Istri Simpanan Presiden

Istri Simpanan Presiden
Bab 69. Dukungan istri sah


__ADS_3

Esok harinya ketika Edward berangkat kerja. Pintu apartemennya mulai diketuk oleh seseorang. Deya tidak tahu mengapa ada orang yang begitu mudah keluar masuk lantai apartemennya padahal sebelum masuk pasti ditanyai terlebih dahulu oleh penjaga di depan.


"Ih, siapa sih?" gumam Deya berjalan mendekat ke arah pintu. Deya rasa itu bukan bodyguard milik Edward karena mereka tidak pernah mengganggunya.


Deya mulai membuka pintu dan terkejut ternyata Soraya ada di depan pintu. "Eh Mbak masuk," ajak Deya langsung. Mereka lantas duduk bersama setelah Deya menyiapkan camilan dan minuman.


"Bagaimana De, apakah Ed setuju dengan keinginan kita? Ehm keinginan ku lebih tepatnya."


"Mbak, sewaktu Aku bicara dengan Mas, dia sempat menolak."


"Aku sudah mengiranya karena Ed begitu keras kepala dan gigih jika menginginkan sesuatu. Dia sedang menginginkannya pastinya akan melakukan segala cara agar bisa selalu bersamamu. Maka dari itu aku menawarimu untuk berbagi suami."


.


"Tunggu dulu Mbak bukan begitu maksudnya. Aku bicara dengannya, awalnya dia memang menolak tapi akhirnya dia menyetujui."


"Setuju, jadi dia tidak akan menceraikanku."

__ADS_1


"Betul Mbak. Mas Ed tidak ingin menceraikanmu."


"Aku tahu itu, jika Ed masih cinta dan sayang padaku." Soraya mulai mengeluarkan air matanya." aku tahu dia hanya marah padaku untuk sesaat namun jauh dalam lubuk hatinya dia tidak tega jika melihatku menderita atau kesusahan, Ed sangat mencintaiku."


"Oh ya aku kemarin membawakanmu pakaian dan sepatu coba lihat ini mereknya candi-candi merk paling in di dunia saat ini keluar dari seorang desainer ternama asal Perancis Kok bisa lihat gaunnya sangat cantik bukan?"


" Mbak sengaja membelikan ini untukku? Wow ini sangat indah." ungkap dia tidak percaya dia nampak antusias membuka paper bag itu.


" kau harus memakainya besok ya. aku lupa Aku ingin kita makan malam bersama dengan Edward sebagai satu keluarga bahagia, lalu membicarakan tentang kehidupan kita setelahnya."


"Mbak ingin mengajakku makan malam?"


Aku tidak tahu masalah warga Tapi aku harap semua bisa cepat diatasi aku akan ikut bahagia jika Sahabat juga bahagia dan kebahagiaan mereka juga ada di tanganmu, Mbak."


" Mempunyai madu sepertimu itu seperti mempunyai seorang kecil yang lucu adik lucu seperti dirimu."


"Akh kakak terlalu memuji itu Tidak baik bagi kondisi bagi diriku yang nanti akan sombong

__ADS_1


"Kau memang imut dan menyenangkan deya, pantas saja jika Edward mencintaimu Padahal selama ini belum pernah ada perempuan lain yang bisa menggantikan Posisiku di hatinya atau bisa menyentuh hatinya,"terang Soraya.


" Sungguh Mbak?"


Soraya memegang lehernya. "Aku tidak bohong. Kau adalah gadis istimewa dari Presdir kita."


"Ya sudah, kita teruskan pembicaraan yang menyenangkan nanti. masih ada syuting sebuah iklan namun sebelum itu aku akan menjemput Zahra terlebih dahulu."


"Terima kasih Kak karena telah ku jaga Zahra dengan baik."


"Dia anakku tentu saja harus kujaga dengan baik."


Deya lantas mengantar Soraya hingga ke lift. Wanita itu mencium wajah Deya kanan kiri laku masuk ke dalam lift.


"Jangan lupa besok kita makan malam bersama. Aku yang akan menentukan pilihan restoran."


"Iya Mbak aku tidak akan melupakannya. Aku sangat senang ada kau yang mendukung pernikahan ku dengan Mas."

__ADS_1


"Aku juga senang karena kau yang bersama Ed bukan wanita pelakor gila lainnya."


Pintu lift mulai tertutup.


__ADS_2