
" Mbak Dewi di dalam saja kita ngobrolnya", akhirnya Yasmin merasa sangat tidak tega dan langsung menarik dari masuk ke dalam rumah.
" itu Ibu maaf ya saya di dalam aja", gamis Jasmine kepada ibu-ibu yang lain dengan anggukan ramah dan sopan.
" Iya mbak....".
" Mas Hanan ya, Mbak Yasmin dituker sama istrinya yang sekarang sih, gimana ceritanya itu", celetuk yang lain lagi.
" Ya namanya orang jodohkan nggak ada yang tahu.... makanya pandai-pandailah bersyukur siapapun pasangan kita disyukuri aja di doakan semoga sehat dan bertanggungjawab, sayang sama kita, jangan terlalu muluk-muluk nanti malah kejeblos", Timpal bu RT.
" wong mas Janan itu anu kok blereng sepertinya saat itu dikiranya kilau permata sehingga berani menukar dengan mbak Yasmin", kali ini bapak-bapak yang mendengar obrolan ibu-ibu ikut menimpali sungguh tetangga masak nanti ini Waduh.
" kenapa sih pada sirik wong istrinya Mas Hanan yang sekarang juga cantik kok, montok", Timpal yang lainnya.
Sebagian banyak dari mereka Mendengar celetukan orang yang terakhir tadi malah pada tertawa dan itu semua tak luput dari pendengaran Hanan walaupun jarak mereka cukup jauh tapi Hanan tahu orang yang sedang di depan dapur itu sedang membicarakan dirinya dan Dewi, namun Hanan tidak merasa tersinggung ataupun sakit hati dia pun sadar diri atas kesalahannya bukan bukan sadar diri tapi menyesali diri yang teramat dalam dan hanya bisa ia pendam.
" Apa kabar bro, saya ikut berduka ya semoga ibumu Khusnul khotimah, mana istrimu?", siapa salah satu tetangga dan juga teman Hanan waktu masih di kampung dulu.
" Amin makasih, istriku ada di dalam", jawaban dan ramah kembali menyapa temannya dengan saling bersalaman.
" apa kabar?".
" Alhamdulillah sehat bro, anak udah berapa?", tanya temen Hanan.
" tiga waktu dengan Yasmin", jawab Hanan.
__ADS_1
" Mbah saya ketinggalan berita tuh udah nggak sama Yasmin lagi?", Tama, teman Hanan itu terkejut.
" Yah begitulah! tadinya mau poligami gue, nggak taunya gagal bro! nyesel gue asli nyesel bro! jangan coba-coba deh poligami tanpa dilandasi harta dan ilmu hancur", ucapanan begitu terbuka kepada temennya ini, Tama.
" Widiihhh.... nekat kamu bro, guru kan? sudah PNS?", tanya Tama.
" ya ", jawaban untuk kedua pertanyaan itu cukup satu kata "ya".
" Tahu bakalan lu buang dulu Yasmin buat gue! benar-benar loh dah, banyak yang antri menunggu jandanya Yasmin, begitu kamu lengah apalagi sampai kamu lepas banyak yang mau langsung jadi penggantimu, betul begitu?", tambah tergagah lebar benar-benar dirinya belum mendengar berita ini karena memang dirinya Sudah lama tidak pulang ke kampungnya dan kebetulan ini sedang berlibur setelah hampir 5 tahun tidak mudik dari luar pulau.
" Ya ", dan kali ini jawaban singkat itu juga yang mewakili pertanyaan panjang lebar Tama.
" Sekarang di mana Yasmin, sudah nikah lagi?".
" Sudah!".
" Waoww.... sungguh?", Tama tambah kembali terkekeh lebar, " apa gue bilang, lo sih!", bener-bener Tama begitu lebar.
" Sama orang mana?", tanya Tama kembali.
" Temannya Bryan, Yusuf Anak kampung sebelah", jawab Hanan datar.
" Waowww..... wah wah wah wah wah berat berat berat beraaaattt.... ini sih benar-benar rezeki Yasmin dan kemalangan buat lu", Tama semakin terkekeh lebar sehingga membuat orang-orang yang di sekitar situ menoleh kearah dua orang yang sedang berbincang itu.
" Berisik lo ah, gue sedang berduka, butuh hiburan, butuh support bukan buat lo hina-hina begini ya!", ucap Hanan datar dengan muka sinis sekali-kali kakinya sambil main jejak kaki Tama yang duduk di depannya.
__ADS_1
" oke oke sorry gue minta maaf, kelepasan! bukannya apa, lo nggak nyesel tuh?", Tama masih penasaran dengan cerita kehidupan Hanan Setelah 5 tahun tidak bertemu.
" Ya gitu! gue coba-coba poligami awalnya sih lancar-lancar aja meskipun aku tahu Yasmin sedih dan tidak setuju tapi toh dia juga nggak menolak hanya diam aku pikir dia bakalan menerima, bener sih menerima tapi ternyata tak mudah, justru diamnya dia karena menerima, aku yang salah paham dan akhirnya ya gitu aku talak! akhirnya pisah, bukan sedih lagi kalau ada kata diatas kata menyesal nah itu yang gue rasain sama seperti rasa nyeri ini saat kehilangan ibuku sama sakitnya", lirik Hanan agar tidak didengar oleh orang-orang sekitar selain Tama.
" yah kalau begini menyesal pun tak ada guna Hanan, Yasmin sudah menikah lagi dan saingan mu Yusuf aku kenal betul anak itu beda jauh sifatnya sama elu, gue tebak nih ya anak-anak lo bakalan nyaman sama dia daripada sama elu apalagi kalian tinggal terpisah", Tama benar-benar mengenal Hanan bahkan setiap kata tebakannya tepat sasaran.
" cenayang lu, tinggal di Kalimantan menjadikan lu kenal betul sama leak sana ya?, sampai segitunya lu tahu tentang Yusuf juga", ucap Hanan dengan nada kesal.
" Jangan salah... gue berteman sama lu berdua jadi tahu sifat lu satu sama lain, Ya udahlah menurut gue lo kan udah poligami, berarti istri lo yang kedua lebih dari Yasmin dong, buat apa lu masih menyesal harusnya lu bangga dong bisa ngelepasin Yasmin dan dapat yang lebih wow.... kenalin dong!, gue jadi penasaran nih!".
" Apa sih lo, noh kenalan sendiri orangnya ada di dalam", jawab Hanan santai.
" Wah asli lho.... Iya nanti gue mau kenal istri baru loh, udah dapat buntut berapa tuh sama yang baru?", tanya Tama.
" Nggak ada, gue cuma pengen punya anak sama Yasmin doang", Jawab Hanan acuh.
" Hah.... orang itu ya poligami itu biasanya ingin punya anak banyak Tapi kasihan sama istri jika rezekinya cukup dan istri mengizinkan makanya poligami, nah elu istri sudah cantik, pinter lu poligami terus nggak punya anak lagi, nyari apa?", tanya Tama jengah.
" Penasaran! aku pikir semuanya akan lebih baik, ***** sesaat, hancur semuanya yang tersisa nyesel bro .... sedih bro ... sampai ibu gue enggak ada seperti ini pun, pasti gara-gara mikirin gue nih, itu lebih menyakitkan daripada rasa senang dapat istri dua", ucap Hanan sejujur-jujurnya dari hati terdalam, entahlah kenapa dia bisa berbicara seperti itu kepada Tama teman yang sudah lama tidak jumpa.
" Wah jadi serem denger cerita lu nih.... takut deh gue jika mau poligami kalau begini mah, asli.... kok menurutku malah nggak Ada bahagianya ya denger cerita lu, ngenes bro... ". Tama mengusap lembut pundak kanan.
Belum juga ketemu Dewi, Tama sudah bilangan " Ngenes " entah nanti reaksinya apa jika sudah bertemu dengan Dewi apakah Dewi sesuai ekspektasinya atau sebaliknya?
Bersambung.....
__ADS_1