Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 45


__ADS_3

S2 Bab 45


Semua persiapan pernikahan 100% sudah sempurna. Dia Salsa tinggal menunggu dimana dia menjadi seorang ratu dalam satu hari penuh. Perasaannya tidak beraturan. Antara senang dan sedih perasaannya untuk menghdapi pernikahannya. Terlebih sudah hampir satu minggu ini dia tidak boleh menghubungi Fauzi karena adat keluarga yang menyuruhnya seperti. Padahal banyak hal yang ingin dia ceritakan pada calon suaminya itu.


Tok ... tok ... tok --Suara ketukan pintu--


“Ya ... masuk!” teriak Alaric di balik pintu kamarnya. Salsa pun masuk ke dalam, dan dengan cepat Aaric menyembunyikan buku yang dipegangnya di bawah bantalnya.


“Sedang apa, Bang? Aku ganggu ga?” Tanya Salaa dan langsung duduk di sebelahnya.


“Lagi diem aja, Kak. Enggak kok, Enggak ganggu. Gimana nih pengantin, ada yang bisa saya bantu 'kah?” tanya Alaric sambil melemparkan senyumannya. Salsa menatap tajam ke arahnya, membuat Alaic mengerutkan kening tidak mengerti maksud dari tatapan kakaknya.


Salsa tahu betul, senyum yang ada di bibir Alaric itu penuh dengan kepalsuan. Dia tahu betul bagaimana sifat adiknya itu.


“Bang, kamu beneran enggak apa-apa 'kan?” tanya Salsa sambil menggenggam tangannya.


“Hahaha ... Kakak ke sini cuma mau menanyakan itu sama aku? Kak Salsa cantik denger ya! Aku baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja. Aku sudah melupakan semuanya, biar semua yang aku alami ini menjadi hukuman buatku. Jadi, Kakak tidak perlu memikirkan hal-hal yang aneh. Sekarang pikirkan bagaimana supaya Kakak tampil secantik mungkin saat pernikahan nanti ya!” Canda Alaric berhasil membuat Salsa tertawa.


“Cih ... Kakak udah cantik ga usah dimacem-macemin kali. Btw ... Maaf ya! Aku harus bahagia di atas kesedihan kamu. Tapi, kalau kamu ingin semuanya ditunda aku bisa menundanya kok.” Alaric menatap sinis, dan memasang wajah yang terlihat marah.


“Kak Salsa! Berapa kali aku bilang, iam fine! Stop pikirin perasaan aku. Dengan Kakak seperti ini, Kakak malah tidak menghargai perasaan Kak Fauzi. Inget Kak! Pernikahan Kak Salsa itu tinggal dua hari lagi. Masa iya mau dibatalin gitu saja. Lagi pula 'kan aku tidak ada masalah dan baik-baik aja. Kakak bisa lihat sendiri 'kan kalau aku baik-baik saja?”


Salsa tersenyum, dan langsung memeluk tubuh adik kesayangannya, “Bang, orang lain bisa kamu bohongi, tapi aku tidak. Aku sangat mengenalmu lebih dari siapapun. Kamu ingat ya! Kakak selalu di sini, ada di sini untukmu. So, jangan pendam semuanya sendiri ya! Kakak siap melihat adik laki-laki kakak menangis,” ucap Salsa menepuk punggungnya sambil bercanda.


Alaric melepaskan pelukannya dan tersenyum, “Makasih ya, Kak. Ya ... benar, aku enggak bisa menyembunyikan semua dari kakak. Aku rapuh, Kak. Serasa duniaku runtuh. Aku tidak pernah merasakan hati yang sesakit ini. Aku bodoh! Sangat bodoh.” Alaric tertunduk dan mencupit keningnya. Salsa menarik kembali adiknya dan menenangkan dia menepuk punggungnya.


“Semua akan indah pada waktunya, Bang. Melerelakan Ana adalah satu-satunya yang harus kamu lakukan. Kalau kamu sayang dia, biarkan dia mencari kebahagiaannya.” Alaric pun mengangguk.


“Good job, ini baru adik laki-laki Kakak.” Alaric melepaskan pelukan, mengangkat wajahnya dan melemparkan senyuman pada Salsa. Dia beruntung mempunyai seorang kakak perempuan, walau sebenarnya bukan kakak kandung.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hampir setiap hari Krisna selalu menghampiri kekasihnya di rumah. Walaupun kadang keberadaan dirinya tidak dianggap oleh Aulia, tapi Krisna tidak pantang menyerah. Dia selalu menginggat bagaimana selama ini dia memendam perasaannya untuk Aulia, dan itu menjadi pemacu semangatnya. 'Masa cuma segini doang gue nyerah.' gumam Krisna.


Dia membawakan aneka cemilan dan coklat kesukaan kekasihnya. Dan berharap hari ini tidak ada penolakan lagi dirinya untuk bertemu dengan Aulia. Pasalny sudah tiga hari Aulia tidak mau bertemu dengannya. Dia tahu gadisnya itu masih sangat egois, tapi itu tidak membuat Krisna pantang menyerah.


“Bro, lo ke sini lagi? Ga capek lo diusir sama itu bocah?” canda Gibran saat membukakan pintu untuk sahabatnya itu.


“Untuk cinta enggak ada kata menyerah, Bro. Doi lagi ngapain?”


“Tahu tuh, seharian ini belom keluar kamar biasa. Lo bawa apa?” Saat Gibran hendak ingin mengambil bingkisan yang dibawa Krisna, dia langsung menyembunyikannya ke belakang tubuhnya.


“Eits ... bukan buat lo. Tapi ini buat perempuan masa depan gue,” canda Krisna dan langsung naik ke atas.


“Rese lo! Awas ya gue pastiin kalau lo pasti di usir lagi,” teriak Gibran dengan kesal.


Krisna sudah berdiri di depan pintu kamar kekasihnya. Dia berharap hari ini Aulia tidak mengusir dirinya lagi. Sambil menarik nafas dalam, Krisna mengetok pintunya. Dan sudah beberapa kali ketokan, tapi tidak ada tanggapan dari dalam kamar Aulia.


Krisna pun memberanikan diri membuka pintu kamarnya, dan matanya langsung tertuju di balkon kamar. Di sana Aulia sedang duduk menatap langit, 'Emmm ... pantas saja.' Krisna pun perlahan menghampiri kekasihnya.


“Sayang ....” panggil Krisna dengan nada yang sangat pelan. Dia masih berada di belakang tubuh Aulia. Masih belum ada tanggapan, entah tidak terdengar atau terabaikan. Krisna pun kembali memanggilnya dengan menaikan sedikit nada suaranya.


“Sayang ....” dia berharap kali ini tidak ada penolakan lagi dari kekasihnya.


“Emmm ....” suara pelan Aulia membuat Krisna kaget, karena ini pertama kalinya dia mau menjawab panggilannya semenjak kepergian Ana. Krisna tersenyum dan langsung melangkahkan kakinya ke depan Aulia.


“Boleh aku duduk?” tanya Krisna dan Aulia hanya menjawabnya dengan anggukan. Krisna tersenyum, harapan dia akhirnya terwujud. Dia pun duduk di bangku sebelah Aulia.


Gadis cantik itu masih diam dan menatap langit biru pada sore hari itu. Matahari yang sudah perlahan tenggelam membuat suasana adem.

__ADS_1


“Sayang, aku membawakan cemilan kesukaan kamu,” ucqp Krisna sambil menyodorkan bingkisan pada Aulia. Aulia melirik dan mengambil bingisan itu. Krisna tidak menyangka kalau kekasihnya mau nemerima bingkisan yabg dibawakannya. Karena sejak kemarin-kemarin Aulia tidak mau mengambil apapun darinya, jangan mengambil sesuatu, bertemu dengannya pun Aulia enggan.


“Sayang, aku rindu,” ucap Krisna pelan. Aulia melirik ke arah Krisna yang sedang tertunduk malu. Dia lalu menggenggam tangan Krisna, dan itu berhasil membuat pria 22 tahun itu mengangkat kepalanya kaget.


“Sayang ....” ucapnya sambil menatap tajam wajah Aulia.


“Maafin aku ya, Bang. Selama beberapa hari ini aku seperti anak kecil. Kadang aku merasa tidak pantas untuk menjadi pacar kamu, karena sikap egois aku. Makasih ya! Kamu masih setia dan mau menerima aku yang seperti ini. Sayang, aku juga rindu,” ucap Aulia membuat Krisna speechless. Dia tidak menyangka Aulia akan mengatakan itu padanya.


Krisna menyetuh wajah Aulia dengan penuh kelembutan, “Aku akan selalu menunggu kamu. Walaupun kamu ingin menjauh, aku di sini akan selalu mendekat. Kamu, wanita yang tidak akan pernah aku lepaskan.” mendengar perkataan Krisna membuat air mata Aulia terjatuh. Dia terharu dan tidak menyangka ada seseorang yang begitu menyanyangi dirinya. Aulia tidak mau melakukan hal bodoh kedua kalinya sampai harus kehilangan orang yang dia sayangi.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Terimakasih semuaaaaa .... ❤️❤️


Follow IG Author dong @Septriani_wulan15 biar kalian bisa tahu update-an terbaru novel-novel Author dan juga Follow akun Mangatoon/Noveltoon Aku ya dengan cara klik ava/profil aku dan klik ikuti 😘


AKU PADAMU SEMUANYA ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2