Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 27


__ADS_3

Empat bulan mengerjakan skripsi, akhirnya semua beres tanpa kekurangan sedikit pun. Hari ini Alaric akan bertempur dengan meja sidang yang akan menentukan masa depannya. Setelan kemeja putih dan celana hitam menjadi temannya untuk menjawab aneka pertanyaan.


“Ga usah grogi, Bang! Santai aja. Kalau kamu bikin skripsi kamu dengan hasil keringat sendiri, pasti kamu bisa menjawab semua pertanyaan,” ucap Rendra sambil merangkul anaknya.


“Yah, Bun! Doain abang ya!” keduanya tersenyum mengangguk.


“Sayang, tanpa diminta, doa bunda selalu menyertai kamu, Nak.” Alaric tersenyum dan langsung menghampiri Riana, memeluk dan mencium keningnya.


“Ya udah, sana berangkat! Nanti siang, ayah sama bunda sempetin datang ke kampus kamu.” Alaric mengangguk tersenyum. Ana yang sejak pagi sudah berada di rumah Alaric pun ikut pamit kepada kedua calon mertuanya.


Selama perjalanan Alaric terus menggenggam tangan Ana. Hawa dingin dan basah dari tangan Alaric menggambarkan kalau dirinya benar-benar grogi.


“Sayang, ada aku yang akan menemani kamu. Jangan grogi ya!” ucap Ana. Alaric melirik sedikit ke arah kekasihnya dan melemparkan senyuman manisnya. Hati Ana berdebar tiap kali melihat senyuman manis yang tergambar di wajahnya.


...Sudah lima bulan, tapi aku masih berdebar melihat kamu, Bang! gumamnya....


Sampai di kampus, para sahabat keduanya sudah menunggu mereka di taman kampus.


“Wow ... cakep banget nih abang gue,” ucap Krisna sambil tos ala mereka.


“Lo baru tahu gue cakep? Kemana aja?” canda Alaric.


“Nyesel gue ngomong,” ucap Krisna membuat semua orang tertawa.


Jam sudah menunjukan pukul 10.00. Mereka pun turut mengantarkan Alaric ke ruang sidang. Ana merapihkan kerah Alaric dan berbisik, “Semangat abang, Sayang.” Alaric tersenyum dan membelai lembut rambut Ana.


“Ehem ... masih pagi woy, jangan bikin yang jomblo iri,” sindir Krisna, dan lagi-lagi mereka semua tertawa.


“Alaric Zeroun Wicaksono.” namanya dipanggil untuk masuk ke ruang sidang. Semua teman-temannya memberikan semangat sambil mengepalkan kelima jari mereka.


Bukan hanya Alaric yang merasa deg-degan, tapi para saudara dan sahabatnya pun merasakan hal yang sama. Semua hanya terdiam menatap ruang sidang sambil bantu berdoa agar Alaric bisa menjawab semua pertanyaannya.


“Tahun depan giliran kita nih,” ucap Gibran pada Intan dan Krisna. Dan keduanya hanya mengangguk menjawabnya.


Ana juga merasa sangat khawatir. Dia menggenggam erat tangan Aulia sahabatnya. Tapi, Ana sangat yakin kalau kekasihnya adalah orang yang cerdas dan pasti bisa melewati semuanya.

__ADS_1


Setelah dua jam, akhirnya pintu pun terbuka. Terlihat wajah yang lesu Alaric Saat keluar dari sana. Dan pastinya itu menggambarkan kekecewaan pada para sahabatnya.


“Bro, bagaimana?” Tanya Gibran. Ana pun langsung menghampiri Alaric dan mengandeng tangannya.


“Huuft ... gue berhasil,” teriak Alaric sambil tersenyum. Semua yang ada disana pun ikut tersenyum. Satu persatu dari mereka memberikan rangakaian bunga dan ada juga yang memberikan rangkaian cemilan yang di susun seperti bunga.


“Terimakasih semuanya. Kalian adalah penyemangat aku,” ucap Alaric sambil merangkul kekasihnya.


Tidak lama, kedua orang tua Alaric datang dan pastinya mereka memberikan selamat pada anak sulung mereka. Rendra pun mengajak semuanya untuk makan siang bersama sekaligus merayakan berhasilnya sidang anaknya.


...********♥️♥️*******...


Gosip mengenai Salsa adalah anak direktur pemilik perusahaan pun tersebar, seiring dengan gosip pernikahannya. Semakin banyak yang tunduk merasa segan padanya. Padahal hal ini yang sangat tidak disukai oleh Salsa. Dia tidak ingin menjadi orang yang dispesialkan terlebih itu sebuah keterpaksaan.


Kabar yang tersebar membuat Salsa akhir-akhir ini sangat malas untuk makan dan istirahat di kantin. Karena, setiap kali dia ke sana membuat semua pandangan mata tertuju ke arahnya dan sambil berbisik tentang dirinya.


“Sayang, aku bawain makanan kesukaan kamu,” ucap Fauzi sambil membawa dua kantung makanan. Fauzi mengeluarkan satu persatu makanan siap saji yang sangat disukai oleh calon istrinya.


“Zi, aku lama-lama ga betah ada di kantor. Apa aku resign aja gitu ya? Terus jadi istri kamu yang hanya diam dan duduk manis di rumah. Gimana menurut kamu?” mendengar itu, Fauzi kaget dan menjatuhkan makanan yang di pegang olehnya.


“Kamu kenapa? Keberatan aku keluar kerja?” tanya Salsa sambil mengambil kotak makanan yang jatuh. Beruntungnya isinya tidak keluar jadi masih bisa untuk dimakan.


Fauzi menarik bangku Salsa hingga menghadap ke arah dirinya. Dia menggenggam erat tangan Salsa sambil sesekali menciumnya. Dan itu berhasil membuat Salsa binggung dengan tingkah laku kekasihnya.


“Sayang, mungkin apa yang kamu katakan tadi adalah jawaban dari setiap doa-doaku. Aku selalu berdoa agar kamu benar-benar jadi istri dan ibu dari anak-anakku seutuhnya. Aku sangat bahagia kamu benar-benar mau meninggalkan pekerjaanmu. Dan ini yang sangat ku inginkan sejak dahulu,” jelas Fauzi sambil terus mencium tangannya saking bahagianya.


“Nanti aku tidak mempunyai penghasilan. Dan aku punya banyak keinginan. Apa tidak apa-apa?” pertanyaan itu membuat Fauzi menatap tajam ke arahnya.


“Apa kamu tidak percaya aku sanggup menghidupi kamu?” tanya Fauzi dengan nada yang sedikit kesal.


“Bukan seperti itu, aku percaya. Tapi, aku merasa tidak enak kalau harus tergantung padamu.”


“Salsa, tergantung padaku itu adalah hak kamu. Aku janji akan membahagiakan kamu dan anak-anak kita kelak. Tidak peduli sebanyak apa keinginan kamu, aku akan berusaha untuk mengabulkan semuanya.” mendengar apa yang dikatakan Fauzi membuat Salsa tersenyum. Dia pun masuk ke dalam pelukan Fauzi, dan tidak terasa air matanya mengalir. Salsa tidak menyangka bisa mendapatkan laki-laki yang begitu sangat menyayangi dan mencintai dirinya.


“Sayang, kamu tidak akan pernah meninggalkan aku 'kan?” tanyanya dengan suara yang sangat pelan. Masih ada sedikit keraguan dalam hari Salsa tentang sebuah pernikahan.

__ADS_1


“Tidak akan pernah, Sayang. Mendapatkan dirimu sudah sangat menyusahkan hidupku. Masa aku harus meninggalkan apa yang sudah aku perjuangkan. Kamu adalah orang yang sangat berharga dalam hidupku. Tetaplah terus bersamaku, dan terimakasih, kamu sudah mau menerima aku dalam kehidupanmu.” Salsa hanya tersenyum dan semakin mempererat pelukan dirinya.


...Sayang, mencintaimu adalah bukti keseriusanku padamu...


...Menyayangimu adalah caraku untuk tetap bersamamu...


...Melindungi dirimu adalah bukti keseriusanku pada dirimu...


...Tetap terus bersamaku, dan aku akan memberikan seluruh hidupku untukmu...


...Terimakasih, Sayang! Kau sudah memberikan hatimu untukku. Akan ku jaga, hingga aku tak bisa mengeluarkan hembusan nafasku di dunia....


...Aku mencintaimu setulus hatiku ......


Bisik Fauzi dan kembali membuat Salsa meneteskan air matanya.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Terimakasih sudah mengikuti novel Istri Pilihan ibu. Semoga ceritanya tidak membuat kalian merasa bosan ya guys...


Jangan lupa Like dan spam komennya ya...


minta votenya juga biar Author semangat untuk UP tiap hari.


AKU PADAMU SEMUANYA ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2