Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
Bab 51


__ADS_3

Saat Desi mengajak Ferdi menjauh dari orang-orang, keluarga Ferdi langsung mengambil paksa Salsa dari tangan Riana. Riana mencoba menahan anaknya, tapi gagal. Suara tangis Salsa masih terdengar di telinganya dan Membuat perutnya tiba-tiba merasakan kontraksi. Riana tidak kuat dengan rasa sakit di perutnya, akhirnya dia jatuh pingsan.


Untungnya Rendra yang ada di sampingnya, dengan cepat menangkap tubuh istrinya. Dia merasa khawatir padanya dan langsung segera membawa istrinya ke rumah sakit.


Desi dan Ferdi yang melihat situasi yang menjadi sangat kacau pun kaget. Ferdi berani bersumpah, kalau dia tidak tahu rencana keluarganya. Dan dia berjanji akan mengembalikan Salsa kepada Riana.


Setelah sampai di rumah sakit, Riana terpaksa harus melahirkan secara Caesar di usia kandungan delapan bulan. Ini diluar rencana waktu persalinan yang harusnya satu bulan lagi. Kata dokter, Riana melahirkan prematur, karena sang ibu pikirannya stres dan mengalami syok. Mendengar itu Rendra semakin emosi dengan keluarga Ferdi. Dia menelepon sekertaris-nya untuk melayangkan tuntutan kepada keluarga Ferdi, karena telah menculik paksa anaknya, juga mengakibatkan istrinya melahirkan diluar jadwalnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua orang yang berada di ruangan harap-harap cemas menunggu Riana siuman. Ratih membantu menenangkan anaknya yang sejak tadi terlihat sangat khawatir. Rendra belum melihat bagaimana rupa dan kondisi anaknya, karena anaknya yang masih dirawat di dalam incubator.


“Mas, kamu makan dulu! Nanti kamu sakit,” ucap Ratih pada anak lelakinya.


“Mas ga laper, Bu. Mas mau nungguin Riana bangun dulu.”


Melihat perlakuan Rendra pada Riana, Desi sangat merasa bersalah. Karena dia, Riana bisa seperti ini. Ferdi sudah menghubungi Desi dan akan mengembalikan anak mereka padanya. Berkali-kali Ferdi mengucapkan kata maaf pada Desi dan keluarga Riana. Karena ini memang diluar rencana dia.


Keluarga Ferdi memang menginginkan cucu pertama mereka. Mereka dulu tidak tahu tentang Ferdi yang meninggalkan istrinya, karena Ferdi juga menghilang dari keluarganya. Keluarganya pun menyesal setelah mengetahui cerita sesungguhnya dari Ferdi. Karena, selama ini yang mereka tahu Desi lah yang pergi meninggalkan dia dan lari bersama laki-laki lain.


Sesuai dengan janjinya, dia akan mengembalikan Salsa Sebelum jam tiga. Sejak tadi Salsa terus saja menangis memanggil nama bundanya. Berulang kali Ferdi mencoba menenangkan anaknya, tapi nihil. Salsa terus saja menangis.


Ferdi dan keluarnya pun menuju rumah sakit untuk mengembalikan Salsa dan meminta maaf langsung kepada Rendra. Mereka merasa bersalah tentang kejadian yang menimpa Riana. Mereka tidak tahu, kalau yang mereka lakukan mempengaruhi kehamilan Riana.


“Dit, keluarga Ferdi sudah berada di depan,” bisik Desi pada kekasihnya. Didit hanya mengangguk dan dia berpamitan untuk keluar sebentar. Didit tidak memberitahukan kepada Rendra, karena dia tahu kalau sahabatnya akan sangat emosi, kalau mendengar keluarga Ferdi datang kesana.


“Desi, maafkan ibu! ibu tidak tahu kalau bakal jadi seperti ini.” ucap ibu dari Ferdi. Desi hanya diam sambil memeluk anaknya yang masih terisak dalam tangis.


“Pengacara kami akan menghubungi keluarga kalian dan saya harap kalian juga menyiapkan pengacara,” ucap Didit dengan wajah yang tegas.


“Kita 'kan sudah datang dengan baik-baik dan meminta maaf. Apa perlu bawa-bawa hukum?” Ferdi sedikit emosi mendengar perkataan dari Didit. Untungnya keluarganya menahan dia untuk tidak terlalu emosional.


“Ini perintah atasan saya. Suami dari Riana adalah atasan dari saya. Saya hanya menerima perintah dari dia.” jelasnya.


Keluarga Ferdi tampak panik. Mereka ingin bertemu dengan Rendra dan meminta maaf langsung padanya. Tapi, permintaan mereka sia-sia, karena Rendra tidak mau bertemu dengan siapapun. Dia ingin tetap berada di samping istrinya, sampai Riana siuman. Keluarga Ferdi pun pasrah menunggu surat pengadilan datang ke rumah mereka.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Bang, cakep ya.” Sonia melihat bayi mungil Rendra yang tubuhnya penuh dengan alat.


“Sangat mirip dengan Rendra. Semoga anak kita sama seperti dia ya, sayang.” ucap Eki sambil mengusap perut istrinya yang rata. Sonia tersenyum mengangguk.


Disisi lain, Rendra masih cemas dengan keadaan istrinya, karena sudah lima jam dia belum juga sadarkan dirinya. Dia mencium tangan Riana yang ada di genggaman tangannya. Jari Riana mulai bergerak, sontak Rendra berdiri dan menatap wajahnya.


“Sayang, ini aku.” ucapnya sambil membelai rambut Riana. Semua yang ada di ruangan ikut berdiri dan menghampiri Riana.


Perlahan dia membuka matanya. Riana menatap satu persatu wajah yang ada disana. Dengan suara yang masih lemas, dia menanyakan dimana Salsa.


“Dia aman, sayang. Sekarang Salsa sendang tidur.” jawab Rendra sambil mengecup keningnya.


Riana merasakan perih di perutnya. Dia langsung memegang perutnya dan betapa kagetnya dia saat mengetahui perutnya yang sudah tidak besar lagi.


“Mas, anakku mana? kenapa dia tidak ada di sini, Mas?” Dia mulai menangis histeris, Ratih dan Rendra berusaha menangkan Riana. Memang dia tidak tahu kalau dirinya sudah melahirkan.


“Anak kamu sehat, Nak. Dia ganteng seperti papanya. Kamu tenang aja ya,” ucap mertuanya.


“Bu, ini belum waktunya dia keluar, Bu. Apa yang aku lakukan? Aku seorang Ibu yang bodoh.” Rendra langsung memeluk tubuh istrinya.


“Tapi, Mas ....”


“Udah jangan nangis. Yang penting kamu dan bayi kita selamat.” Rendra menenangkan istrinya, mencium dahinya.


Suasana terasa sangat haru. Rasa bersalah Desi semakin besar melihat adiknya seperti itu. Dia berjanji akan benar-benar menuntut keluarga Ferdi yang sudah mengakibatkan adiknya seperti ini.


“Mas, aku mau liat anakku.” Rendra mengangguk tersenyum.


Dia pun keluar untuk mengambil kursi roda untuk istrinya. Perlahan Rendra mengendong istrinya untuk duduk di atas kursi. Rendra pun penasaran dengan wajah tampan anaknya, karena memang dia belum melihat bagaimana rupa dari anaknya. Sampai di ruangan bayi, mata mereka langsung tertuju pada bayi yang ada di dalam incubator. Bayi mungil yang sedang tertidur pulas dengan berbagai alat yang menempel di tubuh kecilnya. Melihat itu tangis Riana pun kembali.


“Jangan menangis sayang! bayi kita sehat. Tuh kamu liat betapa gantengnya dia.” ucap Rendra sambil berjongkok dihadapan istrinya.


“Iya Mas, dia tampan seperti kamu,”

__ADS_1


“Mata dan bibirnya juga mirip sekali sama Bunda. Dia benar-benar adil ingin mengambil paras bunda dan ayahnya.” Riana tertawa kecil mendengar ucapan suaminya.


“Mas, namanya siapa?”


“Alaric Zeroun Wicaksono, yang artinya pemimpin yang mulia dan bijaksana. Nanti panggilannya Al, kamu suka ga?” Riana tersenyum mengangguk. Terpancar senyum bahagia dari keduanya, saat melihat bayi mungil mereka. Mereka sudah tidak sabar untuk segera memeluk tubuh mungil itu.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa Like dan Komen...


Vote juga sebanyak-banyaknya...


Para Readers yang baik hati, kalau kalian suka dengan novel Author, mohon untuk vote sebanyak-banyaknya yaa. Biar Author tambah semangat lagi untuk berkarya, Terimakasih.


Oia aku mau ngasih tau novel Recommended banget nih... Pokoknya kalian ga akan nyesel deh.


Judul\= My Heart is Only For you.


Pena\= Ergina Putri


Judul\= Boss Come Here Please!


Pena\= Novi Wu


Judul\= Pujaku Mayang

__ADS_1


Pena\= Azis beck


Happy reading guys....


__ADS_2