Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
Bab 56


__ADS_3

Sejak dini hari semua orang yang berada di kediaman Wicaksono sibuk mempersiapkan pernikahan Desi. Sang pengantin sedang didandani oleh tim make-up pengantin.


“Bu, semua sudah beres?” tanya Prabu pada istrinya.


“Sudah Yah, ibu tinggal siap-siap. Kita berangkat jam tujuh ya, Yah.” Prabu mengangguk.


Riana pun sibuk mengurus kedua buah hatinya. Rendra membantu istrinya menyiapkan keperluan Salsa, sedangkan Riana mengurus baby Al. Tidak terasa waktu terus berjalan. Jam sudah menunjukkan pukul 06.45, itu artinya lima belas menit lagi mereka akan segera pergi ke hotel tempat dilaksanakan pernikahan.


Semua orang sudah berkumpul di ruang tengah menunggu sang pengantin keluar dari kamarnya. Desi perlahan melangkahkan kakinya, semua terpana dengan kecantikan kakak perempuan Riana. Dia terlihat sangat anggun dengan Dress putih dengan design yang elegan. Riana langsung menghampiri kakaknya dan memeluk dirinya.


“Kak, kakak sangat cantik sekali,” ucapnya dan melepaskan pelukannya.


“Kamu juga terlihat sangat cantik, De,”


“Kita berangkat sekarang yu!” ajak Rendra dan semua pun menyetujuinya.


Desi naik mobil pengantin bersama Ratih dan Prabu, sedangkan Sonia dan suaminya naik mobil Rendra. Selama perjalanan Desi mengepalkan kedua tangannya. Ratih tau kalau Desi sangat gugup, dia menggenggam tangan Desi, seketika dia langsung melirik ke arah Ratih. Ibu angkatnya itu lansung melempar senyuman yang membuat hatinya sangat nyaman.


“Kamu jangan gugup, ibu ada disini untukmu,” mata Desi mulai berkaca-kaca mendengar perkataan dari Ratih.


“ ... loh kok mau nangis? kalau kamu nangis nanti make-up nya luntur loh.” Desi hanya melempar senyuman padanya.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke hotel tempat diadakan resepsi. Baby Al di gendong oleh Rendra, Salsa di pegang oleh Sonia, sedangkan Riana membantu kakaknya menuntun jalan masuk ke dalam hotel.


Pihak laki-laki masih berada di dalam perjalanan. Terlebih dahulu Desi dibawa ke dalam ruang tunggu, sampai nanti dirinya dipanggil untuk keluar. Sambil duduk, Desi memikirkan tentang pernikahannya. Dia tidak menyangka, pernikahan untuk kedua kalinya buat dia menjadi pernikahan yang sangat mewah. Mengingat pernikahan pertamanya hanya sekedar akad nikah dan acara syukuran keluarga saja. Sebenarnya Desi merasa tidak pantas mendapatkan ini semua, karena dia hanya seorang janda. Tapi, berulang kali Didit memberinya semangat dan bicara padanya kalau status dia bukan menjadi tolak ukur untuk cintanya.


Barisan mobil dari pihak pria sudah mulai memasuki parkiran hotel. Panitia dari tim WO sudah mulai menyusun acara. Ratih dan Prabu berdiri di depan pintu masuk gedung hotel untuk menyambut rombongan pengantin laki-laki.


Didit melangkahkan kakinya perlahan sambil dituntun oleh kedua orang tuanya. sampai di depan pintu masuk, Ratih mengalungkan kalung bunga melati ke leher calon menantunya. Karena Didit turunan dari Sunda, jadi prosesi pernikahan diadakan dengan adat Sunda. kedua orang tua Didit menyerahkan anaknya kepada Ratih dan prabu. Mereka pun berjalan masuk diiringi musik khas sunda dan seorang Ki lengser 'orang yang bertugas mengarahkan pengantin'.


Didit duduk di tengah-tengah bersama penghulu dan wali dari Desi untuk mengucapkan ijab kabul. Dengan lantang dia mengucapkan kalimat ijab kabul, dan saksi yang menyaksikannya mengucapkan kata Sah. Semua mengucap syukur, karena prosesi akad berjalan dengan lancar. Riana ditugaskan untuk menuntun sang kakak keluar dari ruangan, untuk menghampiri laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya.


Dengan perlahan Desi melangkahkan kakinya sambil menundukkan wajahnya karena malu. Didit menatap tajam ke arah istrinya. Dia benar-benar sangat cinta sekali dengan wanita yang sedang berjalan ke arahnya. Matanya terpana melihat kecantikan Desi yang sejak dulu tidak pernah pudar dimatanya.

__ADS_1


Saat sampai di depan Didit, Riana menyerahkan tangan Desi padanya. Suara tepukan tangan meramaikan gedung hotel kala itu. Didit mulai memakaikan cincin dan mencium kening istrinya. Berbagai adat Sunda di laksanakan oleh kedua pasang mempelai. Semua prosesinya pun berjalan dengan hikmat dan lancar. Riana yang melihat pernikahan kakaknya pun tidak bisa menahan rasa bahagianya. Dia meneteskan air matanya melihat sang kakak yang tersenyum lepas di atas pelaminan.


Tuhan, terimakasih Engkau telah memberikan kebagiaaan yang sempurna untuk kak Desi. Ayah, lihat! sekarang kak Desi tersenyum kembali. Andaikan ayah masih ada di sini, pasti ayah akan bahagia melihat senyuman dari kakak. Aku yakin, ayah akan merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan saat ini. Tuhan, jangan biarkan kesedihan menimpanya lagi. Sudah cukup selama ini dia selalu menderita. gumam Riana dalam hati sambil menatap ke arah Desi.


Rendra yang melihat istrinya menangis, langsung merangkulnya dan mencium keningnya.


“Kamu tenang aja sayang, Didit orang yang baik dan bertanggung jawab. Aku yakin dia bisa menjaga dan membahagiakan Echi,” bisiknya. Riana mengangguk sambil mengusap air matanya.


Para tamu undangan sudah memenuhi gedung hotel. Dan itu membuat Baby Al tidak nyaman dan terus saja menangis. Keduanya memutuskan pulang terlebih dahulu setelah melakukan prosesi pemotretan keluarga. Selama perjalanan Al terus saja menangis, mungkin karena pakaiannya yang sudah tidak nyaman dipakai olehnya. Riana mencoba menenangkan anaknya dan memberikan ASI padanya. Dan Salsa sendiri sudah tertidur dipangkuan baby sitter.


Sampai di rumah, Riana langsung mengganti pakaian sang bayi. Benar saja, setelah mengganti semuanya, Al diam dan tertidur pulas.


“Akhirnya dia bisa tidur juga,” ucap Rendra sambil melihat wajah tampan anaknya.


“ ... Bun, bagaimana kalau kita juga tidur sekarang?” Riana langsung melirik ke arah suaminya. Dia tau apa yang dimaksud Rendra. Karena entah kenapa akhir-akhir ini Rendra semakin besar keinginannya untuk selalu menyentuhnya. Sebagai istri yang baik, Riana pun menuruti keinginan suaminya.


“Terimakasih, sayang.” Ucap Rendra sambil mencium bibir manisnya, setelah keduanya mencapai kenikmatan bersama.


~Bersambung~


Yuhu ....


Karena banyak yang minta novel ini lanjut, Author bakal melanjutkan novel ini buat kalian. Tapi, yang sabar yaaa, karena Author mau bikin Outline (kerangka novel ini dulu) biar nanti updated-nya bisa lancar. Terus ikuti ceritanya ya, dan selalu simpan novel ini di novel Favorit kalian dengan cara menekan tanda ♥️.


Jangan lupa komen, like dan vote yaaa.....😘😘😘


Seperti biasa aku mau ngasih tau novel Recommended banget nih... Pokoknya kalian ga akan nyesel deh.


Judul \= When You kiss me!


Pena \= Motifasi_senja


Judul \= Legenda Sang Monster

__ADS_1


Pena \= Adhy Artha


Judul \= Menikah Muda


Pena \= Muhammad Aulia Luthfi


Judul \= Cinta Sejati


Pena \= Evey Rachmawathy


Judul \= Dunia Abimanyu


Pena \= Jo Whylant


Judul\= My Heart is Only For you.


Pena\= Ergina Putri


Judul\= Boss Come Here Please!


Pena\= Novi Wu


Judul\= Pujaku Mayang


Pena\= Azis beck


Judul \= Tragedi Mengubah Hidupku


Pena \= Gunawan Aja


Judul \= Radio Kampus Oren


Pena \= SoFiyanFerry

__ADS_1


Happy Reading guys....


__ADS_2