Istri Simpanan Presiden

Istri Simpanan Presiden
Bab. 53 Sebuah Alasan


__ADS_3

Deya membuka matanya tatkala seseorang tengah bermain nakal di perutnya. Lebih banyak mengusap terkadang membuaf sentuhan yang akan membuat reaksi dari tubuhnya.


"Ekhmmm," rintih Deya, tanpa membuka matanya. Sebuah kecupan mendarat di perutnya.


"De apakah kau lupa minum obatmu?" tanya Edward membuat Deya membuka mata lebar.


Iya dua malam kemarin, dia mencari obatnya tidak ada sehingga melewatkan satu malam tanpa meminumnya. Tadi malam dia lupa tidak membawa lebih tepatnya dia lupa jika dia harus minum obat serta pil KB itu juga menghilang entah kemana.


"Bagaimana kau tahu?" Deya bangkit menatap suaminya. Mendadak tatapannya berbeda. "Jangan katakan jika kau yang menyembunyikannya?''


"Sudah kukatakan jika aku ingin seorang putra dari mu."


"Itu tidak adil, bukankah sudah kukatakan jika aku harus menyelesaikan dulu sekolahku. Akan sangat memalukan jika aku hanya tamat SMU bersanding dengan dirimu." Deya bangkit mencari gaun malam yang dia lempar semalam. Memungut dari lantai, lalu memakainya.


"Yang penting aku tidak ada masalah dengan itu."

__ADS_1


"Kau tidak masalah tetapi keluargamu, relasimu, orang-orang sekitarmu bahkan bisa saja orang yang tidak ada hubungannya denganmu." Deya pergi ke kamar mandi, hendak mencuci wajah di wastafel.


"Lalu mengapa kau harus memperhatikan pendapat orang lain jika aku saja tidak peduli dengan yang mereka pikirkan." Edward mengikuti istri simpanannya.


"Jika kau ingin aku masuk dalam hidupmu aku akan membuat diriku terlihat layak di sebelahmu. Aku tidak ingin mempermalukanmu mulai karena hanya tertarik pada wanita cantik tetapi berotak kosong."


"Aku ingin kau dengan bangga mengenalkanku pada semua orang dan mereka mengatakan jika aku pantas bersamamu." Deya mengelap wajahnya dengan handuk kecil.


"De," Edward menyentak pelan bahu Edward. "Kau tidak akan pernah mempermalukanku."


"Itu ucapanmu, bukti yang jelas adalah Mario. Dia melihatku sebagai wanita murahan yang bisa dibeli oleh setiap pria. Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Mereka tidak akan pernah melihat apa yang membuatmu mencintai aku jika tidak terlihat buktinya."


"Aku bisa menjelaskan pada mereka. Jika aku yang mendekatimu?'


" Mereka tidak akan percaya begitu saja. Wanita kedua selalu yang akan disalahkan walau tidak semua wanita kedua itu salah."

__ADS_1


"Deya aku tidak perduli dengan tanggapan semua orang, yang penting adalah kau tetap ada di sisiku.''


"Cinta itu buta tetapi kehidupan pernikahan yang akan membuatnya terbuka."


"Saat ini kau sedang terkena virus cinta sehingga melupakan semuanya padahal kehidupan pernikahan yang sesungguhnya belum kita lakukan. Kita masih sibuk dengan dunia kita dan orang tidak ada yang tahu kehidupan kita sebenarnya. Andai matamu telah terbuka mungkin kau akan menyesal pernah mencintaiku."


"Tidak Deya, mengapa kau mengatakan seperti itu?"


"Kau akan sadar telah melepaskan suamua demi diriku. Bahkan orang paling penting dalam hidupmu, Zahra."


"Zahra?"


"Ya, apa dia akan tetap menyukaiku kalau tahu jika aku adalah wanita kedua dalam hubungan pernikahanmu. Dia akan mengira jika aku adalah wanita jahat yang telah merebut ayahnya padahal kau adalah orang paling berharga bagi dirinya." Deya terdiam menatap manik mata suaminya yang nampak bingung.


"Kau akan kehilangan Zahra selamanya jika tetap kekeh ingin bersamaku."

__ADS_1


"Tapi kau sudah bisa mengambil hatinya," ujar Edward.


"Bukan berarti itu akan membuat dia menerima hubungan kita. Dia akan menjadi orang satu-satunya yang akan menjadi penyebab kandasnya hubungan kita dan akan membenciku dengan sangat jika tahu bahwa aku berada di rumah kalian hanya untuk mengambil hatinya."


__ADS_2