
Dan malam minggu itupun datang, dokter Yusuf bersiap menghadiri undangan makan malam dengan Halwa, meskipun bocah itu tadi sempat berontak karena menolak dan memilih akan di rumah kak Aya saja menunggu ayahnya pulang dari undangan, tetapi dengan ide liciknya dokter Yusuf memberikan ide ide jika terjadi hal yang tidak diinginkannya.
Akhirnya Halwa ikut ayahnya meskipun dengan wajah cemberut.
Sementara itu Yasmin malam minggu begini malah ditelpon bu Ida, dengan segala ide idenya yang baru Yasmin tahu.
" Miss Yasmin sudah mulai kenal kan dengan lingkungan sekolah?", tanya bu ida.
" Lumayan bu, belum akrab semua tapi sudah hafal sedikit sedikit", Jawab Yasmin.
" Sudah kenal secara akrab juga dengan pak irawan?", Tanya bu ida lagi.
" Akrab si tidak bu, biasa aja , ada apa memangnya?", Tanya Yasmin.
" Dia duda lho, anaknya sudah besar besar, dia itu baik banget, lagian istrinya sudah meninggal tiga tahun lalu", Jawab bu Ida, rupanya obrolan pak Irawan dan pak Taslim kemarin belum diterima oleh bu Ida, beliau masih bersikeras menjodohkan Yasmin dengan pak Irawan.
" Terus? Hubungannya sama saya apa ya bu? Jangan bilang jika ibu mau menjodohkan kami!", Yasmin langsung tahu maksud dari bu Ida.
" Nah itu paham, mau ya?", Ujar bu Ida dengan terkekeh disebrang sana.
" ibuuu.... kok gitu, beliau perasaan dekat dengan dengan bu Wida lho, kasihan nanti jika dipaksa dijodohi sama diriku, enggak ah! Lagian Yasmin masih enak begini, belum kepikiran untuk kembali beruma tangga bu, maaf ya ibuku sayang", Ujar Yasmin setengah memohon pada atasan sekaligus sahabatnya itu.
" Ya sudah, ada barang bagus ya aku tawarkanke dirimu dulu sebelum diambil orang lain", Jawab bu Ida tergelak lebar.
" Terima kasih, silahkan untuk orang lain dulu", Yasmin pun tergelak.
" Ya sudah, ibu tutup kalian baik baik ya disitu, kangen ih, kapan kita bisa kumpul seperti tahun lalu", Ujatlr bu ida.
" Lha salahnya aku dibuang ke kota ini bu", Yasmin pun tertawa lebar.
" Tadinya demi duda dewasa itu, malah kamu tolak, ya sudah lah", Jawab bu ida dan merekapun saling mengucap salam perpisahan sebelum menutup panggilan.
Dokter Yusuf sedang berada di rumah orang tua dokter Sabrina. Disana ada juga beberapa dokter juga yang akrab dengan dokter Sabrina tentunya, diundang makan malam bersama.
" Begini, makan malam ini dimaksudkan tadinya untuk menanyakan tentang hubungan dokter Yusuf dengan putriku ini, tetapi ternyata putriku memilih untuk tidak melanjutkan hubungan ini, karena dia memilih tugas keluar kota, ya dia memilih bertugas di pusat ibu kota, dan dia juga memuruskan untuk mengakhiri hubungan yang baru saja akan terjalin ini, saya harap dokter Yusuf tidak keberatan dan bisa maklum adanya", Ucap ayahnya dokter Sabrina secara terus terang.
__ADS_1
" Oke pak, saya sangat memaklumi, karena rasa memang tidak bisa dipaksakan, dan saya sangat mendukung semua keputusan dokter Sabrina, semoga sukses berkarir diibu kota", Jawab dokter Yusuf sumringah, lega rasanya tidak kepikiran tentang perasaan dokter Sabrina. Jujur dokter Yusufpun tadinya tidak setuju mengingat dokter Sabrina masih muda dan masih gadis, takutnya tidak sayang dengan Awa.
" Maaf ya mas, semua ini murni keputusanku", ucap dokter Sabrina.
Sebenarnya yang terjadi:
Ibunya dokter Sabrina menentang keras dengan perjodohan yang dilakukan teman teman dokter anaknya, beliau sangat tidak setuju jika putrinya menikah dengan duda yang usianya terpaut jauh.
" Bunda sudah sekolahi mahal mahal jadi dokter kok sudah jadi dokter mau di nikahkan sama duda, tidak! Biarkan Sabrina pindah ke ibu kota saja", Ujarnya saat berembuk dengan suaminya, takut berkelanjutan dan timbul rasa antara dokter Yuduf dan Sabrina, sehingga segera diuruslah kepindahan dokter Sabrina melalui saudaranya yang berada di ibu kota, disana akan bunda jodohkan dengan saudaranya ibunya itu.
" Berarti tadi tugas terakhir di rumah sakit?", Tanya fokter Salman, salah satu dokter yang diundang oleh Sabrina.
" Maaf, tapi aku yakin ini akan lebih baik untuk mu kedepan", Ucap dokter Yusuf.
" Iya dok, saya harap Halwa segera mendapatkan ibu baru, maaf jika saya memilih pergi", Ucapnya.
" Tidak masalah diantara kita saya rasa juga belum ada rasa, kenapa harus minta maaf", Jawab dokter Yusuf.
" *Dokter salah.... Aku orang yang mengagumi dokter, tapi aku tidak berani melawan ibu, karena aku hanya akan menikah atas restu ibu dan juga ayah", Bathin dokter Sabrina*.
__ADS_1
Dokter Yusuf dan yang lainnya pun mengucapkan salam perpisahan pada dokter Sabrina dan kemudian pamit pulang.
" Yakinkan pilihan ibu benar Sa, lihat tadi putrinya dokter Yusup sangat tidak bersahabat jika melihat mu, apa iya kamu mau nikah dengan mengurusi anak itu", Ibunya dokter Sabrina berkomentar melihat pandangan Halwa yang sinis pada Sabrina setelah tamu bubar.
" iya bu, ibu tenang saya juga tidak cinta kok sama dokter Yusuf".
Dewi yang sudah kembali sedikit lebih turun berat badannya dan juga sudah sangat sehat, kini mulai fokus dengan usaha online kembali, untuk menghilangkan rasa penat karena didiamkan oleh Hanan terus.
Hanan hanya pulang jika hari sudah sore, dengan alasan sibuk ngelesin renang untuk bayar hutang bekas operadi Zea, dan juga untuk menabung jika nanti akan diambil pen nya dari kaki Zea. Dewi pun maklum akan alasan Hanan.
Hanan benar benar menghabiskan waktu setiap hari di kolam berenang untuk mrngajar les.
Banyak waktu yang di habiskan dikolam membuat Hanan yang sedang ada masalah dengan Dewi dan tidak melakukan hubungan lagi karena masih kecewa dengan Dewi membuat Hanan sering sering curi pandang pada ibu ibu yang mengantar anaknya les, apalagi ibu ibu yang ikut berrnang saat ansknya belajar.
Hingga Hanan seringlah berinteraksi dengan ibu Rosa, seorang ibu muda yang baru berusia 29, lebih muda dari Dewi.
Ibu ini orangnya terlihat baik dan kalem pembawaannya seperti Yasmin, hanya saja ibu ini terlihat gaul dan modis.
Bahkan dia ini sering membelikan Hanan makanan jika dikolam, tetlihat cukup ada uanglah, hingga membuat Hanan sering mengobrol dan bercanda dengan ibu ini.
" Alendra putra ibu satu satunya?", Tanya Hanan.
" iya pak, soalnya suami jarang pulang jadi susah mau punya adik lagi", Jawab bu Rosa dengan tertawa lebar.
" Owh, sering ditinggal bu?", Tanya Hanan.
" Ya... begitulah pak, resiko jadi istri pedagang sering pergi ke luar kota", Jawab bu Rosa.
Seperti mendapat angin segar Hanan yang tadinya masih sungkan ngobrol dengan bu Rosa sekarang menjadi lebih leluasa, ternyata jauh dari suami.
Semenjak saat itu Hanan dan bu Rosa terlihat semakin intim saat mengobrol entahlah ssmpai sedekat apa hubungan mereka.
__ADS_1
Bersambung....
Pak Hanan belum sembuh gaisss... Biar Dewi ketahuan dulu baru nanti kita lihat tindakan Hanan....