Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 61


__ADS_3

S2 Bab 61


Aulia orang yang paling semangat dalam mempersiapkan kejutan untuk Ana. Dia juga ingin membuat kejutan ini menjadi hal yang tidak pernah dilupakan oleh sahabatnya. Di sisi lain, Alaric menghampiri Bimo di kantornya untuk meminta izin membuat kejutan lamaran untuk anaknya.


“Pak, saya ingin melamar Ana dan membuat kejutan untuknya. Saya mohon doa restu dari Bapak.” Alaric tertunduk. Dia takut kalau-kalau Bimo tidak setuju dengan rencananya.


“Kapan orang tua kamu ketemu saya?”


“Se-secepatnya, Pak. Bunda sama ayah juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan bapak.”


“Panggil papa saja, karena kamu sebentar lagi akan menjadi anak saya.” Alaric mengangkat wajahnya tersenyum, Bimo membalas senyumannya dan mengangguk menandakan dia menyetujui rencana yang sudah disusun olehnya. Alaric berdiri dan langsung mencium punggung tangan Bimo dan terus mengucapkan terima kasih untuk restu yang diberikan.


Sudah mendapatkan restu dari calon mertua, kini Alaric melakukan aksinya. Bersama para sepupunya dia menyiapkan berbagai keperluan untuk kejutan lamaran. Alaric ingin semua terkesan di mata Ana. Karena Ana sangat menyukai alam, dia pun berencana melakukan lamaran di Puncak Bogor. Mengingat dulu Ana pernah bercerita tentang dia yang sangat menyukai aroma sejuk dari kebun teh, maka dari itu Alaric memutuskan untuk melakukan lamaran sekaligus pertunangan mereka di sana.


Alaric menyerahkan tugas mencari tempat yang bagus untuk prosesi lamarannya pada adik sepupunya, Aulia. Mendapatkan perintah itu membuat Aulia sangat senang, karena dia ingin ikut andil untuk semua persiapannya. Aulia pun menghubungi Krisna agar mengantarkan dirinya ke Puncak.


Selama perjalanan Aulia terus browsing untuk mencari tempat yang view-nya tampak bagus dan romantis. Krisna sesekali melirik ke arah kekasihnya yang sejak tadi pandangannya tidak lepas dari ponsel yang di genggamnya. Hal itu membuat Krisna sangat kesepian karena memang perjalanan cukup menyita waktu ke sana.


“Yank ... Sayang ...,” panggil Krisna.


“Emmm ...,” jawab Aulia. Krisna menarik nafas dalam dan mengambil ponselnya.


“... Abang aku lagi cari tempat. Sini balikin!” kesal Aulia. Krisna hanya tersenyum. Dia memakirkan mobilnya di rest area untuk istirahat sejenak.


Krisna menghadapkan wajahnya ke arah Aulia, sehingga membuat gadis cantik itu kebinggungan. Krisna tersenyum dan menarik tangan, kemudian diciumnya. Semakin tidak mengerti dengan kelakuan kekasihnya, Aulia menarik tangannya dan dikepalkannya di atas dada.


“Abang kenapa?” Krisna menarik kembali tangan Aulia dan tersenyum.

__ADS_1


“Aku masih ingat janji kamu, Sayang. Jadi kapan?” mendengar itu Aulia mengerutkan alisnya. Ya ... dia ingat dulu Krisna mengatakan hal yang sama setelah mereka pulang dari rumah Ana. Dan sampai sekarang dia belum juga menemukan jawaban atas ucapan Krisna.


“Janji apa sih, Bang?” Krisna membuang nafanya dengan kasar. Ternyata benar selama ini dugaannya, kalau Aulia melupakan janji yang dia ucapkan.


“Kamu mau menikah setelah kepulangan Ana. Dan sekarang Ana sudah pulang. Jadi gimana?” mendengar itu Aulia kaget. Ya ... dia memang pernah menjanjikan hal itu pada Krisna.


Sepulang dari pernikahan Gibran dan Intan, Krisna memberikan cincin mas putih dengan permata kecil di atasnya. Dia melamar Aulia untuk membuktikan betapa seriusnya dia. Tapi saat itu Aulia menolak mentah-mentah dengan alasan ingin menunggu kepulangan Ana. kecewa? Ya ... Krisna kecewa dengan penolakannya. Tapi itu tidak membuat dirinya menyerah dengan cintanya. Krisna masih setia berada di sisi Aulia meski sudah beberapa kali Aulia menolak pinangan dari kekasihnya.


“Gi-gimana apanya?” ucapnya gugup sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela.


Krisna menarik wajahnya untuk menghadap padanya,“Sayang, tidak ada alasan lagi kamu menolak lamaran aku. Kecuali memang kamu tidak mau menikah dulu, aku maklumi. Aku memang tidak bisa seromantis bang Al dan Gibran, tapi aku bisa mencintai dan menyayangi kamu dengan tulus. Aku serius, Yank!” Aulia menatap tajam krisna sambil berkaca-kaca. Dia menggelengkan kepalanya menjawab pernyataan dari Krisna.


“Dan tidak ada alasan lagi aku menolak lamaran Abang.” mendengar itu Krisna kaget. Antara percaya dan tidak percaya akhirnya Aulia mau menerima dirinya. Saking senangnya Krisna menarik tubuh Aulia dan memeluknya dengan erat. Dia mengucapkan berulang kali rasa terima kasihnya pada Aulia.


Gadis cantik itu tersenyum dan menyambut pelukan kekasihnya, “Sekali lagi, terimakasih Sayang.” Krisna melepaskan pelukannya, menatap tajam wajah Aulia. Dia mendekatkan wajahnya, mata Aulia melotot kaget saat wajah Krisna perlahan terus mendekatinya.


“Jangan memenjamkan matamu! Karena aku akan melakukan sesuatu yang lebih dari ini,” lirihnya pelan kemudian mengecup keningnya. Aulia yg mendengarnya langsung membuka mata dan menjauh dari wajah Krisna. Dia merasa sangat malu saking malunya wajahnya tampak merah merona. Aulia memalingkan wajahnya, dan melihat itu Krisna hanya tersenyum dan mengusap lembut kepalanya.


Selama hampir tiga tahun setengah, Krisna memang tidak pernah mencium bibir manis kekasihnya. Itu dia lakukan untuk menghargai Aulia dan yang paling penting untuk mengontrol nafsunya. Kadang Aulia merasa Krisna sangat cuek padanya, karena berulang kali Aulia berusaha menciumnya tapi Krisna selalu berusaha menghindar. Ada rasa iri Aulia dimana saat teman-temannya bercerita tentang ciuman pertama mereka. Tapi, Aulia tidak memaksakan apa yanh tidak ingin Krisna lakukan.


Setelah menyantap makan siang di rest area, mereka pun melanjutkan perjalanan. Kurang lebih satu jam lahi mereka tiba di Puncak. Dan tujuan pertama mereka adalah restoran yang lumayan besar disana. Aulia melihat view-nya untuk pertama kali, tapi dia langsung menggelengkan kepala. Akhirnya mereka pun pergi ke tempat selanjutnya yang sudah tertera di list. Dan kali ini Aulia menggelengkan kepalanya kembali.


'Emmm ... perempuan memang sangat ribet,' gumam Krisna dan terpaksa kembali mengikuti langkah kaki kekasihnya. Sudah lima tempat didatangi keduanya, dan semuanya anya mendapatkan gelengan kepala dari Aulia. Dan satu-satunya harapan Aulia ada di list terakhir.


“Semoga tempat ini memuaskan,” ucapnya sambil menunjuk kertas yang ada di tangannya. Benar saja, saat pegawai hotel menunjukan tempat yang spesial untuk lamaran atau pernikahan pada Aulia, dia langsung tersenyum puas. Melihat itu Krisna pun ikut tersenyum. Kenapa? Karena itu artinya pencarian mereka sampai di sini.


Karena merasa cocok, Aulia pun memesan tempat itu sesuai dengan tanggal dan waktu yang sudah di tentukan oleh Alaric. Setelah semua administrasi beres, Aulia dengan cepat mengirimkan kabar dan foto tempat pada Alaric. Memang sebelumnya Alaric meminta Aulia memilihkan tempat yang menurutnya bagus dan cocok untuk lamaran. Alaric akan menyetujui semua pilihan dari adik sepupu kesayangannya.

__ADS_1


Disisi lain, seperti permintaan Bimo, Alaric mengatur jadwal untuk pertemuan kedua orang tuanya dengan Bimo sebelum acara lamaran di Puncak. Dan mendengar kabar itu, hati Riana sangat senang. Tidak menyangka impian dia selama ini aku terwujud secepatnya.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Don't Forget


👍 Like


💬 Komen


🌺 Vote sebanyak-banyaknya


Yang belum follow IG aku, ditunggu Follownya yaa @PENULISMICIN untuk dapatkan info terbaru tentang karya-karya aku...


terima kasih semua...


Aku Padamu Semuanya ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2