Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 99


__ADS_3

S2 Bab 99


Hari yang ditunggu-tunggu Ana tiap bulan adalah hari dimana dia akan melihat perkembangan buah hatinya. Kini usia kandungan Ana sudah genap lima bulan dan itu artinya Ana bisa melihat jelas jenis kelamin anaknya yang sebelumnya mereka masih menutupi dari Ana.


Ana sudah siap menunggu suaminya menjemput dia. Jadwal kali ini memang di pindahkan malam hari, karena jadwal praktek dokter yang menangani Ana. Ana pun sudah cantik dengan dress berwarna ungu dan duduk di halaman depan rumah sambil memainkan game di dalam ponselnya.


Tid ... Tid ... suara klakson mobil yang membuat Ana dengan cepat berdiri.


Alaric turun dari mobil dan menuntun istrinya berjalan.


“Lagi chat siapa? Kayanya serius banget tadi,” tanya Alaric yang sedikit cemburu.


“Aku enggak chat siapa-siapa, Sayang. Cuma main game yang biasa aku mainin sambil nungguin kamu.” mendengar jawaban Ana, Alaric langsung tersenyum.


“Awas saja kalau chat pria lain. Enggak ada ampun dari aku.” Ana hanya menggeleng kepalanya mendengar ucapan Alaric.


'Kamu masih saja cemburu padahal aku sudah mengandung dua buah hati kamu,' gumamnya.


Karena sebelumnya Alaric sudah buat janji, maka keduanya pun tidak perlu mengantri dan langsung masuk saat tiba di rumah sakit. Tanpa basa basi, dokter pun menyuruh Ana langsung naik ke tempat tidur untuk melihat perkembangan bayi kembar mereka.


Kali ini Ana dan Alaric meminta dokter untuk memperlihatkan hasil 4D. Dan hasilnya lagi-lagi membuat Ana meneteskan air matanya.



*Foto diambil di google


Kini bayi mereka sudah terbentuk sempurna. Jari jemari mereka pun terlihat sangat jelas. Dokter menjelaskan setiap perkembangan buah hati mereka. Dokter juga mendengarkan suara detak jantung dari kedua anaknya dan itu menjadi kebahagiaan luar biasa untuk Ana.


Alaric seperti biasa merekam setiap momen bertemu dengan anaknya. Karena dia berencana akan membuat album khusus perkembangan anak-anak mereka.

__ADS_1


“Dok, bagaimana apa jenis kelamin mereka sudah terlihat?" tanya Alaric penasaran.


Dokter memutar kembali alat USG-nya untuk melihat kelamin dari keduanya.


“Bu, Pak, bisa lihat yang saya lingkari ini? Yang ini berjenis kelamin laki-laki, tapi yang satu lagi masih malu-malu, kita lihat bulan depan ya.” Alaric dan Ana yang mendengarnya sangat bahagia. Dan mereka berharap kalau yang satu lagi berjenis kelamin perempuan.


“Yes ... akhirnya aku ada teman berantem,” ucap Alaric saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah. Alaric memang sangat mengiginkan anak laki-laki, alasannya dia ingin mengajarkan pada anaknya karate, bidang yang dulu sangat disukainya semasa muda.


“Enak aja, aku enggak mau anak aku diajarin berantem.”


“Ya bukan barantem gitu juga kali, Yank. Aku mau dia menjadi anak yang kuat, tangguh dan bisa melindungi keluarganya nanti.” Ana tersenyum dan menyenderkan kepalanya di bahu Alaric.


“Aku juga berharap anak yang satunya lagi perempuan, biar aku juga ada temennya kalau shopping,” ucap Ana tidak mau kalah.


“Oke ... kalau gitu papi harus kerja keras nyari uang buat shopping anak dan istri papi.” Ana tertawa puas mendengarnya dan langsung mencium pipi Alaric.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kepulangan Arez menjadi hari yang akan menyibukkan semua orang. Karena sesuai yang diinginkan Riana kalau dia akan melamar kekasih dari anaknya. Sebelumnya memang kedua keluarga ini sudah saling mengenalkan diri melalui vidio call dan pihak keluarga wanita setuju untuk melakukan acara pertunangan setelah kedua anak mereka sampai di Indonesia.


Besok hari yang ditunggu-tunggu oleh Arez akhirnya terlaksana. Baru satu minggu di Indonesia, Arez sudah disibukkan dengan acara tunangannya dan juga kerjaan yang mulai Alaric berikan padanya. Pekerjaan itu sebenarnya sengaja Alaric berikan hanya untuk melatih tanggung jawab dari adiknya.


Walaupun Arez sudah mempunyai posisi di perusahaan, tapi Alaric tidak memudahkan adik kesayangannya itu langsung menempati posisi itu. Alaric tetap menyuruh adiknya untuk merasakan menjadi pegawai biasa dengan berbagai macam tes dari perusahaan. Awalnya Riana tidak setuju dengan yang dilakukan Alaric pada adiknya, tapi Rendra memberikan pengertian kalau apa yang dilakukan Alaric demi kebaikan Arez ke depannya. Dan akhirnya Riana pasrah mengikuti yang sudah direncanakan oleh Alaric.


Ana dan Alaric sudah dua hari menginap di rumah Riana, karena ingin membantu bunda kesayangannya menyiapkan semua persiapan lamaran. Arez adalah anak terakhir yang akan melepas lajangnya diantara cucu dari keluarga Wicaksono. Hal ini menjadi kebahagiaan yang tersendiri untuk semua keluarga.


Acara pertunangan pun tidak tanggung-tanggung. Renda dan Riana membuat acara yang cukup mewah. Sebenarnya pihak dari wanita tidak menyetujuinya, tapi Riana memaksanya karena dia ingin yang terbaik buat anak bungsunya. Akhirnya keluarga wanita pun menyetujuinya dan pastinya Riana memastikan untuk semua biaya ditanggung olehnya.


Semua yang disiapkan oleh Riana bagaikan sebuah pernikahan. Walaupun Arez tidak menyetujuinya, tapi dia tetap menghargai jerih payah bunda kesayangannya itu.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang sakral untuk kedua pasangan ini. Keduanya saling menukarkan cincin pertunangan disaksikan oleh semua keluarga dan juga para undangan.


“Kamu sekarang milikku dan jangan harap lepas dariku,” lirih Arez dan membuat calon istrinya itu tersenyum.


Akhirnya kedua cincin sudah melingkar dijari manis masing-masing. Suara tepukan tangan meramaikan seisi ruangan. Hari itu menjadi hari yang sangat bahagia buat semua orang terutama Riana dan Rendra.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa


👍Like


💬 Komen


🌺 vote sebanyak-banyaknya...


Happy Reading 🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2