Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
Bonus Chapter 8


__ADS_3

Bonus Chapter 8


Akbar :“Kalila, maafkan aku ya!” Mendapat pesan yang sudah tidak mengatasnamakan guru Kalila langsung loncat kegirangan. Rasa sakit dia dahulu langsung hilang entah kemana. Sambil tersenyum dia membalas pesan dari Akbar.


Kalila :“Maafin aku juga, Pak. Sampai bertemu besok di sekolah, Pak!” Kalila mengira setelah tiga tiga tahun berlalu dia akan melupakan perasaan dia untuk Akbar, tenyata tidak. Jantungnya masih saja berdebar apapun itu yang menyangkut dengan Akbar. Sambil terus menantap layar ponselnya, dia terus tersenyum sesekali menggerakkan kakinya, karena merasa sangat senang.


Keesokan harinya, Kalila sudah bangun sejak dini hari. Kali ini tidak perlu ada teriakan sang mami untuk membangunkan dirinya. Melihat jam sudah pukul 05.00, Kalila bergegas untuk membersihkan diri. Setelah itu, dia memaki seragam dan duduk di depan cerminnya. Kalila mengeringkan rambut panjangnya sambil terus tersenyum di depan cermin.


Untuk pertama kalinya semenja menginjak bangku sekolah menengah atas, Kalilan menguraikan rambutnya. dia menggunakan jepitan rambut yang terakhir kali dipakainya saat dia berusia 15 tahun. Kalila mulai memakai sedikit sentuhan make up natural diwajahnya. Sambil memutar badan, dia tersenyum menatap penampilan yang sudah lama dia rindukan.


“Ternyata kamu cantik juga, Kalila,” ucapnya sebari melihat wajahnya.


Waktu sudah menunjukan jam 6.15, Kalila pun segera keluar dari kamarnya. Saat dia keluar semua orang menatap Kalila dengan kaget tanpa mengedipkan mata mereka.

__ADS_1


“De, kamu kerasukan apa?” tanya Kama yang hampir tidak mengenali adiknya sendiri. Kalila yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap sinis dan duduk di kursi makan bergabung dengan yang lainnya.


“Sayang, kamu sangat cantik sekali,” ucap Alaric yang terpana dengan kecantikan anaknya.


“Ya jelaslah anak Papi cantik, orang Maminya juga cantik kok,” timpal Ana sambil memberikan sepiring nasi goreng yang audah dia ambilkan untuk Kalila.


Ana tampak senang sekali akhirnya Kalila bisa tumbuh seperti gadis remaja lainnya. Awalnya Ana sempat sangat Khawatir melihat penampilan Kalila yang selalu saja menyerupai laki-laki. Kalila tahu kalau keluarganya akan kaget melihat perubahan dirinya. Dia hanya dia diam dan menyantap sarapan sambil tersenyum. Ana terus saja memandangi wajah anaknya yang cantik.


“Sayang, kamu hati-hati ya!" ucap Ana sambil membelai rambut anak gadisnya. Dia masih belum percaya kalau Kalila benar-benar berubah. Sebelum pergi, Ana memeluk tubuh Kalila dan membuay Kalila merasa aneh. Pasalnya maminya tidak pernah seperti ini sebelumnya.


“Kamu tahu Mami senang sekali. Jangan pernah berubah lagi ya, Nak!” Kalila teesenyum mengangguk.


Melihat ada yang aneh di luar, Elina membuka pintu mobil dan menghampiri saudara-saudaranya. Terlebih dulu dia mencium tangan Ana. Saat Elina melirik ke arah Kalila, sama halnya seperti yang lain, Elina tampak sangat kanget.

__ADS_1


“Oh my God, Lila!” dia tersenyum kegirangan dan langsung memeluk tubuh sepupunya itu.


“Enggak usah lebay napa!” ucap Kalila dengan wajah yang lempeng.


“Gue enggak nyangka, akhirnya lo mau jadi cewek juga.” mendengar itu membuat semua orang tertawa kecuali Kalila.


“Lah, emang kemaren gue apa?” tanyanya kesal.


“Setengah jadi.” kembali tawa pecah tidak terkecuali Kalila.


“Ayo, keburu kesiangan!” Ajak Kama. Ketiga remaja itu pun pamit pada Ana. Mereka berjalan menuju mobil sambil melambaikan tangan.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2