
Sepulang kerja, Ana langsung menuju ke kostannya. Sudah satu minggu ini dirinya tidak bertemu dengan Alaric, karena Alaric yang sudah mulai kerja di perusahaan keluarganya. Banyak hal yang harus dia pelajari, maka dari itu satu minggu ini Alaric full mempelajari system
dari perusahan, yang kelak akan menjadi miliknya.
Setiap hari Ana pulang dengan memesan transportasi online. Ana selalu menolak Satria saat hendak menjeput dirinya, karena dia tahu kalau Alaric sangat tidak menyukai itu. Satria pun mengerti dengan penolakan Ana, tapi dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya.
Betapa kagetnya Ana saat turun dari driver online dan melihat mobil pajero hitam yang terparkir di depan kostannya. Ana berjalan perlahan menghampiri mobil itu dan mengetuk pelan jendela bagian kemudi.
Tok … tok!! Mendengar suara
ketukan, pria paruh baya itu membuka kaca jendelanya. Dia langsung melemparkan
senyuman bahagianya saat melihat gadis kecil yang kini sudah dewasa berada di depan dirinya.
“Papa …!” tegur Ana. Bimo ayah
angkat dari Ana itu menyuruh anak kesayangannya untuk masuk ke dalam mobil. Ana tersenyum mengangguk dan masuk ke dalam sesuai dengan perintah orangtua
angkatnya. Saat masuk ke dalam mobil, tidak lupa Ana mencium punggung tangan Bimo.
“Kenapa kamu pulang selarut ini, Sayang? Apa setiap hari kamu seperti ini?” Tanya Bimo sambil membelai rambutnya, dan memandang anaknya dengan tatapan yang sedih.
“Hari ini aku lebur, Pa. Ga kok, biasanya aku pulang sore. Papa apa kabar? Mama sama Ira bagaimana?”
“Baik, Sayang. Mama dan adikmu
juga baik. Sayang, kenapa kamu tidak pernah mau menuruti keinginan papa? Ini, ambilah!” sambil memberikan map coklat pada anaknya.
“Pa … aku ….” Belum selesai Ana
menyelesaikan ucapannya, Bimo langsung menyelanya dan berkata, “Besok kamu
libur ‘kan? Bagaimana besok kamu ke rumah? Sudah lama kamu tidak pernah pulang
ke rumah, Nak. Papa menunggumu di rumah! Sekarang sudah larut, masuk dan istirahatlah!” titah Bimo. Dia sengaja menyuruh anaknya untuk segera masuk, karena tidak ingin mendengar penolakan dari anak angkatnya itu, tentang map
coklat yang dia tadi dia berikan pada Ana.
Ana mengangguk sambil tersenyum, dia pun mencium punggung tangan papanya dan langsung turun dari mobil. Ana melambaikan tangannya saat sang papa melaju perlahan meninggalkan dirinya. Ana terus berdiri di sana sampai mobil hitam itu tak nampak lagi di hadapan dirinya. Sambil bejalan masuk ke kamarnya, Ana terus saja menatap map coklat
yang ada diangannya.
Sampai di kamarnya, Ana menjatuhkan
tubuhnya ke atas kasur. Padangan dia tidak lepas dari map itu. Ana pun duduk
dan membuka isi dari map coklat itu. Sebenarnya dia sudah tahu apa isinya. Tapi
dia tetap ingin membukanya dan melihat isinya. Saat mengeluarkan berkas yang ada di dalam, amplop utih kecil jatuh tepat di atas kakinya. Ana pun menyimpan berkas itu di sampingya dan mengambil amplo putih itu.
Perlahan dia membuka amlop itu, dan mengeluarkan kertas yang sepertinya adalah sepucuk surat. Ana membuka lipatan ketas itu, dan benar saja apa yang di pikirkan olehnya, itu
adalah sebuah surat yang dituliskan langsung pakai tulisan tangan oleh papa angkatnya.
...Sayang!! Papa sangat...
...bersedih melihat dirimu yang sekarang. Kenapa kamu selalu menolak kebaikan papa...
...dan mama yang akan menyekolahkan kamu ke luar negeri? Anakku, kami sama sekali...
...tidak pernah keberatan untuk menyekolahkan kamu setinggi mungkin. Kamu tidak...
perlu khawatir untuk masalah biaya, papa akan mengurus semuanya. Sayang! Andai kamu
__ADS_1
...tahu bagaimana sakit hatinya hati papa saat melihat kamu dengan wajah yang...
...lelah pulang kerja? Hati papa sangat teriris. Papa merasa tidak becus membahagiakan...
...kamu, Nak....
...Setiap hari papa selalu mengikuti dirimu, dan papa tahu lelaki yang sedang dekat denganmu sekarang. Sayang, papa sangat peduli denganmu. Tidak bisakah kamu mengabulkan...
...keinginan itu papa untuk terakhir kalinya? Papa akan mnunggu keputusanmu kapan pun itu....
...Oh iya … besok...
...bawalah kekasihmu ke rumah, kenalkan dia pada kami, papa juga ingin kenal...
...dengan calon mantu papa. Papa mama dan adikmu sangat menyayangi kamu, Sayang. Kami...
...tunggu kamu di rumah ya!!...
Membaca sepucuk surat dari sang papa, Ana meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka anak yatim piatu sepeti dia, bisa mempunyai keluarga yang sempurna. Tapi, selama ini dia tutup mata akan hal itu makanya dia tidak menyadari itu semua. Ana mengambi kembali
berkas-berkas yang ada di sampping dirinya. Dia melihat satu persatu dari berkas-berkas itu.
‘Papa … maafkan aku!’ gumamnya.
Sejak lulus SMA, Bimo sudah mempersiapkan semua kebutuhan anaknya sampi universitas yang sangat ingin anaknya sekolah di sana. Tapi semua itu gagal saat Ana memutuskan untuk
melanjutkan kuliahnya di Indonesia. Cita-cita Ana yang ingin mencari ilmu di negeri orang musnah seketika, saat dirinya mendengar pertengkaran kedua orangtuanya. Dan itu menjadi alasan kuat Ana untuk mengubur dalam-dalam keinginannya itu. Keputusan besar yang diambil Ana sama sekali tidak diketahui oleh kedua orangtuanya.
Bimo sangat kaget saat Ana menerima bukti di terima dirinya disalah satu negeri kota Jakarta. Awalnya dia sangat kecewa dan marah ditambah Ana yang memutuskan untuk ngekost dan sama sekali tidak menginginkan
fasilitas apapun dari ayahnya. Ana yang keras kepala akhirnya membuat hati Bimo luluh. Kembali Ana melihat semua berkas-berkasnya. Tidak bisa bohong kalau ini adalah cia-cita dia sejak dulu. Tapi, dia tidak bisa menuruti kemauan papanya, karena untuk sekarang ingin meninggalka pria yang sangat dicintainya.
Dret … dret … dret, suara getar
Ana : “Halo ….”
Alaric : “Sayang, apa kamu sudah tidur?”
Ana : “Belum, Sayang. Kamu dimana?”
Alaric : “Baguslah. Sayang, bisakah kamu keluar sebentar? Aku sangat ingin memelukmu.” Ana kaget, dia langsung berlari ke jendela kamarnya dan melihat ke arah luar, untuk memastikan apa
benar kekasihnya ada di luar. Melihat Alaric yang sedang menyederkan tubuhnya
di mobil dirinya Ana tersenyum lebar. Dia mematikan ponselnya dan berlari ke
luar.
Keduanya bertatapan dan saling
melemparkan senyuman. Alaric membuka lebar kedua tangannya, menandakan bahwa
dirinya sangat ingin di peluk oleh kekasihnya. Ana tersenyum dan berlari kecil masuk ke dalam pelukan Alaric.
“Ah … hangatnya. Sayang, aku sangat merindukan dirimu,” ucap Alaric sambil mencium ubun-ubun kekasihnya.
“Aku juga,” sahut Ana yang masih berada dalam pelukannya.
Keduanya tidak saling berbicara, hanya berpelukan untuk menhilangkan rasa rindu yang sudah satu minggu terpendam. Tiba-tiba Ana ingat pesan yang disampaikan oleh Bimo. Dia melepaskan pelukannya, tapi masih melingkarkan lengannya di pinggang Alaric.
“Oh iya, Bang. Aku mau mengenalkan
abang sama seseoang yang sangat aku sayangi. Apa abang mau ga? Besok ‘kan abang
__ADS_1
libur jadi kebetulan.”
“Siapa?” Alaric memang belum tahu keluarga angkat Ana. Tadinya dia berniat tidak ingin meceritakan tentang keluarganya, tapi hubungan dia dan Alaric sudah lebih dulu terbongkar oleh
papanya jadi terpaksa Ana akan megenali Alaric pada keluarga angkatnya.
“Nanti juga abang tahu. Bagaimana, abang mau 'kan?” Alaric tersenyum mengangguk.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Hai guys, ditunggu like, komen dan votenya sayang-sayangkuh❤️❤️❤️❤️
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Puisi by : Rose Water
Semarang, 13 Oktober 2020
...SIAPA AKU?...
...Ya ... Aku bertanya siapa aku?...
...Aku bahkan tak mengenali diriku sendiri...
...Seolah aku sedang bermain dengan seribu rupa...
...Berlakon bak orang lain...
...Lalu siapa aku?...
...Apakah kalian mengenalku?...
...Dulu aku hanyalah manusia biasa yang mencoba selalu taat kepadanya....
...Lalu siapa aku sekarang? Bahkan aku melupakan semua kewajiban....
...Siapa aku?...
...Demi khayalan tingkat tinggi aku berani mendobrak koridor-koridor pagar yang telah kubangun dengan sedemikian rupa dan susah payah aku raih....
...Siapa aku?...
...Secara impulsif berekspektasi tinggi seolah lupa siapa aku?...
...Ya ... Siapa aku?...
...Sibodoh yang telah jatuh terjerambab ke jurang nista tiada obat....
...Siapa aku?...
...Aku harus sembuh!...
Happy Reading ya guys...
__ADS_1
Aku padamu ❤️