Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 46


__ADS_3

S2 Bab 46


Gedung yang dihiasi serba putih dengan banyaknya bunga mawar merah setiap sudut ruangan membuatnya terlihat sangat elegan walaupun hanya terdapat satu warna bunga. Ya ... semua ini atas keinginan Salsa. Dia hanya ingin ada dua warna yang menghiasi pernikahannya yaitu putih yang melambangkan ketulusan, bersih dan merah dari bunga mawar. Ratusan tangkai bunga mawar merah dipesan oleh kedua pasangan ini.


Mawar merah sendiri melambangkan cinta dan romantis. Orang percaya, mawar merah merupakan lambang dari cinta sejati. Itulah mengapa Salsa sangat menyukai mawar merah karena dia ingin cinta yang dia miliki adalah cinta sejatinya. Pernikahan yang selama ini ragu untuk dia laksanakan akhirnya terlaksana sudah.


Semua keluarga dan juga para undangan diharuskan untuk memakai dress code berwarna putih. Salsa sendiri menggunakan baju yang berwarna merah sesuai dengan warna bunga mawar. Semua kekuarga saat itu sibuk mempersiapkan keperluan untuk acara pernikahan.


Karena gedung yang berada cukup jauh dari rumah, Salsa dan juga keluarga besarnya memutuskan menginap di hotel tidak jauh dari tempat berlangsungnya acara. Para tim rias sudah datang ke hotel sejak dini hari. Salsa duduk di depan cermin, dan tim rias pun memulai aksinya.


Tarian koas di wajah Salsa membuat dirinya semakin mempesona. Makeup yang natural sesuai dengan keinginan Salsa membuat dirinya sangat cantik dan auranya terlihat keluar. Ditambah Gaun merah menyala membuat Salsa semakin bercahaya. Riana dan Desi, kedua ibunya sangat terpesona dengan kecantikan yang dimiliki anak mereka.


Disisi lain Fauzi pun sudah siap dengan setelan jas merah senada dengan gaun yang dikenakan calon istrinya. Dadanya yang sejak tadi berdebar, membuat dia semakin grogi. Aneka seserahan dan para keluarga juga semua sudah siap. Fauzi dan keluarga pun memutuskan untuk berangkat ke gedung.


Keluarga yang menunggu Salsa di lobby hotel tercengang melihat kecantikan yamh terpancar dari Salsa.


“Anak ayah sangat cantik,” ucap Rendra.


“Iya dong cantik, kaya bunda sama ibunya,” timpal Riana.


Alaric dan Arez mengandeng tangan Salsa berjalan menuju mobil. Sampai di gedung, Salsa langsung masuk ke ruangan tunggu ditemani Alaric. Semua keluarga sudah siap berkumpul untuk menyambut pihak pengantin pria yang sebentar lagi akan tiba.


Alaric melihat Salsa yang merunduk memainkan jari-jemariny. Dia tahu kalau kakak perempuannya itu saat ini sangat gugup. Alaric pun menghampiri Salsa, dia mengambil kursi dan duduk di depannya. Alaric menggenggam tangan Salsa, membuat wanita cantik itu mengangkat wajahnya.

__ADS_1


“Kak, kenapa? Kok terlihat seperti tidak semangat?” tanya Alaric.


“Al, sebenarnya aku masih takut dengan pernikahan. Apa aku bisa menjalani semuanya? Aku takut, Al.” Alaric tersenyum dan memeluk kakaknya.


“Kak, tidak ada yang perlu ditakuti. Menikah itu adalah impian semua orang terutama wanita. Dengan menikah, Kakak dan kak Fauzi bisa saling melengkapi. Aku percaya Kak Fauzi orang yang baik dan bertanggung jawab. Dan aku yakin Kakak akan bahagia bersamanya. So, hilangkan semua keraguan yang ada di otak Kakak ya!” Alaric melepaskan pelukannya. Keduanya saling melemparkan senyuman.


“Kakak berharap kamu juga bahagia, Al. Jangan pernah patah semangat ya! Kalau Ana adalah garis takdir Tuhan untukmu, pasti kalian akan dipertemukan kembali.” Alaric tersenyum mengangguk.


Keluarga sudah berdiri di depan gedung menyambut rombongan pengantin pria. Ada sentuhan acara adat khas daerah Sunda, karena keinginan dari pihak laki-laki. Rangkaian acara adat untuk menyambut pengantin pria sudah dilaksanakan. Desi dan Riana merangkul lengan Fauzi dan berjalan perlahan masuk ke dalam gedung. Saksi dan penghulu sudah berada di tengah-tengah gedung resepsi.


Satu Minggu sebelum pernikahan, Desi mengabari mantan suaminya Ferdi tentang pernikahan anak mereka. Walau bagaimanapun juga, Ferdi berhak tau dan menjadi wali untuk pernikahan anaknya. Awalnya Salsa menentang keras dengan kedatangan ayah kandungnya. Tapi, dengan berbagai pengertian dan penjelasan oleh Didit juga Rendra selaku ayah yang selama ini ada dalam kehidupannya, akhirnya Salsa pun menyetujuinya.


Sesuai perjanjian, Ferdi datang hanya untuk menjadi wali pernikahan anaknya, setelah itu dia akan pergi. Sedih memang, tapi itu adalah keinginan dari Salsa. Rasa bencinya pada ayah kandungnya tidak bisa hilang walau Ferdi sudah berulang kali meminta maaf pada anaknya. Salsa selama ini memang tidak pernah menganggap Ferdi sebagai ayahnya.


Kedua pengantin, pengulu, saksi dan wali sudah siap melaksanakan prosesi penting dalam sebuah pernikahan. Fauzi menjabat tangan Ferdi, ayah mertuanya dan perlahan mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan lancar. Ketika saksi mengucapkan kata sah, semua orang mengucap syukur dan bersorak untuk kedua mempelai. Salsa tidak bisa menahan air mata bahagianya. Dia terharu dan tidak menyangka kalau sekarang dia sudah menjadi nyonya Fauzi.


Kedua mempelai pun naik ke atas pelaminan. Riana dan Rendra menjadi pendamping pengantin di atas pelaminan. Itu semua atas keinginan dan perintah dari Desi. Dia sadar kalau dirinya tidak ada hak untuk Salsa, karena sejak bayi sampai sebesar ini, Rianalah yang mengurusnya. Awalnya Riana menolak, tapi Desi tetap memaksanya untuk menemani Salsa di sana.


Para tamu undangan sudah mulai berdatangan dan menikmati hidangan yang sudah disiapkan. Alaric memilih untuk duduk di luar sambil menikmati angin, karena di dalam gedung terasa sesak untuknya. Sampai sekarang dia masih mencari tahu keberadaan Ana. Alaric membuka album foto dan melihat foto-foto Ana yang ada di dalam ponselnya.


'Sayang, bagaimana keadaan kamu? Aku harap kamu baik-baik saja dan bahagia di sana. Andaikan kamu ada di sini, aku tidak akan merasa kesepian. Aku tidak akan pernah menyerah untuk mencari tahu keberadaan kamu. Hatiku di sini selalu menanti kamu. Kembalilah, kembali berkumpul bersamaku, untuk kembali merajut kisah asmara kita.' Alaric menarik nafas dalam untuk menahan air matanya yang hendak keluar.


“Bang, ayo masuk! Kata bunda waktunya foto keluarga,” titah Arez. Alaric mengangguk dan mengikuti langkah adiknya.

__ADS_1


Mata Alaric tiba-tiba tertuju pada pria yang sedang berada di atas pelaminan. Pria yang selama ini dicarinya, akhirnya dapat dia temukan. Dengan cepat Alaric berjalan mendekati pelaminan.


'Tuhan, apakah ini jawaban dari setiap doaku,' gumamnya. Dia tidak menyangka Tuhan mempertemukan dirinya dengan seseorang yang selama ini tidak bisa dia temukan. Sangat sulit untuk mendekatinya, karena dia harus melewati kerumunan orang yang sedang mengantri untuk memberi ucapan selamat pada kedua mempelai.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Terimakasih semuaaaaa .... ❤️❤️


Follow IG Author dong @Septriani_wulan15 biar kalian bisa tahu update-an terbaru novel-novel Author dan juga Follow akun Mangatoon/Noveltoon Aku ya dengan cara klik ava/profil aku dan klik ikuti 😘


AKU PADAMU SEMUANYA ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2