
#kenalan dulu sama pemeran utama wanita yuk ....
Tasyana Lestari, gadis cantik yang berhati lembut sejak kecil sudah di tinggal oleh kedua orang tuanya. Karena dia dilahirkan di keluarga yang kesulitan ekonomi, pihak dari keluarga besarnya memberikan gadis kecil yang masih berusia dua tahun itu ke salah satu panti asuhan yang ada di kota Jakarta.
Ana panggilan yang akrab di sapa oleh ibu Sarah, ibu yang mengurus panti asuhan benar-benar sangat menyayangi dirinya. Ana sejak kecil selalu menjadi anak yang baik dan tidak pernah sama sekali menangis seperti anak-anak yang lainnya. Beruntungnya Ana karena dia dibesarkan di lingkungan yang sehat, dan penuh kasih sayang.
Di panti, dia mempunyai teman yang senasib dengannya dan sudah dia anggap kakaknya sendiri. Satria, laki-laki yang lebih tua dua tahun diatasnya sangat menyayangi Ana. Mereka sangat dekat bagaikan kakak beradik sungguhan. Sarah yang melihat kedekatan keduanya sangat bahagia.
Anak-anak yang malang, ucap Sarah pelan saat melihat keduanya sedang bermain di taman.
Sejak usia Ana delapan tahun, dia diadopsi oleh keluarga Sutomo. Mereka sudah hampir dua belas tahun belum memiliki turunan. Hal ini membuat Satria sangat terpukul, karena harus berpisah dengan Ana. Sarah juga tidak bisa mempertahankan Ana, karena memang sudah peraturan panti, kalau ada yang ingin mengadopsi anak dengan persyaratan yang full, pihak panti tidak bisa menolak. Bukan hanya Satria yang sedih, tapi Ana juga sangat terpukul.
Selama perjalanan menuju kediaman Sutomo, Ana terus saja menangis, sambil melihat fotonya bersama Satria yang dia bawa sebagai kenang-kenangan dirinya bersama Satria. Keluarga Sutomo benar-benar sangat baik dan perhatian padanya. Bimo dan Tina, kedua orang tua angkatnya sangat menyayangi Ana seperti buah hatinya sendiri. Sampai Ana berusia dua belas tahun, semua berubah.
Tiga tahun setelah mengadopsi Ana, Tina mengandung buah cintanya yang pertama. Kedua orang tua angkat Ana sangat senang dengan kehamilan Tina ibu angkatnya. Keduanya semakin menyayangi Ana, karena menurut mereka berkat Ana, Tina bisa mengandung anak pertama mereka.
Kebahagiaan Ana tidak berlangsung lama. Dua tahun setelah kelahiran Ira Sutomo, anak pertama dari keluarga Sutomo, Tina berubah. Ibu angkat dari Ana ini menjadi jutek dan sering uring-uringan di depan Ana. Sebenarnya itu dikarenakan, Bimo yang lebih menyayangi Ana dibandingkan dengan anaknya sendiri.
__ADS_1
Sejak berubahnya sikap ibunya, Ana menjadi tidak nyaman tinggal bersama mereka. Sampai dia lulus SMA, Ana memutuskan untuk tinggal sendiri dan mencari uang sendiri untuk kehidupannya. Awalnya Bimo menolak mentah-mentah rencana Ana. Karena dia tidak mau kehilangan anak yang sangat dicintainya.
Sudah berbagai macam cara Ana memohon pada ayahnya, tapi tetap saja dia menolak. Sampai suatu hari, dia melihat istrinya yang sedang memarahi anak angkatnya itu. Dari situ Bimo mengerti, kenapa Ana ingin sekali tinggal dan hidup mandiri. Akhirnya Bimo pun menyetujui keputusan anak angkatnya. Tapi dengan syarat, Ana mengizinkan dirinya untuk selalu menjenguknya, dan Ana tidak boleh menolak uang pemberian darinya. Ana mengangguk saat mendengar persyaratan dari ayah angkatnya.
Karena dia anaknya yang bertanggung jawab, Ana tidak mau hanya diam menerima uang yang diberikan ayahnya. Dia berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa di kampusnya, dan usahanya pun tidak sia-sia. Karena memang dia sangat berprestasi, pihak kampus pun menyetujui permohonan beasiswa yang diajukan Ana.
Selain kuliah yang gratis, Ana pun mencoba melamar pekerjaan sampingan yang bisa menyesuaikan jam kuliahnya. Dia mencoba melamar pekerjaan di toko Bakery yang cukup terkenal di dekat kampusnya. Bimo sangat marah besar saat mengetahui anak kesayangannya kerja disana. Tapi, lagi-lagi Bimo luluh dengan permintaan anak kesayangannya. Dia tau kalau Ana sangat keras kepala kalau soal hidupnya.
Dalam kehidupan Ana, dia hanya memiliki empat orang yang sangat penting. Satria teman seperjuangan dirinya di panti yang kini berusia dua puluh satu dan sudah dianggap kakaknya sendiri. Bimo ayah angkatnya, Sarah ibu kepala panti yang selalu ada buatnya dikala senang dan sedih. Walaupun Ana sudah diadopsi dan keluar dari panti, tapi Ana selalu mengunjungi rumah yang selama enam tahun membesarkan dirinya. Yang terakhir yaitu Aulia. Gadis cantik yang baru ditemuinya pada awal dirinya masuk kuliah. Entah kenapa saat bertemu dengannya, Ana merasa sangat nyaman sekali dan itu yang membuat keduanya bersahabat dalam satu tahun terakhir ini.
Ana tipikal cewek yang pendiam dan sangat sulit untuk bergaul. Tapi setelah bertemu dengan Aulia sahabatnya, Ana mengetahui banyak hal dan bisa mengenal banyak orang. Dari sahabatnya itu juga dia bisa mengenal Alaric, cowok yang kelak akan mengisi hatinya.
~Bersambung~
Inilah sekilas tentang pemeran utama kita. Penasaran bagaimana kelanjutannya...???
terus ikuti kisahnya yaaa...
__ADS_1
Jangan lupa komen, like dan vote sebanyak-banyaknya...♥️♥️♥️♥️
Aku padamu semuanyaaaaaaaa .....
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
~Bibirmu~
Hey, kali ini tentang bibirmu, bibir yang sering membantumu dalam berucap, bibir manis yang bentuknya tipis.
Kadang bibirmu membuatku sejenak di peluk lamunan, membayangkan andai-andai tentang bibirmu itu.
Ah sudahlah, ini hanya kegelisahanku menahan diri dari hasratku yang melayangkan hayal, hendak melumaat dua lapis bibir tipis yang manis ... oops, barusaja kuucapkan harapan tentang bibirmu, bukan, bukan harapan tapi hal yang akan kulakukan.
Akan ku kecup lembut mulut imut milikmu, jika terus menerus berada dihadapanku.
Aku mungkin sekarang diam, hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyatukan bibirmu dan bibirku dalam satu kecupan, dalam satu ciuman, dalam beberapa kali cumbuaan berbau kerinduan.
__ADS_1
Puisi by : ~Azis Beck