
S2 Bab 86
Hari semakin larut dan sepasang kekasih yang kini sudah resmi menjadi suami istri pun pergi ke hotel yang sudah di pesan oleh Krisna. Tidak seperti Ana, keduanya menunda untuk berbulan madu, karena kerjaan Krisna yang tidak bisa ditinggalkan. Beruntung Krisna masih bisa untuk rehat satu hari setelah pernikahan dan setelah itu terpaksa harus kembali bekerja.
Kejutan buat istrinya tidak sampai saat Krisnya menyanyi. Karena dia telah menyiapkan sesuatu yang romantis untuk istrinya. Semua keluarga sudah pulang ke rumah masing-masing karena merasa sangat lelah, sedangkan pengantin baru itu pergi ke hotel yang berada di kawasan Ancol.
“Sayang, aku lupa ponselku di mobil. Bisa kamu mengambilkannya untukku?” ucap Krisna dan Aulia hanya tersenyum mengangguk. Dia pun kembali ke parkiran mobil yanh terparkir di depan hotel.
Dengan cepat Krisna berlari ke dalam kamar hotel. Dia sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk istrinya. Sebelum Aulia datang, Krisna segera mematikan lampu dan menyalakan sebuah lilin yang berada di atas kue kesukaan istrinya.
Saat Aulia membuka pintu kamar, dia tampak kaget melihat suaminya berdiri di depan pintu kamar.
“Sayang, ini maksunya apa?” tanya Aulia heran, karena memang selama ini Krisna tidak pernah seperti ini.
“Ini kue kesukaan kamu. Dan aku membelikan ini hanya ingin memperlihatkan padamu betapa sayang dan cintanya aku padamu.
Aulia tersenyum dan meniup lilin. Saat lilin padam, Krisna segera menyalakan lampunya. Kejutan tidak sampai di sini. Ternyata Krisna sudah menyiapkan kejutan lain untuk istrinya. Saat melihat hiasan kasurnya Aulia tampak sangat kaget. Dia tidak bisa berkata-kata melihat apa yang telah di siapkan suaminya.
*semua gambar diambil di pinterest
Krisna meletakkan kue di meja dan langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.
“Yank, suka?” Aulia hanya mengangguk menahan tangisnya. Dia kemudian membalikan tubuhnya, menatap wajah Krisna dan mengecup bibirnya.
Mendapat serangan yang tiba-tiba membuat Krisna ingin segera memakan istrinya. Dia tiba-tiba menggendong tubuh Aulia dan itu berhasil membuat Aulia berteriak padanya.
“Sayang, turunin aku!” ucap Aulia sambil melingkarkan tangannya di leher suaminya karena takut jatuh.
“Enggak akan aku turunin.”
__ADS_1
Krisna merebahkan tubuh Aulia. Kini dia berada di atas tubuh istrinya. Keduanya saling memandang dan perlahan Krisna mendekatkan wajahnya, mencium lembut bibir manis Aulia. Semakin lama keduanya hanyut dalam balutan asmara. Gerakan yang tadinya lembut kini menjadi semakin ganas dan panas.
Ini pertama kalinya untuk Krisna dan juga Aulia. Tapi keduanya bagaikan seorang yang sudah ahli. Berawal dari bibir hingga menyentuh bagian yang paling sensitif.
“Yank, aku belum ....” Krisna kembali mengecup bibir istrinya.
“Aku sudah tidak bisa menahannya. Sinyal aku sudah berdiri tegak. Aku tidak mau menunda-nunda lagi,” ucap Krisna dan melanjutkan aksinya. Aulia tersenyum dan pasrah melayani suaminya.
Malam yang begitu panjang dan indah bagi sepasang pegantin baru ini. Aulia sampai sekarang tidak menyangka kalau suaminya bisa juga bersikap manis dan romantis. Dia terus menatap wajah Krisnya yang sudah tertidur pulas di depannya. Menyentuh lembut wajah Krisna dan perlahan mencium keningnya.
“Selamat tidur suamiku ....”
Cahaya masuk dari selah-selah tirai yang menutupi kaca kamar hotel. Aulia perlahan membuka matanya dan cukup kaget saat melihat Wajah Krisna yang cukup dekat dengannya.
“Kamu udah bangun, Sayang?” tanya Krisna sambil mengecup bibirnya. Aulia hanya mengangguk.
Melihat tubuh istrinya yang tidak ada sehelai benang pun, membuat Krisna melanjutkan aksi semalamnya. Dia tidak mau menyia-nyiakan waktu bersama istrinya sebelum besok kembali lagi ke dunia pekerjaannya.
“Sayang, apa harus ya kamu besok udah kerja? Kita baru nikah loh, masa iya aku udah ditinggal lagi,” keluh Aulia yang sedang menyenderkan tubuhnya di atas dada bidang suaminya.
Setelah menyantap sarapan dari hotel, keduanya langsung cek out, karena hari ini mereka pindah ke apartemen milih Alaric yang sudah resmi dibeli oleh Krisna. Ya ... Alaric memang sengaja menjuanya pada Krisna, karena dia tinggal di rumah dibandingkan di apartemen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ana membuang napas kasar saat mengetahui dirinya yang kembali datang bulan. Dia terus berdiam diri di kamar mandi meneteskan air matanya.
'Tuhan, kapan aku bisa mengandung buah hatiku bersama Bang Al? Aku sangat ingin cepat-cepat memiliki keturunan. Lima bulan dan sampai sekarang aku belum saja mengandung anak dari suamiku,' batinnya.
Alaric merasa curiga dengan sang istri yang sejak tadi tidak juga keluar dari kamar mandi. Dia pun menyusul istrinya sebelu dirinya berangkat ke tempat kerja.
“Sayang ... Yank! Kamu masih di dalam?” tidak ada jawaban sama sekali dan itu membuat Alaric semakin khawatir. Dia pun membuka pintunya dan betapa kagetnya dia saat melihat Ana yang sedang menangis duduk di atas kloset.
“... Yank, kamu kenapa? Apa ada yang sakit? Kita ke dokter sekarang ya!” cemas Alaric berlutut dihadapannya.
__ADS_1
“Bang ... aku dapet lagi,” keluh Ana sambil terus menangis. Alaric yabg mendengarnya langsung memeluk tuh istrinya.
“Jangan sedih, Sayang! Aku enggak apa-apa kok. Mungkin belum waktunya saja. Kita terus berusaha ya, Sayang. Sudah-sudah jangan nangis lagi! Aku lapar, kita sarapan yuk!” Ana hanya mengangguk.
Sampai di kantor Alaric terus saja memikirkan istrinya. Melihat dia yang terus menangis saat dirinya datang bulan membuat Alaric sangat bersedih. Alaric pun meminta sekertarisnya untuk mencarikan dokter kandungan terbaik di Jakarta untuk melakukan program kehamilan. Ide ini belum sama sekali diketahui oleh Ana. Tapi mungkin kalau Ana mengetahuinya dia akan merasa sangat senang.
“Halo Sayang, sekarang siap-siap ya! Aku akan menjemputmu,” ucap Alaric saat dia pulang dari kantornya. Alaric sudah membuat janji sama dokter kandungan nanti jam 19.00.
“Ada apa, Yank? Apa kamu ingin mengajakku dinner?” goda Ana.
“Emmm ... aku punya kejutan untukmu. Pokoknya aku datang kamu harus sudah siap ya. Sekarang aku sedang berada di jalan menuju rumah. Munngkkn sekitar 15 menit lagi aku sampai di sana. Kamu tunggu saja di depan pintu ya!” Ana pun mengikuti perintah suaminya, duduk di teras rumah.
'Kejutan apalagi yang akan dibuat oleh Bang Al,' gumamnya penasaran. Karena hampir setiap bulan Alaric selalu memberikan kejutan-kejutan kecil untuk dirinya.
Saat Alaric sampai di depan rumah, Ana langsung naik ke dalam mobil. Dia langsung bertanya akan dibawa kemana dirinya, tapi Alaric hanya membalas dengan senyuman dan itu berhasil membuat Ana penasaran dan kesal pada suaminya.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan lupa
👍Like
💬Komen
__ADS_1
🌺Vote sebanyak-banyaknya ❤️❤️❤️
Happy Reading guys**.....