Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 35


__ADS_3

S2 Bab 35


Semalaman Ana habiskan dengan melepas kangen pada kekasihnya. Mereka menghabiskan waktu sampai dini hari. Rasa rindu membuat mereka tidak sadar bahwa matahari akan segera terbit.


Beberapa kali Ana menguap karena rasa kantuknya yang luar biasa. Ingin rasanya dia memejamkam matanya. Tapi sayang, hari ini dia harus menyerahkan tugas ke kampus. Terlebih lagi ini adalah hari dimana dia terakhir bekerja. Dia tidak mungkin untuk bolos, karena ini adalah hari perpisahan dirinya dengan rekan-rekan kerjanya yang sudah hampir satu tahun ini bekerja bersamanya.


Sedih? Ya! Sangat sedih untuk Ana berpisah dengan teman-teman kerjanya. Kalau bukan karena keinginan papanya, Ana tidak akan keluar dari kerjaannya. Kenapa? Karena mereka semua sudah seperti keluarga buat Ana.


Setelah siap dengan baju kemeja kuning dan celana jins, Ana pun mengambil tasnya dan segera keluar. Ana menghentikan langkahnya saat melewati cermin yang ada di kamarnya.


“Astaga! Wajahku!” ucapnya sambil memegangi wajahnya. Pucat dengan lingkaran hitam dibagian mata membuat wajahnya tampak kusam dan seperti orang yang sedang sakit. Ana pun memutuskan untuk memoles sedikit make up pada wajahnya.


Make up yang nyaris tidak pernah dipakainya, karena memang Ana lebih suka tampil apa adanya. Setelah merias wajahnya, Ana pun bergegas pergi ke kampus karena dirinya sudah sangat telat.


Sampai di kampus, tatapan orang lain padanya sangatlah aneh. Ana merasa mereka memandang dirinya sinis dan penuh emosi.


...'Ada apa dengan tatapan mereka? Apa ada yang aneh?' gumam Ana....


Dengan cepat dia melangkahkan dirinya masuk ke kamar mandi untuk melihat di cermin apa ada yang aneh di wajahnya. Sampai di kamar mandi, Ana langsung melihat wajahnya dan memutar badannya untuk melihat apa ada sesuatu di pakaiannya. Tapi, setelah dia melihat semuanya menurut dia tidak ada yang aneh sedikitpun di tubuh dan wajahnya.


...'Emmm ... mungkin hanya perasaan aku aja. Tapi, apa mungkin make up aku yang terlalu tebal? Menurutku ini sangat wajar dibandingkan wanita lainnya. Ah ... sudahlah benar ini hanya perasaanku saja' gumam Ana sambil memastikan kembali ada apa diwajahnya....


Krek .... --suara buka pintu kamar mandi--


Seorang mahasiswi dan temannya yang keluar bareng dari toilet. Keduanya tersenyum sinis memandang Ana yang masih berdiri di depan cermin.


“Tumben lo make up? Dapet jatah gede ya, lo?” ucap salah satu dari mereka, dan keduanya langsung keluar sambil cengengesan, tanpa peduli pertanyaan Ana yang tidak mengerti maksud dari perkataan mereka.


“Ada apa sebenarnya?” Ana heran dengan semua orang hari ini padanya.


Ana mencoba tidak memperdulikan apa yang di katakan mahasiswi tadi, dan segera berjalan menuju kelas. Masih seperti tadi, tatapan semua orang padanya merasa sangat aneh. Ana pun berusaha mengabaikan mereka, sampai Ana melihat Aulia yang berdiri di depan kelas bersama dengan Krisna. Dia pun bergegas menghampiri keduanya dengan wajah senang.


“Hai!” sapa Ana pada keduanya. Aulia diam dan menatap sinis padanya, sedangkan Krisna hanya tersenyum kaku ketakutan sambil memandang Aulia yang seolah-olah melarang Krisna untuk balik menegurnya.


“Ada apa? Apa ada yang aneh?” tanya Ana masih dengan senyumannya.


“Sayang, kita jalan aja yuk! Mendadak gue males ikutan kelas. Mood gue hancur liat cewek kegatelan,” ucap Aulia menarik tangan Krisna dan melangkah pergi meninggalkan Ana.

__ADS_1


Hati Ana sesak, dadanya seperti teriris dan sakit. Dia sampai sekarang tidak mengerti dengan sikap orang-orang padanya. Ana tidak mau hatinya semakin sakit dan membiarkan Aulia pergi. 'Mungkin Aulia sedang kesal denganku' pikirnya.


Ana pun masuk ke kelas dengan wajah tertunduk. Air mata yang sejak tadi ingin keluar ditahan olehnya. Berharap di dalam kelas dia tidak diperlakukan sama dengan orang-orang sebelumnya, tapi kenyataannya tidak! Semua memandang sama seperti halnya orang-orang diluaran sana. Mereka seakan-akan jijik melihat keberadaan Ana di dalam kelas. Tapi, Ana berusaha tidak mempedulikan mereka. Dia memilih duduk di bangku belakang paling pojok, karena itu tempat ternyaman untuk dia saat ini.


Pikiran Ana kacau, karena Aulia yang mendadak seperti orang yang benci padanya. Selesai kelas, Ana dengan cepat merapihkan bukunya dan melangkahkan kakinya keluar. Banyak yang berbisik bahkan ada yang bicara dengan keras, seperti sedang menyindir dirinya. Tapi, Ana sama sekali tidak peduli dan mengabaikan semuanya.


Saat sampai di pintu kelas, Ana harus mendapat hinaan lagi dari para mahasiswa wanita yang selama ini selalu memandangnya rendah. Entah air apa yang disiram ke tubuhnya. Yang jelas air itu sangatlah bau. Ana semakij tidak mengerti dengan apa yang mereka lakukan.


“Heh cewek murahan! Lo ga pantes ada di kampus ini. Udah yatim, kuliah gratis, eh lo nyakitin hatinya bang Al dengan jalan sama om-om. Helloo ... situ oke! Sadar diri dong lo jadi orang!” ucap salah satu mahasiswi cantik berbadan tinggi dan seksi.


Memang wanita itu sejak lama menyukai Alaric. Tapi, Alaric sama sekali tidak menyukai dirinya. Dan kini Ana tidak bisa menahan tangisnya. Kini dia mengerti apa yang dimaksud teman-temannya. Dengan cepat Ana berlari sambil sesekali mengusap air mata yang jatuh di pipinya.


Sorak-sorak 'huhuhuhu' orang yang membenci dirinya saat Ana melewati mereka membuat hati Ana semakin merasakan sakit yang luar biasa.


...'Aku mengerti kenapa lo menjauh dari gue, Aul. Gue ga nyangka segampang itukah lo percaya sama gosip tentang gue?' gumam Ana sambil berlari keluar dari kampus....


Sambil menangis sejadi-jadinya, Ana melangkahan kakinya dengan cepat. Badan yang basah dan bau yang menyengat sudah tidak di pedulikan olehnya. Dia terus berlari ke tempat dimana dia bekerja. Ingin rasanya Ana langsung pulang ke kostan, tapi dia harus masuk karena ini adalah hari di mana dirinya akan berhenti selama-lama.


Sampai di cafe Ana langsung berlari masuk ke kamar mandi. Dia menyederkan tubuhnya di balik pintu. Tubuhnya sangat lemas hingga tubuhnya perhalan jatuh ke bawah. Ana menangis sejadi-jadinya. Bukan karena tuduhan dari teman-temannya, tapi hatinya sakit karena sahabatnya yang tidak percaya padanya.


Ana yang menyayangkan Aulia bersikap dingin dan seolah-olah benci padanya. Setelah hampir satu tahun dia bersahabat dengan Aulia, tapi Aulia tidak benar-benar mengenal bagaimana dirinya. Ana pun meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Alaric kekasihnya. Ana ingin menceritakan dan menjelaskan apa yang terjadi hari ini padanya.


.


.


.


.


~Bersambung~


Hai semua maaf baru Update malam...


terimakasih semuanya, buat kalian yang sudah mengikuti gift away yang aku adain. Oke kali ini aku akan menggumumkan siapa pemenang yang berhak mendapatkan pulsa sebesar 50k untuk 2 orang pemenang yaitu masing-masing mendapatkan 25k.


siapa mereka????

__ADS_1


jeng


jeng


jeng




nama IG : @Alfu.nf


nickname MT/NT : Al-El




nama IG : @yusni_p


nickname MT/NT : YP




selamat untuk dua orang pemenang kita.


tunggu aku hubungi lewat DM IG ya kak untuk meminta no handphone -nya...


makasih banyak buat kalian semua yang selalu setia membaca karya saya dan memberikan support yang luar biasa.


tanpa kalian aku bukanlah apa-apa...


sekali lagi terimakasih...


jangan lupa like, komen dan vote yaaa

__ADS_1


AKU PADAMU SEMUANYA ❤️❤️❤️


__ADS_2