Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
Bab 37


__ADS_3

Didit melompat kegirangan saat mendapat akun yang sejak tadi dia cari. Tidak menunggu lagi, malam itu juga dia pergi ke tempat dimana Desi tinggal saat ini. Dia melihat tag lokasi terakhir di akun media sosial Desi. Dengan hati yang berdebar Didit melajukan mobilnya. Sudah sembilan tahun dia tidak bertemu dengan mantan kekasihnya itu. Dan dia berharap dia bisa bertemu dengannya malam itu juga.


Didit memarkirkan mobilnya di depan gerbang kostan-kostan lumayan besar yang berada di pinggir jalan. Dia turun dan menghampiri post security yang ada di dekat gerbang kost. Didit memperlihatkan foto pada Desi pada security yang sedang berjaga. Dan sesuai dengan dugaannya kalau Desi memang tinggal di sana. Tapi sayang, Didit tidak bisa menemuinya karena jam bertamu sudah habis. Dia di minta untuk kembali besok kalau ingin bertemu dengannya.


Terpaksa Didit harus menelan kekecewaannya. Dia tidak berniat untuk pulang, tapi dia memesan hotel yang tidak jauh dari tempat kost-an nya. Tidak lupa dia mengabarkan berita bahagia ini pada sahabatnya. Jelas saja, Riana yang mendapat berita itu sangat bahagia. Wajah yang sejak tadi terlihat masam pun berubah menjadi ceria.


Cukup mudah membuatmu bahagia sayang. Didit tersenyum melihat kegirangan istrinya.


05.00


Riana sejak semalam tidur dengan gelisah. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan Kakak kandungnya yang sudah selama hampir tiga tahun tidak berjumpa. Hari ini dia sengaja bangun lebih pagi dan meminta asisten rumah tangganya membantu dirinya menyiapkan makanan yang banyak. Dia pun segera membangunkan Salsa, memandikan dirinya dan memakaikan baju yang bagus untuk anaknya.


Rendra yang baru saja bangun dari tidurnya langsung mencari keberadaan istrinya. Tidak biasanya Riana keluar dari kamar sepagi ini dan itu membuatnya heran. Setelah menyiapkan anaknya, Riana kembali ke kamar untuk bersiap.


“Dari mana sayang?” tanya Rendra menghampiri dirinya.


“Aku habis memandikan Salsa. Mas, kita siap-siap sekarang yu!” Rendra menarik tangan istrinya saat hendak berjalan menuju kamar mandi.


“Apa sepenting itu Desi buat kamu? Sampai kamu melupakan ciuman selamat pagi untuk suamimu?” Riana tersenyum dan mengecup bibirnya. Rendra pun mengendong tubuhnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


“Aku akan berikan hukuman kecil untukmu.” Riana pasrah dengan apa yang akan dilakukan suaminya.


Setelah terjadi peperangan, mereka pun langsung bersiap. Terlebih dahulu Rendra menghubungi sahabat untuk meminta share lokasi tempat dia berada. Dan Didit pun langsung mengirimkan lokasi dirinya setelah mendapatkan pesan dari Rendra.

__ADS_1


Riana memeluk anaknya, sejak tadi senyumnya terus terpancar dari wajahnya. Dia merasa merasa sangat bahagia akhirnya bisa menemukan saudara satu-satunya itu. Rendra yang melihatnya pun ikut senang. Senyuman Riana adalah kebahagiaan buat hidupnya.


Akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju. Didit sudah di sana sejak tadi menunggu keduanya datang. Rendra mengambil alih Salsa dari gendongan Riana. Mereka pun menanyakan Desi pada security yang sedang bertugas. Security pun mempersilahkan mereka masuk dan menunggu di ruang tunggu.


Berbeda dari tempat kost yang kemarin mereka lihat. Tempat kost sekarang terlihat sangat mewah. Ruang tunggunya pun di lengkapi AC dan TV yang membuat nyaman orang yang menunggu. Rendra mengajak anaknya melihat Aquarium yang ada di sana, sambil menunggu security memanggil Desi. Cukup lama memang mereka menunggu dan akhirnya Desi datang juga. Dia merasa kaget melihat Didit yang berdiri di sana. Terlebih melihat Riana bersama kedua orang yang selama ini dia kenal.


“Kak Desi.” Riana langsung menghampiri dirinya dan memeluk tubuhnya. Bukan sambutan yang di dapatkan Riana tetapi penolakan dari Desi. Dia mendorong tubuh Riana, beruntungnya Rendra segera menangkap tubuh istrinya.


“Kalian ngapain ke sini? Maaf gue ga ada waktu.” Didit dengan cepat menarik tangannya saat Desi hendak pergi meninggalkan mereka.


Riana meneteskan air matanya, melihat istrinya menangis Rendra langsung memeluk tubuhnya. Desi semakin kaget saat melihat adiknya di peluk oleh teman semasa SMA-nya. Salsa pun ikut menangis melihat Bundanya yang menangis. Dan Rendra mengendongnya dan menenangkan dirinya.


“Chi, Lo harus kasian sama Adik Lo, dia sudah berhari-hari mencari keberadaan Lo,” ucap Didit. Desi menepis tangan Didit dan melanjutkan langkahnya meninggalkan mereka.


Tubuh Desi lemas dan terjatuh di lantai. Riana dan Didit pun langsung berlari menghampirinya.


“Chi, Lo ga apa-apa?” tanya Didit. Desi hanya menatap kosong ke arah depan. Didit dan Riana mengangkat tubuhnya dan membawanya untuk duduk di sofa.


Riana menggengam tangan Kakaknya sambil menangis. Dia memohon agar dirinya tidak perlu menjauh lagi dari dirinya. Tangis Desi semakin pecah dan Riana pun langsung memeluk tubuhnya. Keduanya berpelukan sambil menangis. Salsa yang melihatnya pun ikut menangis, suasana seketika menjadi sangat haru.


“Ayah, mau Bunda.” Mendengar gadis kecil itu bicara, Desi langsung melepaskan pelukannya. Dia melihat gadis kecil itu dan seketika hatinya merasa sangat sakit.


“Sini sayang sama Bunda.” Desi semakin kaget mendengar adiknya berkata seperti itu.

__ADS_1


“Ayah, Bunda? Apa maksud dari semua ini, Ria? Ada hubungan apa kamu sama Rendra?” tanya Desi yang mulai tidak mengerti dengan keadaan.


“Mas Rendra, suami aku Kak dan Salsa ini anak kita.” Riana belum bisa mengatakan kalau Salsa adalah anak kandung kakaknya, karena dia tidak ingin membuat anaknya akan merasa kebingungan. Walaupun dia masih berusia tiga tahun kurang, tapi Riana sangat menjaga perasaannya.


Desi tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya saat itu. Dia berdiri dan berlari masuk meninggalkan mereka. Rendra menghalangi Riana untuk mengejar Kakaknya, karena dia tau Desi masih belum bisa menerima kenyataan. Rendra mengajak istrinya pulang untuk memberikan waktu Desi untuk menyendiri.


Didit sejak tadi hanya melihat wajah mantan kekasihnya. Ingin rasanya dia memeluk tubuh Desi yang kecil. Dia tidak menyangka Desi bisa mengalami kehidupan yang pait. Dan dia berjanji pada dirinya sendiri, kalau dia akan membahagiakan Desi mulai sekarang. Dia akan membayar waktu-waktu dimana Desi mengalami kepedihan dalam kehidupannya.


Rendra pun pamit pada sahabatnya sedangkan Didit masih ingin menginap di hotel. Selama perjalanan Riana meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka pertemuan yang dibayangkan indah akan menjadi seperti ini. Dia tahu kalau kakaknya sangat keras kepala, tapi dia berharap besok Desi bisa membuka hatinya untuk dirinya, terlebih lagi untuk Salsa.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Bantu Author ya, kalau kalian memang menyukai karya Author mohon vote Author yaa...


__ADS_2