JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Hanan salah paham


__ADS_3

" Mba, mba kan tahu jika bapak itu istrinya dua yaitu saya sama mba, tolong dong mba, ingatkan bapak jika tidak bisa adil, kenapa mba di belikan motor baru sementara tidak, jangan maruk mba, kita harus berbagi seadil adilnya!", Suara Dewi seperti mak ijah yang habis makan kaleng rombeng, memekakkan telinga Yasmin, anak anak dan tetangga, lebih lagi buat Yasmin seperti langsung menghujam jantungnya.


Yasmin hanya tersenyum, " Nemu dimana suamiku bisa bisa dapat wanita model begini", Guman Yasmin dalam hati, kemarahan yang menghunjam hatinya seakan sirna begitu mengingat kelakuan madunya.


" Iya pak Hanan memang tidak adil, saya yang sudah melahirkan tiga anak buatnya, membesarkan dan mendidiknya hanya dikasih tiga juta tiap bulan dan semua resiko harus saya atur dengan uang tersebut", Jawab Yasmin dengan nada santai.


" Halah, tidak usah bohong mbak, mana ada uang tiga bisa buat semua resiko dan beli motor, saya saja yang dikasih lima juta masih kurang!", Ujar Dewi dengan bibir miring.


Deg


Sesaat hati Yasmin perih, seakan dihina oleh Dewi dengan menyebutkan uang resikonya.


" Syukurlah, kalau segitu jumlah yang diberikan bapak situ bisa kredit mobil, tidak usah ngiri sama saya", Jawab Yasmin santai.


Dewi tidak tahu jika Yasmin seorang sarjana tidak tahu jika bekerja juga, tidak tahu jika Yasmin pandai agama.


Dewi datang selain mau melabrak dia juga punya tujuan lain yakni menaruh sesuatu di rumah itu agar rumah tangga Hanan dan Yasmin tidak harmonis, Dewi merasa tidak aman dengan Yasmin.


" Huh! Mbak menghina saya? Buat makan saja tidak cukup kok kredit mobil, mbak tahu kan jika rumah saya di gang, maksudnya apa nyuruh saya beli mobil?", Ujar Dewi.


" Sori..... saya tidak tahu jika rumah situ di gang, dan saya bersyukur jika kamu dikasih uang belanja lebih besar dari pada saya, itu artinya saya tahu siapa suami saya, jadi kalau maksud situ datang untuk menuntut keadilan, siapa disini yang diperlakukan tidak adil? Siapa? ", Yasmin sedikit meninggikan suaranya.


" Heh!!! Siapa ini datang datang suaranya keras, brisik tahu ga seehhh!!!...", Aya dengan berani berkacak pinggang berdiri dipintu dengan wajah galak melihat Dewi dengan garangnya.


" Heh!!! Bocah yang sopan ya, saya ini juga istri bapak kamu!!", Dewi membalas dengan sengit.


" Bodooo!!!", Jawab Anak anak serempak ternyata Hasan dan Husain berdiri dibelakang Haya.


" Heh ajari tuh kamu sopan santun ya!!", Dewi menunjuk Yasmin.

__ADS_1


" Pasti, dia tahu dimana dan dengan siapa mereka harus sopan, jika kamu tidak mendapat perlakuan yang baik dari mereka, jangan salahkan mereka tapi lihat saja diri kamu, datang datang teriak teriak brisikin tetangga, siapa yang tidak sopan disini??? ", Yasmin pun berdiri dan menunjuk wajah Dewi.


Dengan sewot Dewipun pergi tanpa bicara lagi.


" Maaf anak anak jangan dicontoh ya!?", Ujar Yasmin sesudah memastikan Dewi pergi.


" Bun, orang begitu memang harus dilawan, Aya benci sama wanita yang begitu!", protes Aya.


" Bapak kok mau ya sama modelan begitu, sudah dipelet kali ya", celetuk Husain.


" Husttt..... jangan su'udzon sama bapak, maksud bapak baik menikah bu Dewi", Yasmin betbicara dengan lembut pada anak anaknya.


Sementara Hasan pikiran dan hatinya bergejolak hebat, tidak terima dengan kata kata Dewi tadi, rasanya dia ingin berteriak pada bapaknya atas kejadian barusan, itu memalukan tetangga pada tahu lagi dan lagi.


~~


" Bun.... Tadi Dewi kesini, apa yang sudah bunda katakan padanya? Apa? Kenapa ada tamu cuma mau kenalan baik baik kok malah dikata katain? Hah!!!", Hanan yang baru masuk rumah langsung berkata kata seenak udelnya sendiri.


" Duduk dulu pak, tidak usah teriak... cukup kehebohan tadi sore, kasihan anak anak pak!!!", Yasmin berbicara tegas dan bernada tinggi meskipun ucapannya lembut dan kata katanya sopan.


Hananpun akhirnya duduk dengan tidak rahu malu dan tanpa berucap apapun.


" Bapak!!!, Yang tidak sopan dan berkata kasar serta teriak teriak itu istri baru mu itu, jika bapak belum mengenal bunda, Hasan kasih tahu pak.. jika bunda tidak pernah teriak meskipun marah, bunda tidak bisa kasar meskipun tidak suka .. oohhh jadi bapak tidak tahu bunda aku ya, bunda aku ini orang baik pak, bapak percaya jika bunda berbicara kasar sama istri kesayangan vapak itu??'", Hasanyang sedari tadi sudah menahan amarah akhirnya keluar kamar dan membela ibunya.


Hanan gelagapan, tapi gengsi dong jika menyadari kesalahan.


" Diam kamu anak kecil, sejak kapan kamu bicara kasar begini sama bapak hah? Sejak bunda kamu yang sering pergi kerja iya?!", Hanan mencari alibi.


Hasan kemudian kembali masuk kamar, hatinya makin kecewa dengan bapaknya.

__ADS_1


Yasmi tak bisa betkata kata, susah jika orang sudah menuduh sebelum tahu, berarti dijeladkan pun tak adagunanya, biarkan waktu saja yang menjawab tak petlu dilawan.


Sementara Hanan berfikir meskipun dia membentak Hasan, tetapi pegkataan Hasan sangatlah benar, mana mungkin Yasmin kasar.


Tadi dia termakan kata kata Dewi sampai lupa berfikir jernih, seakan Yasmin akan murka karena Dewi datang ke rumah ini.


" Tadi Dewi bicara apa?", Tanya Hanan kemudian setelah sedikit tenang.


" Kesini untuk menuntut keadilan ... katanya suaminya hanya memberi uang belanja lima juta padanya dan dia masih kurang, mungkin dia ingin curhat pada bunda, tapi salah alamat, bunda jawab saja jika saya juga dengan anak tiga yang semuanya butuh biaya dikasih tiga juta, ya cukup tidak cukup harus cukup, kan suami ku ridhonya cuma segitu", Yasmin menjawab dengan santai, sedikit melebihkan kata kata, tapi biarin biar Hanan nyahok.


Hanan melonggo mendengar jawaban Yadmin hatinya seperti tercubit.


" Jadi kalian intinya menganggap bapak tidak bisa adil?", Tanya Hanan.


Yasmin mrngendikkan bahunya acuh, " Ga tahu, kalau bapak sudah merasa adil ya silahkan, bunda tidak tahu tentang keadilan, yang bunda tahu berapapun bapak ngasih ke bunda kuncinya cuma satu Ridho, jika bapak ridhonya segitu ya silahkan, jika menurut bapak kebutuhan Dewi lebih besar dari pada bunda ya silahkan, bunda tidak mau mikir yang begituan pak, capek!", Ujar Yasmin.


" Oya, uang ujian anak anak harus segera dilunasi", Imbuh Yasmin.


" Pakai uang bunda dulu kan?!", Hanan berbicara seakan tanpa beban.


" Sudah, dan sekarang gantinya kesinikan!!", Yasmin menengadahkan tangannya tanda meminta.


" Hah", Hanan terkejut istrinya sekarang pintar tak takut dan nurut sepeei dulu.


" Belum ada bun, nanti sekalian ngasih uang gajian kalau begitu", ujar Hanan seperti tanpa beban.


" Kata kata bapak saat ini adalah hutang, jadi seminggu lagi bapak beri bunda uang tujuh juta dua ratus lho ya sebagai bayarannya", Yasmin mulai berhitung sekarang, ga mau lagi dikacangin Hanan, Dewi saja yang tidak ada tanggungan anak Hanan cuma anak tiri dua dan masih kecil kecil saja suka dikasih lima juta masak dia yang anaknya semuanya sudah butuh biaya besar dikasih tiga juta. Ogah!!!


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2