
Ada keluarga Hanan yang sedih, ada juga seseorang yang sedari tadi menatap kedua mempelai dengan tatapan tak percaya dan ada kecewa disana, tetapi tetap setia berada di kursi tamu menatap kedua mempelai yang tengah bahagia.
Tamu tersebut membawa istri yang cantik dengan mata sipit dan rambut panjang diwarnai kecoklatan, di kerli indah serta wajah yang teduh dan kedua putrinya.
Ya, mereka adalah dokter Bryan Jonathan dan istrinya Nathalia, serta kedua putrinya yang masih balita.
Dokter Bryan juga telat menikah, tapi bukan karena menangisi Yasmin seperti dokter Yusuf yang terus menangisi Yasmin saat itu tetapi tidak berani bilang, dokter Bryan lebih karena setiap melihat wanita yang dekat selalu membandingkan dengan Yasmin sehingga tidak dapat dapat dan akhirnya harus dijodohkan oleh bapaknya.
Tampak dokter Bryan kecewa karena sahabat karibnya itu sering telpon tetapi tidak pernah bilang jika ia akan menikah dengan Yasmin, sialan memang dokter koplak itu, saking takutnya Yasmin direbut Bryan dia mengundang sahabatnya itu bukan jam delapan sesuai jadwal akad tetapi jam sepuluh, karena apa? Karena biar saat dokter Bryan datang mereka sudah resmi menikah.
Dan benar saja, saat dokter Bryan datang disana tinggal momen foto dan acara santai, Dokter Bryan kaget waktu sampai depan rumah Yasmin, tidak menyangka jika sahabatnya menikahi wanita dambaan dokter Bryan semasa kecil hingga kuliah.
" Sialan lo emang ya!", Gerutu dokter Bryan sambil menyikut pelan dokter Yusuf.
" Ya maaf, aku khawatir lo tikung!", Jawab dokter Yusuf pelan sambil terkekeh takut Nathali dengar tidak enak, ini obrolan lelaki.
" Bisa aja, hemmm.... ternyata dia jodohnya elo, aku nangisin dia dulu curhatnya sama lo, eh... malah sekarang berjodohnya sama dokter somplak kayak lo ini, sialan!!", Ucap dokter Bryan pelan.
" Udah, lo udah punya yang seger jangan ngiri!", Jawab dokter Yusuf.
" Mau seger, mau cantik mau muda sekalipun cinta itu soal hati bro... tidak bisa di rekayasa... dan gue cinta sama dia, sangat... tetapi ada hal yang tidak bisa gue tembus... dan mungkin dia memang takdir lo... semoga bahagia terus karena gue tahu lo sebetulnya naksir dia dari waktu kuliah meskipun lo tidak cerita tapi gue yakin perasaan lo sama gue saat itu sama, sama sama merana.... ha haaa", Dokter Bryan terkekeh lebar diakhir kalimatnya melihat dokter Yusuf tertunduk malu karena ketahuan ternyata sahabatnya tahu perasaannya saat dulu.
" Ah sialan.....", Dokter Yusuf memukul pelan lengan dokter Bryan.
" Ngaku lo!", Dokter Bryan kembali terkekeh, meskipun ada sedikit kecewa, tapi melihat Yasmin akhirnya menjadi milik sahabatnya dokter Bryan bersyukur dan berharap mereka bisa menua dan bahagia terus.
" Iya, sejujurnya gue ga bisa move dari rasa cinta sebelah tangan gue waktu itu, tapi mau bagaimana sudah keduluan orang, pasrah.... tapi ternyata kami dipertemukan saat saling membutuhkan dan itu bonus dihidup gue", Jawab dokter Yusuf bersemangat dan penuh haru.
__ADS_1
" Dia itu orangnya baik banget bro, tulus, tidak neko neko dan mudah menerima kehadiran orang baru, pokoknya hidupnya selalu berprasangka baik dan satu lagi... dia itu pinter, jadi lo harus punya anak dari dia ", Dokter Bryan kembali terkekeh lebar.
" Iya dong, gue seneng bujang bujang dia sudah mulai remaja dan gue merasa mendapat bonus berlipat lipat, bersyukur banget anak anaknya juga bisa menerima kehadiran gue dengan ikhlas", Ucap dokter Yusuf penuh rasa syukur.
" Gue yakin sih, dia pinter mendidik anak anaknya, makanya gue bilang lo harus punya anak dari dia".
" Pasti dong!", Mereka terkekeh berdua.
" Bentar gue panggil istri gue biar gabung kita ngobrol disini, tapi jangan dilirik ya, sudah halal nih, jangan main main", ucap dokter Yusuf bernada ancaman dan itu membuat dokter Bryan terkekeh lebar.
" Sayang..... kita kesana yuk, ada mantan mu disana", Ucap dokter Yusuf pada Yasmin, membuat Yasmin yang sedang ngobrol dengan pak Taslim, bu Ida dan bu Nunik sama suaminya pun menoleh kearah dokter Bryan.
" Ya ampun dokter Bryan... mas yang undang dia?", Tanya Yasmin yang mulai membiasakan diri menyebut dokter Yusuf dengan panggilan Mas sejak akad tadi.
Yasmin juga mengundang pak Taslim, bu Ida, bu Nunik dan pak Agus suami bu Nunik datang diacara pernikahannya, dan ternyata paket kemarin itu hadiah dari bu Ida.
" Pak bu, semuanya ijin ya, mau bawa dulu istriku ini untuk duduk disana, maaf, permisi", pamit dokter Yusuf pada keempat tamu specialnya Yasmin.
" Sepertinya dokter itu sayang banget sama bu Yasmin, ikut seneng deh!", Ujar bu Ida, bu Nunikpun mengangguk setuju.
" Semoga bu, kita doakan saja", Jawab bu Nunik.
" Assalamualaikum dokter", Sapa Yasmin meskipun beda keyakinan hanya sekedar sapaan salam kesejahteraan selalu Yadmin ucapkan untuk dokter Bryan.
" Waalaikum salam.... Selamat ya, sialan suamimu ini kelakuannya, masak tidak bilang jika mau nikahnya sama kamu dik", Ucap dokter Bryan seraya bersalaman dengan Yasmin.
" Lepas! Sudah jangan lama lama salamannya bukan muhrim entar nyetrum", Dokter Yusuf melepas tautan tangan keduanya, padahal salaman itu hanya sekilas saja diujung jari, karena Yasmin tidak enak dokter Bryan sudah mengulurkan tangannya terlebih dulu.
__ADS_1
" Diiihhh.... posesif amat lo, harap maklum ya dik suami mu ini posesifan lo, yang sabar ya", Ucap dokter Bryan.
" Mana anak istrinya mas?", Tanya Yasmin.
" Ada, itu anakku minta main diluar, ga bisa diem, sementara yang kecil tidak mau sama aku, maunya sama mamanya terus", Jawab dokter Bryan.
" Dari yang dulu bawa anak berapa dik?", Tanya dokter Bryan tanpa rasa sungkan.
" Tiga mas, kasihan suamiku ini langsung dapat bonus banyak", Ujar Yasmin dengan tersenyum tipis.
" Eh, jangan dikasihani, dia mah duitnya banyak, mau ngasih makan sepuluh anak juga enteng... baru ngasih tiga ditambah satu ditambah kamu dik, mau menyantuni janda sekampung juga dia mah mampu", Ucap dokter Bryan tertawa lebar.
" Edan lo, sembarangan janda sekampung!, cukup satu lah dan sampai tua dan nyawa memisahkan kita ya yank!", Dokter Yusuf melirik Yasmin, Yasmin hanya mengguk dan tersenyum tipis, " Aamiin", jawabnya lirih.
" Ya... makanya gue bilang kalian harus tambah anak, usia belum empat puluh masih bisa dan masih kuat, ya,!", Jawab dokter Bryan.
" InshaAlloh", Jawab Yasmin, dokter Yusuf yang mendengarnya senang.
" Terus Sabrina kamu kemanakan?", Pertanyaan nyeletuk dokter Bryan sukses membuat mata dokter Yusuf melotot lebar, dan Yasmin mengkerutkan keningnya, menginginkan penjelasan, ada sesuatu yang belum Yasmin tahu nih dari sang suami.
Bersambung.....
Maaf .....πππ mohon doa restu saja dari readers ya .. smg bahagia terus cik gu Yasmin dan pak dokter, soalnya lagi pandemi undangan dibatasi, mohon kiranya bisa memaklumiπ€ͺπ
Buat yang sudah menebak semalam..
Betul.... Dokter BryanπππππΉ
__ADS_1