Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 20


__ADS_3

Setelah membeli semua pesanan dari Riana, kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta ini pun langsung kembali ke villa. Selama perjalanan Alaric tidak pernah melepaskan genggaman tangannya. Bahkan saat mereka belanja, tangan Alaric tidak pernah lepas dari tangan kekasihnya.


Sampai di villa, Ana melepaskan genggaman Alaric saat keduanya hendak masuk ke dalam rumah.


“Kenapa?” tanya Alaric heran.


“Bang, sebaiknya kita seperti biasa saja di depan keluarga kamu, aku ga enak,” ucap Ana. Bukannya mendengarkan ucapan kekasihnya, Alaric tetap menggenggam tangannya sambil tersenyum melangkah ke dalam. Percuma saja Ana yang berusaha menarik tangannya, nyatanya tenaga Alaric lebih besar dari padanya. Dia pun hanya bisa pasrah.


Saat masuk ke dalam villa, semua mata tertuju pada keduanya. Ana sejak tadi hanya tertunduk malu, dan tidak berani menatap sekitarnya.


“Ciee ... Abang udah pegang-pegang aja nih,” goda Aulia menghampiri dan langsung merangkul sahabatnya.


“Jangan malu, An, semua udah tahu perasaan abang sama lo, jadi mereka pasti senang. Iya ga, Bun?” Riana tersenyum dan menghampiri Ana yang masih diam tertunduk.


“Iya ... dan bunda sangat merasa bahagia kalau memang kalian sudah mempunyai hubungan. Gimana, Bang? Sudah?” pertanyaan yang membuat Ana semakin malu. Dia semakin merasa tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga yang sangat harmonis, tidak seperti dirinya yang hanya sebatang kara.


“Sudah dong, bun. Abang 'kan mau ngasih mantu buat bunda,” ucapnya mengundang tawa semua orang. Suasana sangat ramai dengan selamat atas hubungan keduanya.


Hari sudah mulai gelap, para wanita mulai menyiapkan untuk makan malam. Sedangkan para pria yang sudah menunggu di pinggir kolam sambil bercengkrama.


“An, nanti malam lo wajib cerita sama gue bagaimana lo bisa jadian sama Bang Al, ” goda Aulia sambil berbisik.


“Hus ... gue malu, jangan ngomongin itu dulu napa!” kesal Ana.


Setelah semua makanan siap, mereka membawa makanan ke tempat para pria sudah berkumpul. Melihat kekasihnya membawa makanan dengan cepat Alaric menghampirinya dan mengambil alih sepiring makanan itu. Riana yang melihat anak lelakinya tersenyum bangga. Ini pertama kalinya dia melihat Alaric yang sangat peduli sekali dengan wanita.


Semua orang memperhatikan Alaric yang terus saja menaruh perhatian untuk kekasihnya. Tidak ada yang menyangka kalau Alaric bisa selembut itu dengan wanita. Karena memang dia benar-benar lelaki yang sangat cuek dan dingin sebelumnya.


Selesai menikmati makanan, Fauzi yang sudah mendapatkan restu dari kedua keluarga Salsa ingin melamar kekasihnya. Memang sebelum berangkat ke villa, Fauzi terlebih dahulu meminta izin pada Rendra dan Riana setelah tu Desi dan Didit untuk meminang anak mereka. Mendapat lamaran dari sang calon menantu tentu membuat kedua keluarga ini sangat senang dan menyetujuinya. Ini dia lakukan tanpa sepengetahuan Salsa, karena dia ingin membuat surprise untuk kekasihnya.


Setelah para wanita membereskan kembali sisa makan malam, Fauzi memberi tanda pada Gibran, Alaric, Krisna dan Arez yang sebelumnya juga dimintai tolong olehnya. Keempat lelaki itu dengan sigap mengambil persiapan yang sebelumnya ditaruh di mobil Alaric untuk kejutan kecil Salsa.

__ADS_1


Para gadis juga ikut membantu lamaran Fauzi. Mereka mengalihkan Salsa sementara untuk masuk ke dalam kamar, dengan alasan Ana ingin menceritakan hubungannya dengan Alaric. Sebenarnya Ana tidak mau dirinya menjadi pancingan Salsa untuk masuk ke dalam kamar, karena dia malu menceritakan kisahnya. Tapi saat makan malam tadi, Alaric berbisik dan memohon pada kekasihnya. Ana pun menyetujui rencana yang sudah di buat oleh Fauzi.


Kejutan sederhana yang dihias di pinggir kolam renang. Rangkaian bunga mawar merah yang baru saja datang melengkapi kejutan malam itu. Lampu kelap-kelip yang sengaja dibawa oleh Fauzi, ditata oleh keempat calon adik lelakinya. Kurang lebih satu jam mereka menata kejutan kecil itu, tentunya dibantu oleh para orang tua.


Saat semua persiapan sudah oke, Fauzi bergegas mengganti pakaiannya dengan sedikit formal. Dia memakai jas hitam dengan ditemani kaos putih didalamnya. Berdiri di depan kolam renang sambil memegang seikat mawar merah, bunga kesukaan Salsa.


Desi menghampiri para gadis yang sedang asik mengobrol.


“Kayanya seru banget nih,” ucap Desi bergabung masuk ke dalam kamar.


“Ibu, sini gabung!” ajak Desi sambil merangkul lengannya.


“Kak, ibu beliin baju dress buat kamu, cobain deh.” Desi menyerahkan paper bag yang ada ditangannya. Salsa merasa heran dengan titah sang ibu.


“Ibu lupa kasih kamu kemaren. Ini ibu beli waktu ibu lagi belanja. Ibu liat dress ini bagus dan kayanya bakal kelihatan anggun kalau kamu memakainya. Cobain dulu.” Salsa pun mengambil paper bag dari tangan ibunya. Dia berjalan masuk ke kamar mandi dengan hati yang masih bertanya-tanya.


“Bu, gimana persiapannya?” tanya Aulia.


”Beres semua. Kalian juga siap-siap buat merekam momen langka ini ya.”


Saat keluar dari kamar mandi, semua menatap Salsa kagum. Salsa benar-benar sangat anggun menggunakan Dress berwarna peach selutut dengan motif bunga-bunga. Salsa memang sangat jarang sekali menggunakan mini dress seperti itu, karena memang jujur dia tidak terlalu menyukainya.


“Wah ... ga salah pilihan ibu, baju ini sangat cocok sama kamu. Sini liat deh!” Desi merangkul bahu Salsa dan mengajaknya berjalan ke depan meja rias.


“Bu, apa baju ini tidak terlalu seksi?” tanya Salsa sambil melihat tubuhnya di kaca. Desi menyuruhnya duduk, dan mengambil sisir untuk merapihkan rambut panjangnya.


“Kamu cantik, Kak,” ucap Desi sambil menyisir rambutnya.


“Waaah ... kak Salsa benar-benar anggun dan cantik,” puji ketiga gadis yg kagum melihatnya.


“Ya udah skrg kita keluar yuk!” ajak Desi.

__ADS_1


“Ga mau, Bu. Salsa malu, bentar Salsa ganti baju dulu.” mereka menahan Salsa dan Aulia dengan cepat menutup matanya menggunakan kain.


“Ini apa-apaan sih! Ga lucu!” ucap Salsa kesal. Mereka tidak mempedulikan ucapan Salsa dan tetap membawa Salsa keluar dari kamar.


Jalan setapak yang dihiasi lilin di setiap pinggir-pinggirnya membuat suasana kian romantis. Salsa membuka tutupan matanya. Dan betapa kagetnya dia melihat ruangan yang sudah dihias.


“Ayo Kak, jalan!” titah Riana pada anaknya. Salsa yang tadi masih mematung di depan pintu kamar perlahan berjalan ke arah kolam renang. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, karena kaget saat melihat Fauzi yang tampan dengan setelan jas casual sambil memegang se-bucket mawar merah.


Fauzi melempar senyumannya, dia berjalan menghampiri Salsa yang masih mematung karena kaget melihat yang terjadi. Semua orang yang berada di sana hanya tersenyum dan ikut merasakan kebahagiaan yang terpancar dari keduanya.


“Sayang, kamu suka ga kejutan seperti ini?” bisik Alaric pada Ana. Ana melirik pada Alaric dan mengangguk tersenyum. Keduanya saling memandang dan melempar senyuman.


Fauzi menyerahkan mawar merah pada Salsa, dan dia berlutut di depannya. “Salsa, maukah kau menikah denganku?” ucap Fauzi sambil mengeluarkan kotak berwarna biru, berisi cincin berlian yang cantik. Salsa melirik sekitar, terutama keempat orang tuanya. Para orang tua mengangguk tersenyum sebagai tanda mereka menyetujui keduanya. Kemudian Salsa menunduk, entah apa yang harus dia katakan.


“Fauzi, maaf!” ucapnya singkat sambil berlari ke kamarnya. Semua orang tampak kaget dengan reaksi Salsa. Hal yang diluar dugaan. Krisna dan Gibran yang berada di dekat Fauzi membantu dia untuk berdiri. Fauzi tampak lemas dan syok dengan jawaban Salsa.


“Sabar Bang, mungkin kak Salsa butuh waktu untuk menjawabnya,” ucap Gibran sambil menepuk pundaknya.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Maaf yaa dua hari kemaren ga update, dikarenakan author ada real life yang tidak bisa ditinggalkan. Sebagai gantinya Author hari ini akan up lebih untuk kalian. Jangan lupa untuk vote yaaa...

__ADS_1


Walaupun minggu kemaren novel ini hanya masuk di rank 30 Author sangat merasa senang. Terimakasih buat apresiasi kalian untuk novel ini.


Aku padamu semuanya ♥️♥️♥️


__ADS_2