Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 44


__ADS_3

S2 Bab 44


Semenjak kepergian Ana, Alaric lebih banyak di kamar dan menghabiskan waktu untuk menulis. Menulis perasaan yang dirasakannya dengan banyak penyesalan. Dengan begitu Dia merasa tenang kalau sudah mengutarakan isi hatinya. Alaric lebih banyak diam dan semua yang dia rasakan hanya dia curhakan dalam sebuah tulisan.


Selepas kerja, Alaric akan langsung masuk ke dalam kamar, dan langsung mengambil buku yang sudah penuh dengan perasaannya di dalam sana. Dia pun mulai mengambil pena dan menulis kegundahan hatinya.


...'Kesendirian hanya masalah waktu'...


...Senyummu kala itu seikhlas awan yang melepas hujan, suaramu bagai anggur yang memabukkan. Aku tak pernah sekali pun lupa akan caramu berbicara, teringat setiap kata yang pernah terucap dari sosok yang amat tercinta. Aku tak pernah lupa barang sekali pun perihal apa yang pernah dia beri, dan aku tak pernah sekali pun ingin melepaskannya meski sesulit apapun itu keadaannya. Tapi, sekarang aku mengerti bahwa aku harus melakukannya....


...Aku hanya berharap senja menghantarkan kekacauan yang ada untuk mengiringi sebuah penyesalan. Meluluhkan hatinya dari kebodohan yang kuciptakan. Disaat aku hanya mampu memandang langit yang terlukis jelas indah wajahnya, hatiku tersenyum namun mataku berair. Entah, mungkin ini airmata kerinduan ataukah airmata dari seorang pengecut sejati....


...Semilir angin menyambutku begitu aku duduk di kursi yang berada di balkon rumahku. Sore yang cukup menyenangkan, begitu tenang. Suasana ini sangat cocok untuk mencurahkan ide-ide yang muncul begitu saja di kepala. Buku bersampul biru yang sering aku gunakan ini sangat sederhana karena hanya terdapat satu bintang besar berwarna kuning di tengahnya dan jika berada di tempat gelap bintangnya akan bersinar terang....


...Cukup lama aku menulis hingga malam mulai pekat dan angin berhembus kencang. Aku berdiri memandangi langit lalu memejamkan mata. Langit malam ini sama sepertiku sunyi, sepi, dan tenang. Beralih aku menatap ke bawah balkon, memandangi lingkungan rumah yang tak kalah sepi dengan langit malam....


...Perlahan ku gerakkan kembali pena ditangan, mengingatnya yang kini berangsur menghilang. Tak ada ungkapan yang sepadan untuk menggambarkan seurai penyesalan....


..."Aku belajar dari sang rembulan...


...Yang selalu setia menyinari langit malam...


...Dengan cahayanya...


...Walau awan menyapa kelam...


...Walau bintang terlihat suram...


...Seperti aku yang mencintaimu dari balik kegelapan...

__ADS_1


...Menjagamu dari balik bayangan...


...Tersembunyi tanpa pernah kamu tahu...


...Aku akan tetap menjagamu...


...Dalam bentang sayapku...


...Ku maknai arti cinta dalam renungan...


...Cinta bagiku adalah ketulusan...


...Mengikhlaskan saat cintamu bukan lagi milikku...


...Dan melepaskanmu, saat kamu tak lagi bahagia bersamaku."...


...Aku menghela nafas panjang, setiap bayang senyummu membuatku terisak kesedihan. Saat ini, sekarang. Hanya pena ditangan yang mengerti bagaimana hatiku berisik tanpa pernah mampu kamu telisik. Senandung hembusan angin menggerakkan daun pepohonan, membuatku malas tersadar dari lamunan tentangmu yang menjadikanku tertahan....


Kepergian Ana membuat kesedihan yang amat terdalam bukan hanya untuk Alaric dan Aulia tapi untuk keluarga besar mereka. Walau bagaimanapun juga mereka sudah menganggap Ana bagian dari keluarga.


Salsa yang tinggal menghitung hari untuk pernikahannya merasa tidak enak. Dia berniat untuk menunda pernikahannya sampai benar-benar keadaan membaik. Tapi semua itu ditentang oleh Alaric. Dia ingin agsr pernikahan kakaknya itu tetap berlangsung.


Dimana hari pernikahan itu menjadi hari yng membahagiakan untuk keluarga, tapi tidak untuk Alaric. Tapi Alaric terlihat biasa dan membantu semua persiapan pernikahan. Keluarga yang melihatnya pun sedikit merasa heran karena perubahan Alaric akhir-akhir ini.


Ya begitulah ... semenjak dia mulai menuliskan semua perasaan yang dirasanya, Alaric berubah. Dia sudah tidak terlihat bersedih lagi. Tapi dia menjadi lebih tertutup dan pendiam. Hal itu membuat Riana sangat sedih melihat anaknya yang terpuruk.


“Bun, apa aku menunda pernikahan aku saja?” Dia tidak bisa tinggal diam. Walaupun Alaric menentang niatannya, tapi dia tetap merasa tidak enak.


“Jangan buat abang semakin sedih, Kak! Kasian Fauzi yang sudah menyiapkan semua. Sekarang kamu dengan enteng bilang ingin menunda? Mau sekarang atau nanti, semua tidak akan kembali seperti semula. Percayalah, seiring berjalannya waktu, bunda yakin abang Al bisa melupakan semuanya.” Apa yang katakan Riana membuat Salsa sedikit tenang. Dia langsung memeluk tubuh ibu angkatnya itu dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


Bukan hanya Alaric yang mengalami perubahan dalam hidupnya, Aulia pun sama. Semenjak hari itu dia menjadi pendiam. Krisna kekasihnya pun merasa terabaikan. Tapi itu tidak membuat Krisna menyerah untuk tetap berada di sisi kekasihnya.


Berulang kali Aulia ingin berpisah dan mau sendiri dulu, tapi berulang kali juga Krisna menentang permintaan kekasihnya itu. Apapun yang terjadi, Krisna akan tetap selalu berada di sisi Aulia, walaupun tidak dianggap sekalipun. Keluarga dan saudara-saudaranya selalu membuat Aulia semangat dan melupakan semua yang telah terjadi. Walaupun sudah berusaha, tapi rada bersalah itu tetap saja muncul dan membuat dia semakin terpuruk.


Sesuai dengan ucapan Aulia. Dia membuat perhitungan pada cewek yang sudah membuat semua ini menjadi runyam. Dengan mengandalkan teman-teman kampusnya dia membuat si cewek itu akhirnya mengundurkan diri dari kampus. 'Mungkin hanya itu balasan yang setimpal untuk pengosip seperti lo.' pikir Aulia.


Bukan hanya Aulia dan Alaric saja yang merasa bersalah, tapi teman-teman kampus Ana juga. Mereka sudah memandang rendah Ana bahkan melakukan hal buruk padanya. Bukan hanya Alaric yang mencari keberadaan Ana. Semua teman-temannya pun sama. Mengandalkan media sosial mereka mencari tahu keberadaan Ana dimana, tapi usaha yang mereka lakukan nihil. Mereka hanya berharap kalau Ana akan baik-baik saja.


...'Aku disini sedang menghukum diri sendiri. Dengan semua yang telah terjadi, dengan kepergian kamu, di sini ku tersiksa. Maafkan aku! Aku bukan seorang teman yang baik untukmu. Biarkan rasa penyesalan ini terbelenggu dalam diri sebagai balasan rasa sakitmu. Aku harap kamu di sana bahagia. Entah di mana kamu berada, aku di sinu selalu berdoa. Mengenalmu adalah kabagian buatku. Aku harap kamu membaca ini, walapun entah kapan itu. Aku tetap menunggumu untuk kembali dan membuat cerita baru denganku. Cerita lama kita tersusun rapih dalam ingatan dan hati aku....


...Maafkan aku Ana, maafkan sahabatmu yang bodoh ini. Aku tunggu kamu kembali!'...


Aulia berulang kali mengirim email untuk sahabatnya itu. Aulia berharap suatu saat nanti Ana membacanya.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Terimakasih semuaaaaa .... ❤️❤️


Jangan lupa like dan komennya. Jangan lupa bantu VOTE juga dong novel ini dalam event LOMBA UPDATE TIM, yang ada di layar depan novel ini biar author tambah semangat lanjutin ceritanya 😊😊😊😊...

__ADS_1


Follow IG Author dong @Septriani_wulan15 biar kalian bisa tahu update-an terbaru novel-novel Author dan juga Follow akun Mangatoon/Noveltoon Aku ya 😘


AKU PADAMU SEMUANYA ❤️❤️❤️


__ADS_2