Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
Bab 55


__ADS_3

“Hadirmu lebih 'ku harapkan dari mentari pagi yang bersinar menghangatkan tubuhku.


Nafasmu yang paling ingin 'ku hirup untuk mengawali pagiku agar terasa lebih segar.


Suaramu selalu 'ku tunggu untuk mengucapkan kata selamat pagi dan menambah semangatku untuk mengawali hari.


Jadi ... Maukah kau menjadi yang terbaik menempati tahta terindah di hatiku?


Menemaniku mengawali dan mengakhiri hari. Menjadikanku lelaki paling beruntung dimuka bumi.”


(puisi by Azis Beck)


Desi tersenyum lepas saat membaca pesan penghantar tidur dari calon suaminya. Dia merasa benar-benar sangat beruntung, karena Tuhan telah mempertemukan kembali dirinya dengan Didit.


“Aku selalu bersedia menjadi orang yang bersemayam di hatimu.


Aku Sangat senang menjadi pelabuhan terakhir dalam hidupmu.


Sayang, terimakasih kau tetap berada dihati ini, walaupun banyak cobaan yang menghadang.


Aku mencintaimu ... dan izinkan aku menjadi istri yang baik untukmu.”


Didit yang mendapat balasan dari Desi juga merasa sangat bahagia. Tidak sabar rasanya dia ingin dia meminang kekasih yang sudah lama dia nantikan.


Sayang, aku sangat mencintaimu, ucapnya sambil menatap dan membaca berulangkali pesan yang dikirimkan oleh Desi.


**♥️♥️**


Satu bulan terakhir ini Rendra dan Riana kurang tidur, karena harus menjaga baby Al yang setiap malam menangis. Dengan sabarnya Riana menyusui anaknya, dan menenangkannya. Rendra sebagai suami yang siaga pun ikut merasakan apa yang dirasakan istrinya. Dia ikut membuka matanya disaat anaknya menangis, yang entah mau apa. Hal ini membuat keduanya jarang mempunyai waktu spesial berdua.


“Apa Al sudah tidur?” bisik Rendra sambil memeluk Riana dari belakang.


“Sudah Mas, emang kenapa?”


“Aku ingin sekali menikmatimu malam ini,” bisik Rendra yang membuat bulu kuduk Riana berdiri. Riana membalikkan badannya dan menatap Rendra, membuat dirinya langsung melempar senyuman tanpa dosa.


“Boleh 'kan?” bisik manjanya lagi.

__ADS_1


Riana benar-benar tidak bisa menolak melihat wajah ganteng Rendra yang sedang memelas padanya. Diapun tersenyum mengangguk. Rendra menarik pinggang Riana sampai keduanya sudah tak ada jarak lagi. Rendra menarik wajahnya, dan mencium bibirnya perlahan dengan sangat lembut.


Kedua napas yang tak beraturan saling beradu. Gerakan tangan Rendra yang perlahan menyentuh hampir seluruh tubuhnya, membuat Riana semakin luluh dan pasrah. Rendra mulai melakukan aksi puncaknya, setelah melakukan pemanasan dan membuat keduanya sudah tidak bisa menahannya.


Ooeekk ... Ooeekk ... Ooeekk, suara tangisan Al membuat keduanya langsung melirik ke arah bayi mungil yang ada di box bayi. Keduanya saling memandang dan melempar senyuman.


“Aku ambil baby Al dulu ya.” Ucap Riana. Rendra menarik napas dalam dan membuangnya dengan kasar. Dia pun bangkit dari atas tubuh istrinya. Ada rasa bersalah dari Riana, tapi dia tidak bisa mengabaikan anaknya yang menangis haus meminta ASI.


Riana menggendong baby Al ke kasur dan meletakan di tengah-tengah antara dirinya dan Rendra. Rendra menghadap sang anak yang dengan lahapnya meminum ASI ibunya. Dia membelai lembut wajah mungilnya.


“Al, kamu ga pengen ayah menyentuh bunda ya? Curang! ayah juga mau menikmati bunda,” ucap Rendra sambil melihat anaknya. Riana tertawa melihat kelakuan suaminya.


“Mas, ga baik ngomong gitu ke Al,”


“Ya ga apa-apa dong Bun, Ayah lagi curhat sama dia. Kali aja habis ini dia mengerti apa diinginkan ayahnya.” Riana tertawa kecil dan mencubit pelan pipi suaminya.


Sayangnya keduanya tertidur saat menunggu Al menyelesaikan meminum ASI-nya. Hari sudah pagi, matahari masih malu-malu mengeluarkan sinarnya. Rendra sengaja bangun dini hari untuk melanjutkan kegiatan semalam yang belum selesai. Dia menggendong tubuh Riana yang masih terlelap masuk ke dalam kamar mandi. Riana yang menyadarinya kaget dan hanya bisa pasrah menerima serangan fajar dari suaminya.


**♥️♥️**


Ratih sangat sibuk mempersiapkan pernikahan Desi. Dia sudah menganggap Desi bagian dari keluarganya, dan acara pernikahan ini pun seperti pernikahan kedua anaknya. Desi yang sejak tadi melihat betapa sibuknya dia merasa sangat terharu. Dia menghampiri Ratih yang sedang mengatur beberapa barang bawaan untuk besok.


“Bu, boleh Desi bantuin?”


“Ga perlu sayang. Pengantin harus banyak istirahat, biar badan kamu besok fit,” Desi menatap dalam wajah Ratih, membuat mertua dari Riana ini merasa aneh dengan tatapannya.


“Bu, boleh Desi memeluk tubuh ibu?” Ratih tersenyum dan langsung membuka kedua tangannya. Desi pun ikut tersenyum dan berjalan masuk ke dalam pelukannya. Tidak terasa air mata Desi mengalir di atas pipinya. Dia merasakan kehangatan seorang ibu yang sudah lama dia rindukan. Ratih yang menyadari tangisan Desi, menepuk bahunya. Ratih pun ikut terharu dan meneteskan air matanya.


“Bu, terimakasih sudah menerima Desi di dalam keluarga ini. Desi tidak bisa membalas kebaikan ibu dan keluarga. Sekarang Desi merasa mempunyai keluarga yang utuh,” Ratih tersenyum dalam pelukannya.


“Kamu sudah ibu anggap anak ibu sendiri. Lagi pula 'kan kamu memang mama dari cucu ibu, dan itu berarti kamu adalah anak ibu. Kamu jangan pernah sungkan lagi berada dikeluarga ini ya. Kamu sudah bagian dari keluarga Wicaksono.” Desi melepaskan pelukannya. Dia tersenyum mengangguk sambil menatap wajah Ratih.


Semua orang berkumpul diruang tengah sambil bermain dengan Salsa dan Al. Keduanya menjadi penghibur disaat kumpul keluarga. Ratih benar-benar sangat bersyukur, Tuhan telah memberikan keluarga yang sempurna dalam hidupnya. Dia tidak pernah menyesal menikahkan Rendra dengan Riana. Kehadiran Riana menjadi suatu kebahagiaan sendiri dalam hidupnya.


Tuhan, jangan biarkan kebahagiaan ini ternoda. Berikan anak-anakku kebahagiaan yang sempurna. Aku ingin selalu membuat anak-anakku tersenyum seperti ini, gumamnya sambil menatap suasana hangat, dan ikut bergabung bersama dengan mereka.


.

__ADS_1


.


.


.


.


~Bersambung~


Hai para readers yang baik hati... minta Vote dan Like-nya yaa... ayo dukung novel ini biar bisa masuk rank 10 besar (ngarep) hahaha...


Oia ... novel ini akan segera tamat. aku minta vottingnya dong, mau ditamatin setelah pernikahan Didit dan Desi, atau mau lanjut cerita anak-anak dari ketiga pasang hits novel ini? Ditunggu komen kalian yaaa...


Seperti biasa aku mau ngasih tau novel Recommended banget nih... Pokoknya kalian ga akan nyesel deh.


Judul\= My Heart is Only For you.


Pena\= Ergina Putri


Judul\= Boss Come Here Please!


Pena\= Novi Wu


Judul\= Pujaku Mayang


Pena\= Azis beck


Judul \= Tragedi Mengubah Hidupku


Pena \= Gunawan Aja


Judul \= Radio Kampus Oren


Pena \= SoFiyanFerry


Happy reading guys....

__ADS_1


__ADS_2