tempat duduknya. Krisna masuk ke dalam tanpa melirik pada Aulia dan Reza yang sedang duduk di ruang tamu.


.


.

__ADS_1


.


.


.


~Bersambung~


Maaf baru UP lagi.


Jangan lupa Like, Komen dan vote yaa biar Author tambah semakin semangat.


Sambil menunggu karya Author, Author mau kasih rekomendasi novel-novel keren buat kalian cuzz baca ya!!


...Pena : Deni Marlina...


...Judul : OB Kerudung Biru...


...Pena : Zaenal Arifin...


...Judul : My Dad is Billionaire...


...Pena: Azmi1410...


...Judul : Budak Cinta Arletta...


...Pena : Pengembara Elite...


...Judul : Between Guns & Roses...


...Pena : Kenziki Kyozaki...


...Judul : Jerat...


...Pena : Din Din...


...Judul : Kan Ku Kejar Cintamu...


Happy Reading guys!!

__ADS_1


AKU PADAMU SEMUA ♥️♥️


__ADS_2