Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 92


__ADS_3

S2 Bab 92


Aulia sudah tidak sabar untuk memberitahukan berita bahagia ini pada suaminya. Dia menyimpan benda pipih itu pada sebuah kotak merah, sebagai kado untuk suaminya. Sepulang dari mall, Aulia langsung menyiapkan makan malam untuk suaminya.


Waktu terus berjalan, hari pun sudah nampak semakin gelap, tapi Krisna belum saja terlihat batang hidungnya. Berkali-kali Aulia mencoba menghubungi suaminya, tapi sama sekali tidak ada tanggapan.


'Apa kamu sangat sibuk, Bang?' batin Aulia sambil terus menatap layar ponselnya.


Tubuhnya semakin lelah dan dia sudah tidak bisa menahan lagi kantuknya. Aulia berencana menunda kabar gembira untuk suaminya dan pergi istirahat. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, kondisi apartemen sudah gelap gulita. Krisna yang baru saja datang langsung melihat ke arah meja makan yang tersusun aneka masakan.


Sebenarnya perutnya sudah sangat kenyang, karena menemani rekan bisnisnya yang dari Jepang. Tapi Krisna menghargai jerih payah istrinya yang menyiapkan makan malam untuknya. Sebelum mengganti pakaian, Krisna terlebih dulu menyantap masakan istri kesayangannya itu.


Sambil makan, Krisna melihat ponselnya yang berada di tas kerja. Betapa kagetnya dia saat melihat banyak panggilan telepon tidak terjawab dan juga pesan masuk. Dia benar-benar lupa hari ini memberitahukan pada istrinya, karena kerjaan dia yang sangat menumpuk.


Selesai menyantap makanan, Krisna bergegas menuju kamar dan menghampiri istrinya yang sudah terlelap.


“Sayang, maafin aku!” ucapnya pelan dan mencium kening istrinya.


Mendapat ciuman dari suaminya, Aulia bangun dan dengan cepat dia menutup hidungnya. Entah kenapa mencium aroma badan suaminya dia sangat merasa mual.


“Loh ... kenapa, Yank?” tanya Krisna kebinggungan.


“Sayang, cepet sana mandi! Sumpah kamu bau banget.” Aulia terus menutup hidungnya dan menggerakan tangannya menyuruh Krisna untuk menjauh.


Krisna pun bangun dari duduknya dan bergegas masuk ke kamar mandi. Dia langsung mencium badannya dan yang tercium adalah aroma parfum yang menempel awet di tubuhnya.


“Aulia kenapa sih? Apa dia marah, jadi dia pakai alasan kalau aku bau?” lirihnya dan kembali mencium aroma tubuhnya. Krisna menggelengkan kepala dan memang merasa kalau tubuhnya masih harum wangi parfum merek yang sangat terkenal.


Aulia masih merasa mula dan mencium aroma minyak kayu putih. Untuk sekarang hanya itulah satu-satunya penyelamat dirinya dikala dia merasakan bau-bau yang sangat tidak enak. Saat Krisna keluar dari kamar mandi, Aulia kembali merasa sangat mual.

__ADS_1


“Stop! Jangan deketin aku! Maaf Sayang, untuk malam ini kamu tidur di kamar sebelah aja ya! Aku ingin tidur sendiri,” ucap Aulia masih menutup hidungnya dan memalingkan wajahnya tidak mau melihat Krisna.


“Yank, apa segitunya kamu marah sama aku? Maafin aku, Yank! Enggak harus berlebihan seperti ini juga kali. Kita suami istri, masa iya kita pisah ranjang, Yank. Please, maafin aku ya!” Krisna mencoba melangkah, tapi langkahnya terhenti saat Aulia kembali berteriak stop padanya.


“Please, kamu ngertiin aku dong! Kalau kamu enggak mau tidur di sebelah, ya sudah biar aku yang tidur di sana.”


“Oke-oke Sayang. Aku nurut sama kamu. Aku bakal tidur di kamar sebelah, tapi kamu harus janji kalau ini pertama dan terakhir kalinya kamu seperti ini.” Aulia hanya mengangguk dan menggerakan tanggannya menyuruh Krisna untuk segera pergi dari kamarnya.


Aulia sebenarnya merasa sangat bersalah. Tapi, ini semua bukan keinginan dia. Dia sangat mual melihat wajah Krisna terlebih mencium aroma tubuh suaminya. Padahal dulu sebelum dirinya hamil, dia sangat menyukai aroma tubuh suaminya, apalagi wangi keringat yang bercampur wanginya parfum. Tapi sekarang semuanya terbalik dan Aulia benar-benar tidak menyukai aroma tubuhnya.


“Sayang, itu papa kamu, Nak. Kenapa kamu sangat tidak menyukainya? Mama kangen sama papa, jadi mama mohon sama kamu, besok jangan seperti ini lagi ya!” ucap Aulia sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Keesokan harinya, Krisna sudah bangun lebih pagi sebelum istrinya. Dia menyiapkan sarapan untuk wanita cantik dalam hidupnya itu dan membatalkan semua meeting hari ini. Krisna merasa sangat berasalah, dia tahu kesalaha dia sangat besar sehingga istrinya bisa semarah itu tadi malam.


“Astaga! Aku kesiangan. Aduh mana sempet masak sarapan,” ucap Aulia yang baru bangun dari tidurnya dan bergegas keluar dari kamar.


“Sayang, kamu ngapain?” tanya Aulia. Tapi tetap dia menjaga jarak karena mual


mencium aroma badan suaminya.


“Hari ini aku enggak masuk kerja, Sayang. Aku mau membantumu di rumah dan yang paling penting aku mau bersama kamu seharian ini. Sayang maafin aku ya!”


“Aku juga minta maaf ya, Sayang. Sebenarnya ....” dengan cepat Aulia berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan cairan kuning yang sangat pait. Dia merasa mual mencium aroma bau bawang putih yang menyengat. Melihat istrinya yang tampak sakit, Krisna dengan cepat menyusulnya.


“Kamu enggak apa-apa, Sayang? Kita ke dokter sekarang ya!” Aulia terus menerus mencium aroma minyak kayu putih dan berjalan keluar dari kamar mandi.


“Sayang, nih ....” Aulia memberikan kotak merah yang sudah dia siapkan dan dia merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.


Tanpa menanyakan apa isinya, Krisna langsung membuka kotak merah itu. Seketika dia menjatuhkan kotaknya saat mengambil benda pipih di dalamnya. Tidak terasa air mata menetes di pipinya dan dia pun langsung menghampiri Aulia dan mencium keningnya. Tidak henti-hentinya dia mengucapkan kata terima kasih pada istrinya.

__ADS_1


Dengan cepat Aulia mendorong tubuh Krisna dan menyuruhnya untuk duduk berjauhan dengannya.


“Aku tidak suka wangi parfum kamu, Yank. Kepalaku pusing menciumnya.”


“Ya udah, mulai sekarang aku enggak akan memakai parfum lagi. Sekarang kamu siap-siap ya! Kita periksa anak kita. Aku juga akan mandi lagi untuk menghilangkan wangi di tubuhku.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan Lupa


👍Like


💬Komen


🌺Vote ya ...


Happy Reading


Aku padamu ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2