Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
Bab 53


__ADS_3

Hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Riana dan Rendra. Mereka akhirnya bisa berkumpul dengan anak mereka. Dari semalam Riana tidak bisa tidur, karena memikirkan hari ini. Sejak pagi dia sudah siap untuk menjemput Alaric. Terlebih dahulu Rendra menitipkan Salsa pada Sonia, sebelum mereka menjemput buah hati mereka. Selama perjalanan, senyuman Riana sangat terpancar bahagia. Rendra yang melihat istrinya pun ikut merasakan kebahagiaannya.


“Sayang, kamu tampak bahagia sekali. Aku sangat senang melihatmu seperti ini.” Riana melemparkan senyum manis padanya.


“Sangat sayang. Aku sudah tidak sabar mau menggendong Alaric.” Rendra mengusap rambut istrinya dan kembali konsentrasi mengemudi.


Sesampai di rumah sakit, Rendra langsung menuju administrasi untuk mengurus surat-surat medis anaknya, sedangkan Riana langsung menuju ke ruangan bayi. Kini bayi mungilnya sudah tidak dalam incubator. Alaric sudah berada di dalam box bayi dekat dengan jendela. Riana sangat bahagia menatap bayi mungilnya yang terlihat sangat sehat. Tidak terasa air matanya terjatuh, saat melihat anaknya yang seperti bayi normal, tanpa ada alat-alat yang menempel di tubuhnya.


Setelah mengurus surat-surat, Rendra langsung menghampiri istrinya. Dia menyerahkan surat itu ke perawat, dan perawat itu mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan bayi, untuk mengambil Alaric.


Ini pertama kalinya mengendong dan memeluk tubuh anaknya. Riana tidak bisa menahan air matanya, dan dia pun kembali menjatuhkannya. Dia sangat bahagia, akhirnya bisa menyentuh langsung tubuh Alaric. Rendra langsung mencium kening anaknya. Kebahagiaan mereka kala itu tidak bisa digambarkan.


Setelah menyerahkan surat-surat, keduanya langsung menuju ke mobil. Tidak dipungkiri kalau keluarga mereka sudah berkumpul di rumah, menunggu kedatangan cucu pertama keluarga Wicaksono. Saat sampai di rumah, Ratih dan juga yang lainnya sudah menunggu di depan pintu.


“Cucu Oma!” sambut Ratih, dan langsung mengambil alih gendongan Alaric dari ibunya.


Sonia dan Prabu, mendekat pada Ratih. Mereka sangat bahagia dan terharu, akhirnya bayi yang mereka tunggu-tunggu pulang juga. Semua pun masuk ke dalam, karena sebentar lagi pihak dari keluarga Didit akan segera datang. Setelah bergantian menggendong Alaric, Riana kembali mengambil anaknya dan membawanya ke kamar.


Salsa terus menatap wajah imut, dan ganteng sang adik. Dia sangat senang, akhirnya bisa mendapatkan seorang adik dari bundanya.


“Salsa, senang?” tanya Riana, dia hanya mengangguk tersenyum dan kembali melihat adiknya yang masih tertidur pulas.


“Sekarang Salsa, bunda panggil Kakak, mau?”


“Mau bunda. Salsa 'kan udah punya adik.” Riana tersenyum dan mencium kening anaknya.

__ADS_1


Disisi lain, Ratih dan para asisten rumah tangganya sedang sibuk menyiapkan aneka makanan untuk menyambut calon besan mereka. Desi pun turut membantu mertua dari adiknya. Dia sangat bahagia, karena telah menjadi bagian dari keluarga ini. Setelah semua persiapan sudah beres, dengan waktu yang pas Didit menelepon Desi kalau dia dan keluarganya sebentar lagi akan tiba di sana. Hatinya semakin deg-degan saat menerima telepon dari kekasihnya.


Walaupun bukan untuk pertama kalinya, tapi Desi merasakan gugup seperti ini baru pertama kali. Hatinya berdebar-debar menunggu kedatangan calon suaminya. Mungkin karena, Didit adalah pria yang sangat ia cintai tidak seperti pernikahan pertamanya bersama Ferdi.


Semua orang sudah berkumpul di depan rumah untuk menyambut Didit dan keluarganya. Keluarga Didit ikut bahagia walaupun Desi sekarang bukan seorang gadis lagi, karena mereka tau kalau selama ini anak mereka tidak bisa berpindah ke lain hati.


Saat turun dari mobil, Farah ibunda dari Didit langsung menatap Desi. Dia rindu pada gadis yang selalu datang ke rumahnya dulu, dengan memakai seragam SMA. Memang Desi sangat sering main ke rumah Didit. Kadang dia juga suka membantu Farah untuk memasak di dapur. Melihat wanita yang selama ini dia rindukan, Farah langsung memeluk tubuh Desi. Keduanya menumpahkan air mata bahagia. Desi tidak menyangka, kalau ibu dari Didit masih menganggap dirinya dan menerima dirinya yang apa adanya.


“Ibu, maafin Desi!”


“Ga ada yang perlu dimaafkan, sayang.” keduanya saling melempar senyuman.


Setelah berpelukan dengan Desi, Farah langsung menyapa Ratih yang ada di sebelahnya. Keduanya saling menyapa dengan mencium pipi. Didit datang bersama kedua orang tuanya dan adik perempuannya. Mereka pun masuk ke dalam rumah. Semua duduk di ruang tamu, dan suasana menjadi sangat tegang. Ayah dari Didit pun mulai mengangkat suaranya.


“Kedatangan saya dan keluarga ke sini, untuk melamar wanita cantik yang sudah mencuri hati anak saya,” ucap Darto ayah dari Didit. Semua orang tertawa sedangkan Desi tertunduk malu.


Mereka pun menentukan hari pernikahan untuk keduanya. Pihak dari keluarga Didit ingin segera melangsungkan pernikahan, dan itu di setujui oleh Ratih dan Prabu. Desi hanya pasrah dengan keputusan keduanya yang sudah dia anggap orang tuanya sendiri.


Satu bulan, waktu yang singkat untuk mempersiapkan pernikahan. Kesepakatan sudah di dapat, dan keluarga Didit mengambil alih semua persiapan acara. Acara pernikahan sudah selesai direncanakan, kedua keluarga itu pun langsung menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh Ratih.


Setelah menyantap makanan, kedua keluarga itu berkumpul di ruangan tengah. Suasana menjadi sangat hangat, saat baby Alaric bergabung di tengah-tengah mereka. Suara tangisnya kebahagiaan yang tidak bisa tergambarkan untuk semua keluarga.


.


.

__ADS_1


.


.


.


~Bersambung~


Para readers yang baik hati maaf ya Author akhir-akhir ini ga up. Author sedang dalam tidak enak badan dan semoga kalian mengerti.


jangan lupa like, komen dan Vote sebanyak-banyaknya ya... biar Author tambah semangat lagi menulisnya.


Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT. Lancar semua puasanya.... 😊😊


Oia aku mau ngasih tau novel Recommended banget nih... Pokoknya kalian ga akan nyesel deh.


Judul\= My Heart is Only For you.


Pena\= Ergina Putri


Judul\= Boss Come Here Please!


Pena\= Novi Wu


Judul\= Pujaku Mayang

__ADS_1


Pena\= Azis beck


Happy reading guys....


__ADS_2