
Seharian ini otak Krisna dipenuhi dengan pernyataan Aulia terang pria yang tidak peka terhadap perasaannya. Emosi? Cemburu? Ya ... itu yang dia rasakan saat ini. Dia tidak terima wanita yang sangat dia sayangi menyukai orang lain selain dirinya.
Krisna pun memutuskan pergi ke rumah Aulia. Dia mengambil kunci mobilnya dan keluar dari kamarnya.
“Kris, kamu mau kemana? Ga makan dulu?” tanya Desi ibunya.
“Bu, Kris mau makan di luar aja ya. Kris mau ke rumah Aulia dulu.” Desi hanya mengangguk tersenyum.
Krisna pun pamit dengan mencium kening ibunya. Desi tahu kalau anaknya sangat menyukai Aulia. Dia sebenarnya tidak melarang hubungan anaknya toh mereka juga saudara jauh. Tapi, Krisna sendirilah yang merasa tidak enak dengan kedua orang tuanya.
Sebelum menjalankan mobilnya, Krisna meraih ponselnya yang berada di dalam tas selempang kecil. Dia langsung menekan nomer Aulia untuk menghubungi dirinya.
Aulia :“Ya ... halo Bang, ada apa?” tanya Aulia dengan nada yang serak seperti baru bangun tidur.
Krisna :“Kamu baru bangun, Dek? Jam segini?”
Aulia :“Tadi sore ketiduran, Bang. Ada apa nih? Tumben banget nelepon.”
Krisna :“Siap-siap ya! Aku mau ajak makan di luar.”
Aulia :“Ish ... abang kok mendadak sih? Aku 'kan ....”
Krisna :“Ga mau tahu, pokoknya abang sampe kamu sudah siap!” sela Krisna membuat Aulia terhenti. Krisna langsung menutup teleponnya sambil tersenyum menatap ponselnya. Dia sangat senang membuat Aulia kesal padanya.
Disisi lain Aulia langsung melempar ponselnya ke atas kasur dan langsung segera bergegas mempersiapkan dirinya.
“Kebiasaan banget deh. Pasti aja apa-apa harus sesuai kehendaknya. Sialnya lagi, gue selalu manut apa kata dia,” kesal Aulia sambil melangkah kasar kearah kamar mandi yang ada di kamarnya.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah Aulia. Krisna langsung masuk ke dalam dan bertemu dengan kedua orang tua Aulia dan juga Gibran yang sedang duduk di ruang keluarga.
“Malam,” sapa Krisna pada semuanya.
“Tumben lo kesini malem-malem, Bro?” tanya Gibran sambil tos ala mereka saat pertama bertemu.
“Gue kangen sama lo,” jawab Krisna sambil menghampiri Sonia dan Eki kedua orang tua Gibran.
“Lo kangen sama gue atau sama adik gue?” tanya Gibran sambil bercanda. Semua yang ada di sana tertawa sedangkan Krisna hanya tersenyum malu.
“Ada apa nih, ketawa-ketawa?” tanya Aulia yang baru saja bergabung. Aulia yang menggunakan Dress kuning selutut membuat dia tampak antik bercahaya. Krisna yang melihatnya pun terpana dengan kecantikan wanita pujaan hatinya.
“Mau kemana, De? Udah rapih aja nih?” tanya Gibran sambil menggoda.
“Tahu nih, maksa banget ngajak keluar,” jawab Aulia melirik ke arah Krisna sambil duduk di tengah-tengah kedua orang tuanya.
Sebenarnya sebelum dia mengajak Aulia makan malam diluar, Krisna terlebih dahulu meminta izin pada kedua orang tua Aulia, untuk mengajak Aulia makan malam diluar. Eki dan Sonia pun menyetujuinya, karena memang mereka sudah sangat percaya dengan Krisna.
__ADS_1
“Cih ... lo, De, mulut aja keliatan terpaksa tapi hati sangat bahagia,” canda Gibran yang berhasil membuat wajah adik kesayangannya merah merona.
“Dih ... apaan coba? Dah ah, ayo bang keburu malam.” Aulia pamit kepada kedua orang tuanya dan juga abangnya. Krisna hanya tersenyum, ikut pamit pada mereka dan mengikuti langkah Aulia yang sudah terlebih dahulu jalan keluar.
Aulia sudah duduk manis di dalam mobil, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
“Cie ... cantik banget. Mau kemana sih?” goda Krisna yang baru saja masuk ke dalam mobil.
“Ya udah ga jadi,” ucap kesal Aulia yang hendak akan membuka pintu mobil kembali. Tapi, semua itu tidak terjadi karena Krisna yang terlebih dahulu menarik lengan Aulia.
“Sensitif banget sih, De. Abang cuma becanda kali,” ucapnya menatap tajam wajah Aulia. Krisna masih menggenggam tangan Aulia membuat wanita cantik itu salah tingkah dan dengan cepat menarik tangannya.
“Ya udah ayo!” titah Aulia sambil memalingkan wajahnya ke jendela.
Selama perjalanan Aulia hanya diam menatap keluar jendela. Dadanya cukup berdebar malam itu karena dia benar-benar sangat bahagia.
“De, mau makan apa?”
“Emmm ... apa aja,” jawabnya singkat.
Krisna hanya tersenyum, dia pun memilih tempat di sebuah restoran dengan gaya klasik dan elegan. Setelah memarkirkan mobilnya, Krisna membuka pintu mobil dan mengulurkan tangannya agar Aulia menggenggamnya. Aulia merasa heran dengan sikap manis Krisna, karena ini pertama kalinya Krisna bersikap semanis itu padanya.
Aulia pun ikut mengulurkan tangannya dan meraih tangan Krisna. Keduanya pun masuk ke dalam. Sejak tadi genggaman tangan Krisna tidak melepas tangan Aulia. Walaupun Aulia berusaha melepaskan tangannya, tapi tetap saja Krisna makin mempererat pegangannya.
Seorang pelayan menyodorkan menu makanan, dan keduanya pun memesan makanan.
“Suka?” tanya Krisna.
“Bang, aku boleh nanya?”
“Silakan!”
“Sebenarnya malam ini dalam rangka apa ya? perasaan ulang tahun aku masih lama deh,” ucap Aulia heran. Mendengar itu membuat Krisna tertawa puas dan Aulia yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya.
“Dih ... aku lagi ga ngelawak kali, Bang,” kesal Aulia.
“Ga ada apa-apa kok, De. Pengen aja menciptakan suasana romantis sama kamu. Udah lama kita ga punya waktu berdua 'kan?”
Deg ... kata-kata Krisna membuat hati Aulia berdebar tidak karuan.
Maksud bang Krisna apa? Maksudnya waktu berdua apa? Aulia bertanya-tanya dalam hatinya.
“De ....”
“Ah ... ada apa, Bang?” Aulia kaget dengan panggilan Krisna yang membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
“Abang noleh nanya?” dia hanya mengangguk.
“Tadi siang, yang kamu maksud cowok yang tidak peka itu siapa?”
“Dih ... kepo,” jawabnya jutek. Krisna yang memasang wajah cukup serius, memegang tangan Aulia, “Aku serius!” ucapnya membuat Aulia benar-benar merinding.
“Kenapa? Apa itu penting buat kamu?” ucap Aulia memberanikan diri.
“Iya! Sangat penting sekali.” Jantung Aulia semakin berdebar-debar. Dia malu harus mengakui kalau lelaki itu adalah pria yang ada di hadapannya.
“Sepeting itu 'kah? Kenapa?” pertanyaan Aulia tidak mendapat jawaban sama sekali dari Krisna. Dia terus menatap tajam ke arah Aulia sampai akhirnya Aulia menyerah untuk mempertahankan jawabannya.
“Dia ....”
“Permisi Tuan, Nona! Ini pesanan anda,” ucap salah satu pelayan sambil menyodorkan aneka makanan yang sudah dipesan oleh keduanya. Krisna pun menarik tangannya dari genggaman Aulia.
“Semua pesanan sudah ya, Tuan?”
“Oh ... iya terimakasih,” jawab Krisna.
Setelah pelayan itu pergi, Krisna kembali menagih jawaban dari Aulia. Aulia yang sudah salah tingkah membuat Krisna yang melihatnya merasa sangat bersalah.
“Ya sudah. Lupakan semuanya! Sekarang mending kita makan keburu makanannya dingin.” Krisna menyerah. Dia tidak sanggup mendengar jawaban dari Aulia dan memutuskan untuk menyerah mencari tahu siapa lelaki yang sudah membuat wanita yang disukainya tergila-gila.
Aulia hanya menarik nafas dalam dan menuruti apa yang dikatakan oleh Krisna.
...Selalu seperti ini, dan akan seperti ini. Kamu selalu lari dari perasaan kamu, Bang. Aku di sini hanya mengikuti apa yang kamu mau, walaupun akhirnya kita akan terus seperti ini, gumam Aulia sambil menyantap makanan pesanannya....
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan Lupa komen dan like yaa...
bagi kalian yang berbaik hati, vote sebanyak-banyaknya..
AKU PADAMU SEMUANYA ♥️♥️♥️♥️
__ADS_1