
Ana terus tersenyum karena kelakuan Alaric tadi padanya. Sampai dia tidak menyadari kedua wanita cantik yang sudah terlebih dahulu ada di dalam kamar terus menatap ke arahnya.
“Ka-kalian kenapa?” tanyanya terbata karena salah tingkah dengan tatapan tajam dari keduanya.
“Cie ... yang udah resmi. Ceritain dong gimana kalian bisa jadian,” goda Aulia pada sahabatnya. Dengan wajah yang memerah, Ana melangkahkan kakinya ke arah kasur dan duduk disebelah sahabatnya. Intan yang ikut kepo dengan cerita Ana pun ikut bergabung diatas kasur itu.
“Dih ... biasa aja kali lihatnya,” ucap Ana dengan wajah yang sangat malu.
“Kak, Lo ga panas lagi liat bang Al ma cewek lain?” canda Aulia pada Intan. Karena dulu setahu dia, Intan akan sangat merasa sangat marah kalau ada cewek yang mendekati sepupunya itu.
“Hati gue udah dicuri sama abang lo, Dek. Jadi tenang aja, gue ga akan cemburu lagi sama Lo dan bang Al,” ucapnya sambil menunjuk pada Ana. Ana tersenyum lega, sebenarnya dia merasa tidak enak pada Intan tentang hubungannya dengan Alaric, tapi dengan mendengar langsung dari mulut Intan, rasa tidak enak yang mengganjal dihatinya pun hilang entah kemana.
“Jadi gimana?” tanya Aulia yang mulai penasaran. Kedua wanita cantik itu pun mengatur posisi menghadap Ana yang mulai menceritakan awal mula mereka pergi dari villa.
“OMG ... gue ga nyangka abang gue bisa seromantis itu?” ucap Aulia kaget saat selesai mendengar cerita dari sahabatnya.
“Lebay Lo. Romantisan juga Gibran,” timpal Intan sambil memainkan ponselnya.
“Cemburu? Bilang Non!” ucap Aulia menggoda calon kakak iparnya.
“Dih ... siapa juga. Sorry, hati gue hanya buat Gibran seorang.”
“Sekarang aja Lo ngomong gini. Helooo ... lupa ya gimana Lo ngejar-ngejar abang Al,” goda Aulia yang tidak mau kalah. Intan hanya membuang nafas kasar berdiri kembali ke kasurnya.
Ceklek .... (Suara pintu terbuka) seketika membuat ketiga gadis cantik itu melirik kearah pintu. Salsa hanya melempar senyuman tanpa dosa pada ketiganya yang melihat dirinya dengan tatapan yang tajam.
“Cieee ... senyum-senyum sendiri,” goda Aulia sambil meragakan kedua tangannya yang mengambarkan kecupan. Salsa yang langsung menyadari apa yang dimaksud sepupunya itu dengan cepat melangkah ke arah kasur dan bersembunyi di bawah selimut.
Aulia dan Ana menghampiri Salsa dan menggoda dia dengan menggelitiknya. Salsa yang sudah tidak tahan akhirnya membuka selimut dan bangun dari tidurnya.
“Kalian ngintip ya? His ... nyebelin!” ucapnya pada ketiga gadis yang menggodanya.
“Bukan ngintip Kak, tapi lebih tepatnya menyaksikan adegan romantis dimalam hari,” canda Intan dan mengundang tawa semuanya.
Keempat gadis itu berkumpul di kasur yang bersama dan saling menceritakan kisah cinta masing-masing. Walaupun mereka baru sekarang dekat dan bertemu, tapi sudah ada kedekatan diantara mereka dan itu membuat mereka nyaman.
“Lo gimana, Dek? Lo beneran suka ma Kris?” tanya Salsa. Kini giliran Aulia yang menceritakan kisah cintanya. Dia hanya diam dan tertunduk, wajahnya mengambarkan pasrah dan kelas.
__ADS_1
“Lo kenapa, Aul?” kini Ana sahabatnya penasaran dengan ekspresinya.
“Gue ga ngerti sama perasaan bang Krisna. Dia cemburu kalau gue deket sama cowok lain, dia care, dia perhatian, tapi dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya. Gue juga mau kejelasan! Gue ga tahu, semua yang dia lakukan sama gue tuh sayang sebagai apa?” Salsa sebenarnya tahu apa alasan adiknya seperti itu. Tapi, dia memilih untuk diam karena dia ingin adiknya menyelesaikan perasaannya sendiri pada Aulia.
“Mungkin dia butuh waktu. Lo sabar aja ya!” ucap Salsa dan Aulia hanya mengangguk.
Tidak terasa jam menunjukan pukul 01.00 malam. Masing-masing dari gadis cantik itu kembali ke tempat tidurnya. Tidak butuh waktu lama, semua terlelap kecuali Ana yang masih sibuk dengan ponselnya membaca banyak pesan yang masuk. Sejak tadi Alaric mengirimi banyak pesan singkat padanya, tapi Ana tidak menghiraukannya karena asik bercengkrama dengan sahabat-sahabat barunya.
Ana :“Abang, maaf! Tadi aku sedang ngobrol sama Kak Salsa, Aulia dan Intan. Abang udah tidur ya?”
Tidak butuh waktu lama, dengan cepat pesan yang dikirimkan Ana langsung dibalas oleh Alaric.
Alaric :“Belum Sayang, abang nungguin kami dari tadi. Kamu belum ngantuk?”
Ana :“Belum. Abang sendiri?”
Alaric :“Ga bisa tidur, otak abang mikirin kamu terus. Abang ga menyangka bisa benar-benar jatuh cinta sama kamu.” ingin rasanya Ana teriak saat membaca pesan dari kekasihnya itu. Perasaannya campur aduk, dan baru pertama kalinya dia merasakan perasaan seperti ini.
Ana :“Gombal!!”
Alaric :“Kamu emang ga lihat ya kalau abang serius? Rasa sayang ini sangat besar untuk kamu, Sayang. Oia, abang cuma mau kasih tahu kamu, kalau abang itu sangat pencemburu banget. Jadi, abang ga mau lagi lihat kamu dijemput atau dianter sama siapa sih abang lupa namanya.”
Alaric :“Nah, iya Satria. Dia itu suka sama kamu, dan Abang cemburu.
Ana tidak kuat menahan tawanya, bisa-bisanya kamu cemburu sama cowok yang sudah aku anggap saudara, bang! bisiknya pelan sambil menatap ponselnya.
Ana :“Hahaha ... iya Abang. Bang, Aku tidur duluan ya! Ngantuk.”
Alaric :“Iya Sayang. Good sweet dreams. I love u.”
Ana :“I love u too.”
***♥️♥️***
Seperti rencana awal, para orang tua akan pergi keliling kota Bandung, begitu juga dengan para anak muda yang mempunyai jadwal masing-masing. Ana dan Alaric pun sudah siap ingin pergi mengelilingi kebun teh, sedangkan Gibran, Intan, Fauzi dan Salsa mereka pergi ke Bandung Kota. Sementara Aulia dan Krisna jaga kandang, karena tidak ada mobil yang tersisa. Tadinya keduanya ingin ikut bersama Alaric tapi cowok ganteng itu menolak mentah-mentah karena dia ingin menghabiskan waktu dengan kekasihnya berdua. Jadi, terpaksa keduanya tinggal di villa.
“Mau jalan-jalan keliling villa ga?” tanya Krisna pada Aulia yang asik nonton sambil menikmati aneka cemilan.
__ADS_1
“Ga mau. Capek!” jawabnya singkat.
“De, tumben kamu ga minta handphone kamu?” Aulia benar-benar lupa, sejak kemarin ponselnya disita oleh Krisna.
“Oh iya! Mana, Bang?” Krisna hanya tersenyum, dan mengambil ponsel Aulia di sakunya. Dia menyodorkan ponsel itu pada Aulia, tapi saat hendak diambil Krisna kembali memasukkan ponsel itu ke dalam sakunya.
“Ish ... Abang! Ngerjain aku ya? Cepat balikin!”
“Kalau mau balik, ikut abang yuk!”
“His ... aku lagi nonton, Bang! Males ah keluar.”
“Ya udah deh. Abang pergi ya! Oh iya, kata orang kalau villa itu banyak ....”
“Oke.” belum selesai Krisna bicara, Aulia langsung berjalan keluar meninggalkan dirinya. Krisna tertawa puas melihat kelakuan pujaan hatinya itu.
.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jeng Jeng Jeng...
kembali lagi wkwkwkwkwkwk
Aku butuh like dan Komen kalian buat naikkin view aku. Dan terimakasih All buat kalian yang setia menunggu. Ga nyangka banget, kalian masih mau membaca karya aku.
Lope sekebon buat kalian...
__ADS_1
sekali lagi terimakasih 🙏🙏🙏🙏♥️♥️♥️♥️♥️
“