Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 43


__ADS_3

S2 Bab 43


Satu hari yang melelahkan untuk Alaric, dia sudah mencari Ana sampai ke tempat panti asuhan tempat dulu Ana dirawat. Tapi, semua usahanya nihil. Alaric pasrah, dia merasa benar-benar tidak mengenal kekasihnya.


Cinta yang dia miliki melupakan untuk mengenal lebih dalam siapa sebenarnya Ana. Kini penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi. 'Dimana pun kamu, aku kan tetap mencarimu.' itulah yang menjadi prinsip Alaric saat ini.


Bukan hanya Aulia, tapi Ana juga mempersiapkan surat kecil untuk Riana. Bagaimana pun Riana sudah dia anggap seperti ibunya sendiri. Riana mendapatkan paket surat dari Ana setelah dua hari menghilangnya dia. Riana yang mendengar semua cerita dari anak-anak marah. Dia menyalahkan anak sulungnya tentang apa yang terjadi.


'Ini adalah hukuman buat kamu, Bang. Kalau memang kalian berjodoh, pasti Tuhan akan mempertemukan kembali kamu padanya.' ucapan Riana pada Alaric menyadarkan dia kalau dia pantas untuk ditinggalkan.


Setelah menerima sepucuk surat, Riana menuju kamarnya untuk membuka surat apa itu. Awalnya dia tidak mengetahui kalau sebenarnya surat yang ada ditangannya sekarang adalah surat perpisahan dari gadis yang dia sukai. Menghilang rasa penasarannya, Riana pun membuka surat itu.


...Hai Bunda!...


...Apa kabar bunda hari ini? Aku berharap Tuhan senantiasa selalu memberikan kesehatan dan kebahagiaan buat bunda. Maaf ya bun, aku pergi tanpa pamit terlebih dahulu sama bunda. Kepergianku sangat mendadak sekali. Ana cuma mau bilang Ana sayang sama bunda....


...Terimakasih bunda dan keluarga sudah mau menerima Ana. Keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang adalah keluarga yang sangat Ana impikan selama ini....


...Ana sangat bersyukur dan bahagia bisa masuk dalam keluarga bunda, walaupun itu hanya sementara. Terimakasih bunda! Kalian benar-benar keluarga yang sangat baik. Tanpa melihat status aku, kalian semua menerima aku....


...Ana yakin bunda sudah tahu masalah Ana sama bang Al. Tapi bunda jangan merasa bersalah, Ana pergi bukan karena bang Al kok. Ana hanya mengikuti keluarga angkat Ana. Ana berharap suatu saat nanti Ana bisa bertemu kembali dengan bunda. Tapi, bunda mau yaaaa! Hehehehe......


...Sekali lagi, Maaf dan terimakasih bunda untuk semuanya. Salam buat ayah dan Arez. Doaku selalu menyertai bunda dan keluarga....


...Salam Sayang,...


...Tasyana Lestari....


Tidak terasa air mata Riana menetes. Tidak bisa dipungkiri kalau dia benar-benar sangat menyayangi Ana, dan berharap Ana menjadi bagian dari keluarganya. Tapi, apa daya kalau Tuhan berkata lain. Ini sudah menjadi rencana Tuhan. Dia yakin kalau suatu saat Dia bisa bertemu dengan Ana walau bukan sebagai menantunya.


Diwaktu yang bersamaan Aulia juga menerima surat dari Ana. Mendapat surat itu Aulia merasa dirinya tidak pantas untuk mendapatkan salam perpisahan dari sahabatnya. Dia sudah gagal menjadi sahabat yang baik untuk Ana.

__ADS_1


Aulia hanya menatap surat yang diberikan sahabatnya itu. Dia belum berani membuka isi dari surat itu. Dia pun menyimpan surat dari Ana di dalam box kecil sebagai barang berharga yang diberikan oleh sahabatnya, tanpa dia membaca isi dari surat itu.


Kepergian Ana membuat semua orang terpukul, terlebih untuk Alaric juga Aulia. Sudah dua hari ini Alaric tidak keluar dari kamarnya begitu pun dengan Aulia. Keduanya dihantam rasa bersalah yang teramat dalam juga menyakitkan. Hanya penyesalan yang bisa mereka rasakan sekarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari dimana Ana menginjakkan kakinya di Indonesia untuk terakhir kalinya. Kini dia sudah terlihat lebih ceria. Ana lebih banyak tersenyum dan juga terlihat sudah ikhlas untuk meninggalkan semua kenangan dia di negara ini.


“Kak, kamu beneran enggak akan kasih pada teman-teman kamu?” Tanya Tina pada anaknya.


Ana tersenyum, “Enggak, Mama. Ana sudah pamit pada mereka semua kok.” Dibalik senyuman manis Ana, terdapat luka yang perih di hatinya. Walaupun wajah terlihat tenang dan bahagia, tapi Ana tidak bisa membohongi hatinya. Jiwanya sakit, raganya lemas untuk meninggalkan orang-orang yang sudah mengisi hari-harinya dengan kebahagiaan.


“Ya udah kalau itu mau kamu. Mama hanya ingin kamu selalu bahagia, Nak.”


“Mama tenang aja, Ana bahagia kok! Apalagi berkumpul kembali dengan kalian, itu cukup membuat Ana bahagia,” ucapnya sambil melemparkan senyumannya dan itu berhasil membuat Tina cukup tenang.


“Ana, jangan lupa janji kamu,” ucap Satria yang membuat Ana binggung.


“Janji?”


“Pasti, Kak. Ana akan ingat selalu itu.”


Panggilan untuk penerbangan pesawat Ana sudah diumumkan, dan itu artinya mereka harus segera masuk ke ruang tunggu. Sejak tadi Satria terus menggengam tangan Ana. Hatinya sangat sedih harus berpisah dengan saudara seperjuangannya.


“Kak, aku pamit ya! Ingat selalu bahagia,” canda Ana untuk menahan air matanya keluar.


“Bahagiaku pergi, bagaimana aku bisa bahagia?” Ucap Satria dengan wajah yang sedih.


“Cih ... aku akan kembali kok. Jangan sedih gitu, nanti aku nangis lagi. Aku mau sekarang hanya ada senyuman bukan tangisan.” Satria tersenyum mengangguk.


“Ana, boleh aku memeluk kamu untuk terakhir kalinya?” Mendengar itu Ana pun langsung memeluk tubuh Satria. Dia menyambut pelukan Ana sangat erat. Pelukan pertama untuknya saat mereka sudah dewasa. Pelukan pertama yang menandakan perpisahan.

__ADS_1


“Aku tunggu kamu pulang. Dan aku harap hatimu ada buatku,” bisik Satria berhasil membuat Ana kaget dan melepaskan pelukannya. Ana menatap tajam ke arah Satria seolah meminta penjelasan tentang apa yang dia katakan.


“Udah sana pergi! Tuh mama, papa udah nunggin kamu.” Satria menyuruh Ana segera pergi agar tidak meminta penjelasan padanya.


“Kakak punya utang penjelasan sama aku. Akan aku tagih nanti.”


“Iya bawel. Udah sana pergi. Jaga diri dan kesehatan kamu dan jangan lupa janji kamu sama aku.” Ana tersenyum mengangguk dan melangkahkan kakinya menhampiri keluarganya yang sudah terlebih dulu jalan. Sesekali Ana membalikkan badannya dan melambaikan tangan pada Satria.


Ana duduk di sebelah jendela pesawat. Dia menatap keluar untuk terakhir kalinya.


'Sampai jumpa, bang. Sampai jumpa Indonesia. Tunggu aku membawa sejuta cerita untuk kalian. Aku janji aku akan bahagia. Dan aku janji akan menjaga hati ini untuknya. Tuhan, jaga hatinya untukku. Kalau iya dia jodohku, aku ingin hatinya selalu ada namaku. Selamat tinggal semua, tunggu aku datang kembali dengan Ana yang berbeda.' Tidak terasa air matanya menetes. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya keluar sudah. Tina yang melihat anaknya menangis langsung menggenggam tangannya. Ana menoleh dan melemparkan senyuman pada Tina.


“Kita akan kembali, Nak,” ucap Tina dan Ana hanya tersenyum sambil menyenderkan kepalanya di bahu mamanya.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Terimakasih semuaaaaa .... ❤️❤️


Jangan lupa like dan komennya. Oia bantu VOTE juga dong novel ini dalam event LOMBA UPDATE TIM, yang ada di layar depan novel ini biar author tambah semangat lanjutin ceritanya 😊😊😊😊...

__ADS_1


Follow IG Author dong @Septriani_wulan15 biar kalian bisa tahu update-an terbaru novel-novel Author dan juga Follow akun Mangatoon/Noveltoon Aku ya 😘


AKU PADAMU SEMUANYA ❤️❤️❤️


__ADS_2