
Dokter Franda datang ke rumah Edward.
"Nyonya Soraya ada di kamarnya," ujar Mr. Lee mengantarkan Dokter Franda ke kamar majikannya.
"Aya, ini aku datang,'' panggil Dokter Franda yang notabene adalah salah satu sahabat Soraya.
"Untuk apa kau datang kemari?" teriak Soraya dengan suara parau. "Aku bukan orang gila yang butuh bantuan dokter kejiwaan.
"Aku datang kemari sebagai temanmu," ucap Dokter Franda.
"Bukankah kau datang karena Edward yang memanggilmu?" tanya Franda.
"Aya, aku adalah temanmu, kita juga masih ada hubungan persaudaraan apa kau lupa? Aku peduli padamu juga menyayangimu."
Terdengar isak tangis keras dari Soraya.
"Aya, bukalah, aku merindukanmu," bujuk Franda. Setelah lama menunggu akhirnya pintu kamar di buka. Semua terpaku melihat ke arah Soraya yang tidak nampak seperti biasanya Dia nampak kacau dengan rambut yang berantakan dan riasan yang telah luntur. Ruangan di belakang Soraya juga penuh dengan barang pecah yang tersebar ke seluruh sudut ruangan.
Aya berdiri tergugu menatap ke arah Franda. Franda bergerak maju dan memeluk Soraya. Dia lalu membawa Soraya ke kamar lain. Berbicara dengannya dari hati ke hati.
__ADS_1
"Ada apa? Kau tidak pernah seperti ini semenjak menikah dengan Ed?" tanya Franda. Soraya menutup wajahnya.
"Apakah yang terjadi. Ed pria yang baik tidak mungkin dia menyakitimu."
"Dia sangat baik tetapi aku sempat tidak melihat itu. Aku hanya bisa melihat kekurangannya hingga aku jatuh pada rayuan pria lain. Semuanya sudah terlambat untukku memperbaiki semuanya." Tangisnya meledak di pangkuan Franda.
"Aya, kau...?" Franda tidak bisa mengatakan apapun.
"Aku menyesal dan aku ingin kembali padanya."
"Edward terlihat peduli padamu, dia bahkan terlihat khawatir dan menyuruhku datang menemuimu," ujar Franda.
"Aya... tenanglah!" bujuk Franda.
"Bagaimana aku bisa tenang ketika suamiku direbut wanita lain," seru Soraya yang mulai kalap.
"Aku tahu perasaan mu Aya, kau pasti sangat terluka," kata Franda lemah lembut.
"Kau tidak tahu bagaimana sakitnya perasaanku ketika tahu pria yang kucintai tidak mencintaiku. Itu tidak boleh. Edward hanya milikku."
__ADS_1
"Aya... kita bisa bicarakan ini baik-baik dengan
Edward. Dia masih mencintaimu sama sepertimu yang mencintainya mungkin dia hanya ingin membalas perbuatanmu saja selanjutnya dia pasti akan kembali padamu asal kau berubah dan bisa merayunya kembali. Bukankah dari dulu hanya ada kau yang ada dihatinya."
Franda lalu membujuk Soraya agar tenang Dia juga memberikan obat tidur. Setelah memastikan pasiennya sudah tenang dan terlelap Franda menghubungi Edward.
"Menurut ku, Aya mengalami berbagai masalah kejiwaan.Sebagai praktisi kejiwaan, apa yang dia lakukan memang terlihat tidak lazim. Setelah evaluasi, diketahui bahwa Aya hanya memiliki tiga gejala.
Hasil evaluasi menunjukkan jika Aya mengalami gangguan psikologis , yaitu gangguan kepribadian ambang dan gangguan kepribadian histrionik. Salah satu tes yang dia gunakan adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory
Pengobatan pada dasarnya harus merupakan kombinasi antara psikoterapi dan pengobatan farmakologi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Psikoterapi adalah terapi pilihan. Salah satu psikoterapi yang aku gunakan adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini berupaya mengubah perilaku menyimpang dan kepercayaannya dengan melakukan identifikasi masalah pengidap.
Golongan obat yang dapat digunakan adalah obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI). Pengidap yang mendapatkan obat golongan ini diketahui menunjukkan perbaikan dari segi kemarahan dan perilaku agresif. Komplikasi yang mungkin muncul jika tidak tertangani, seperti depresi dan gangguan kecemasan."
"Lakukan yang bisa kau lakukan," kata Edward mendesah.
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk sepupuku. Aku harap kau juga membantuku untuk menenangkan Aya walau aku tahu, Aya telah banyak melakukan kesalahan padamu. Aku harap masih ada sisa cintamu untuk Aya, walau sedikit atau mungkin belas kasihan karena kalian pernah mengalami momen bahagia bersama."
"Aku mendengarmu."
__ADS_1