Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 49


__ADS_3

S2 Bab 49


“Fasya ....” teriak Alaric pada gadis kecil yang baru belajar jalan itu. Melihat Alaric, Fasya menghampiri dirinya dengan langkah yang masih kaku.


Gadis kecil itu langsung memeluk pria yang sangat disayanginya. Alaric memeluk Fasya dan membawanya masuk ke dalam rumah.


“Fasya, kangen sama papi?” tanya Alaric. Fasya seketika mencium kedua pipi Alaric sebagai tanda kalau dirinya sangat rindu dengan Alaric.


Sudah beberapa hari ini Alaric tidak berjumpa dengan Fasya karena kesibukan dirinya. Dan itu membuat keduanya menahan rasa rindu yang teramat dalam. Sejak tadi Fasya terus memeluk leher Alaric dan tidak mau melepaskannya. Gadis kecil itu takut kalau sang papi akan pergi lama lagi.


“Fasya, Sayang. Kasian dong papinya, capek habis pulang kerja. Sini sama bunda ya!” dengan wajah yang cemberut Fasya pun menuruti titah sang bunda.


“Kamu mandi dulu ya sama mbak, nanti udah mandi boleh main lagi sama papi.” Fasya tersenyum mengangguk.


“Tumben inget pulang ke sini? Bagaimana kerjaan kamu?” tanya Salsa pada adik kesayangannya itu.


“Ya seperti biasa, Kak. Aku masih sibuk dengan produk baru. Jadi, aku baru bisa maen ke sini, maaf ya!”


Sudah tiga tahun berlalu, dan tidak terasa selama itu Ana sudah pergi meninggalkan dia. Salsa sendiri sudah mempunyai anak perempuan berumur satu tahun bernama Fasya. Gadis kecil itu sangat dekat dengan Alaric, bahkan Alaric di panggil dengan sebutan papi.


Untuk mendapatkan Fasya, Salsa butuh pengorbanan. Dia mengikuti berbagai program kehamilan. Walaupun baru satu tahun belum memiliki anak, karena rasa jenuhnya sendiri dirumah itu terasa sangat lama. Akhirnya satu tahun lebih mereka mempunyai anak melalui program kehamilan.


Hati Alaric masih setia mencintai Ana. Tapi, akhir-akhir ini rekan bisnisnya selalu menjodohkan dia dengan anak perempuannya. Alaric tidak bisa menolak, dia hanya bilang jalani saja sesuai berjalannya waktu. Tidak ada hubungan serius Alaric dengan wanita bernama Citra itu. Tapi, kedekatan mereka bisa dibilang kalau mereka mempunyai hubungan khusus.

__ADS_1


Gadis cantik, tinggi itu mengetahui kisah cinta sedih dari Alaric. Dan dia tidak memaksa Alaric untuk menjalin hubungan dengannya karena terpaksa oleh ayahnya. Keduanya dekat, tapi kedekatannya bisa dibilang seperti sahabat. Saling mendukung dan saling membutuhkan.


Sebenarnya Alaric merasa tidak enak dengan Citra, tapi Citra sendiri yang bilang untuk santai aja dengan keberadaan dia. Dia siap menunggu kapan pun hati Alaric terbuka untuknya, walaupun sebenarnya hati itu tidak akan pernah terbuka lagi untuk siapapun.


Riana yang melihat anak sulunganya pun merasa sangat khawatir. Entah sampai kapan Alaric menutup hatinya, yang jelas Riana selalu berusaha mengenalkan Alaric pada wanita agar dia mau membuka hatinya, tapi semua itu gagal. Kegagalan tidak membuat Riana menyerah, dan dia selalu mengenalkan wanita pada anaknya dimana kesempatan itu ada.


Selama tiga tahun, Alaric tidak hanya diam. Dia tetap mencari keberadaan Ana memulai media sosial. Bahkan, dia sampai cari nama-nama mahasiswa di universitas negara tetangga. Tapi, sampai sekarang usaha Alaric nihil. Walaupun begitu itu tidak membuat dirinya menyerah, dia tetap berusaha dan yakin, suatu saat nanti akan bertemu kembali dengan gadis pujaan hatinya, walaupun mereka sudah tidak ditakdirkan bersama.


Prinsip Alaric dia tidak akan mencari pasangan atau pendamping hidup, sebelum mengetahui kalau Ana sudah melupakannya dan mempunyai pendamping. Dan prinsip itu yang membuat Alaric menolak semua perjodohan yang dilakukan bunda san rekan-rekan bisnisnya.


“Jangan buat kesibukan kamu melupakan status kamu, Al. Inget umur kamu setiap tahun makin bertambah. Bunda juga sudah ingin melihat kamu menikah. Masa kamu kalah sama Gibran yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah,” lanjut Salsa.


Ya ... satu tahun setelah pernikahan Salsa, gibran melamar Intan kekasihnya. Lamaran Gibran tidak langsung diterima begitu saja karena Intan yang masih ingin kuliah dan berkarir. Setelah lulus, Gibran pun langsung kerja di perusahaan kakeknya, karena memang dia sudah memiliki jatah anak perusahaan. Semenjak saat itu, Gibran menjadi idola di kantornya dan tidak sedikit dari para wanita ingin mendekati dirinya.


“Iya, Kak. Aku tahu kok. Kakak tenang aja, aku punya target untuk menikah kok. Lagi pula aku masih 27 tahun. dan aku masih menikmati kesendirianku,” jawab Alaric.


“Emmm ... asal jangan keasikan sendiri aja. Lama-lama jadi bujang lapuk ga laku baru tahu rasa. Oia ... bagaimana kabar Citra? Kakak sudah lama tidak bertemu dengannya.”


“Cih ... jangan ngomong gitu dong! Aku juga 'kan ingin menikah. Kaka tenang aja, tahu-tahu calon aku ada aja. Emm ... kabar Citra baik-baik aja kok, Kak.”


“Kaka heran deh sama kamu, udah ada Citra yang sejak dulu selalu setia di dekat kamu, menunggu kamu membukakan hati untuknya, tapi kamu anggurin. Al, Al, buka mata dong!” Alaric hanya tersenyum dan menikmati secangkir kopi yang baru diberikan oleh Salsa.


Setelah makan malam dan puas bermain dengan keponakan kesayangannya, Alaric kembali ke apartemennya. Sejak bekerja, Alaric memutuskan untuk tinggal sendiri. Itu dia lakukan karena merasa tidak enak pada bundanya, karena setiap malam harus terganggu dengan kedatangan dirinya.

__ADS_1


Alaric memang sering sekali pulang larut malam. Dia benar-benar menyibukkan dirinya dengan bekerja, agar bayang-bayang Ana tidak menghantuinya. Rendra sendiri sudah memberitahu anaknya agar tidak terlalu memaksakan untuk bekerja, karena dia tidak ingin anaknya merasa terbebani dengan pekerjaan perusahaan. Tapi, Alaric selalu bilang kalau apa yang dia kerjakan bukan karena keterpaksaan, tapi karena dia menyukainya. Mendengar itu, Rendra sudah tidak bisa melarang anaknya lagi.


'Sayang, bagaimana kabarmu hari ini? Aku disini masih menantimu. Cepatlah pulang, tidakkah kamu sadar kalau kamu sudah meninggalkan aku selama tiga tahun? Sudah cukup hukuman yang kamu berikan untukku. Pulanglah, Sayang! Aku masih tetap menunggu dan akan terus menunggumu, sampai aku tahu kalau kamu benar-benar melupakan aku. I miss you, Tasyana ....' gumam Alaric sambil menatap foto Ana yang ada di bingkai foto berukuran cukup besar.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Maaf yaa! Author dua hari kemaren sedang berada di luar kota. Dan baru sempat update novelnya sekarang.


Seperti biasa Author mengingatkan jangan lupa like dan komen ya, dan juga vote sebanyak-banyaknya...


Follow IG Author @PENULISMICIN untuk melihat update-an nover terbaru Author.


Terimakasih yang sudah menanti karya Author.

__ADS_1


AKU PADAMU ALL ❤️


__ADS_2