JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Sedihnya saat anak sakit


__ADS_3

" Bu, pasti Yasmin meninggalkan no telponnya pada ibu, coba saya minta bu", Ucap Hanan.


" Sebentar pak saya ambil dulu ponsel saya", Bu Nunikpun kembali masuk rumah untuk mengambil ponselnya.


"ini pak", Bu Nunik menyerahkan ponselnya pada Hanan.


Hanan mengamati setiap pesan dan obrolan bu Nunik dan Yasmin tidak ada yang aneh, di pesan itu Yasmin memberi tahu jika sudah sampai di kampung orang tuanya dan bla bla, tidak ada yang aneh.


" Kalau bapak tidak percaya telpon keluarga bapak saja tanyakan pada mereka tentang keberadaan bunda, jika ibu di kampung kan pasti semua tetangga juga tahu pak", Ujar bu Nunik.


Hanan tidak tahu saja jika chatiingan bu Nunik dan Yasmin itu sudah di setting sedemikian, karena mereka saat ini berkomunikasi dengan ponsel jadul yang hanya bisa telpon dan SMS saja, tentu ini semua sudah rencana Yasmin. Yasmin menuruti janji hatinya untuk membuat Hanan menyesal karena menceraikannya tanpa memberi Yasmin kesempatan untuk menjelaskan, maka Yasmin memberikan hukuman tahab demi tahab dengan pelan dan halus namun pasti, ditambah sakit hatinya karena membuat anak anaknya seperti anak tiri, mengingkari janjinya dengan enteng tanpa maaf dan penjelasan melalui pesan sekalipun.


" Iya bu, terima kasih kalau begitu saya pamit", Hanan beranjak untuk segera pergi, mendadak kepala pusing, rasa kecewa dan sedih menjadi satu, karenanya Janan berniat mengabaikan Yasmin, tak ada niatan bertanya pada keluarganya dikampung, toh joka dikampung itu lebih baik, berarti anak anaknya aman, pikir Hanan.


" Silahkan pak", Jawab bu Nunik, " Oya pak kopernya tolong dibawa", Bu Nunik mengingatkan dan Hananpun membawa koper itu.


" Salam buat bapak ya buk".


" Iya nanti saya sampaikan".


Sebelum Hanan menaiki motor bu Nunik memperhatikan Hanan.


" Bapak sepertinya kurusan?", komentar bu Nunik.


" Hee... Iya buk, sekarang saya dimutasi ke daerah, jauh bu, capek! Jika dulu cukup dua puluh menit waktu untuk berangkat dari rumah ini, sekarang empat kali lipat bu", Jawab Hanan.


" Lah, kok?!", Bu Nunik penasaran.


" Iya bu, saya ketahuan poligami", Jawabnya sedikit sungkan.


" Oalaaahhh pak!!, itu resiko pak, ya sudah berarti istri muda bapak rejekinya segitu, di syukuri saja pak, masih untung cuma di mutasi tidak sampai diberhentikan, pensiun dini, bisa bisa dapur tidak ngebul pak", Bu Nunik lempeng saja bicara seperti jalan tanpa hambatan.


" Iya bu", Jawab Hanan tertunduk.


" Yang penting bapak bahagia, hidup dengan istri muda, bunda dan anak anak juga inshaAlloh ada rejekinya, dan yang penting kalau sudah bahagia jangan lupakan anak anak serta kewajiban bapak!", Bu Nunik sebetulnya tidak tahu permasalahan ini, Yasmin tidak pernah cerita tetapi bu Nunik bicara seakan tahu sesuatu, membuat Hanan sedikit risih dengan ucapan bu Nunik.


" Saya tentu tidak bisa melupakan mereka bu, tetapi beberapa waktu terakhir ini saya sedang ada masalah sehingga tidak menjenguk anak anak, sekalinya mau mrnjenguk malah sudah ditinggal pergi!", Ujar Hanan sendu.


" Ya sudah pak, silahkan jika mau pulang, keburu sore, hati hati, jika ada kabar dari bunda dikabari, nanti jika pulang salam buat bunda dan anak anak pak", Ujar bu Nunik.


" Iya bu mari, Assalamualaikum".


" Waalaikum salam".


Sepanjang jalan Hanan merasa sedih dan kecewa, kenapa Yasmin berubah bahkan sampai pindah dan mengontrakkan rumah pun tidak bilang bilang dulu, sungguh terlalu.

__ADS_1


" Aku percaya bunda bisa menjaga anak anak dengan baik", Batin Hanan.


Kita lihat pak Hananto ini usahanya sampai mana, apakah anteng2 saja dgn RT barunya, krn sdh merasa tenang anak2nya aman???




Pindah ditempat baru tak serta merta datang bahagia begitu saja, ternyata hidup itu tak seindah angan angan, benar adanya.



Hampir dua bulan berada ditempat baru oke, doal mengajar lancar, bahkan sudah banyak murid yang ngefans sama Yasmin karena kesabaran serta ketegasan dalam mengajar, tidak berbelit belit membuat murid mudah memahami.



Sudah seminggu Aya sakit dan dokter menyatakan jika Aya kena typus, setelah ditanya apakah gerangan yang difikirkannya Aya menjawab jika dirinya kangen dengan teman temannya dulu, Aya kangen denga bapaknya, Aya mau bertemu bapak dan bla bla... Hati Yasmin sontak sakit, rasanya lebih sakit dari saat di ceraikan Hanan.



Putrinya sakit tak berdaya, tetapi dirinya juga harus sibuk mengajar, badan Aya panas tidak turun turun sehingga harus diopname.




" Pak, tolong hubungi nomer ini, Aya mau bicara", Pesan terkirim.



Tentu Yasmin tak pernah menyalakan lokasi diponselnya.



Benar Hananpun akhirnya menelpon Aya tapi hanya sebentar, sangat sebentar katanya sedang jam belajar.



" Bapakkkk....", Isak Aya penuh haru dan sedih.



" Lho Anak bapak sedang sakit?, Lekas sembuh ya nak!", Hanan langsung tahu soalnya saat ini mereka vc.


__ADS_1


" Iya pak ... Kenapa bapak tidak datang saat janji mau tidur dengan Aya?", Aya manyun, namun Hati Hanan langsung teringat jika Yasmin pindah dan tidak pamit otomatis langsung membuatnya teringat akan kemarahannya.



" Lekas sembuh nak, bapak sedang sibuk, biar bapak nanti telpon balik ya", Hanan langsung menutup vc nya, membuat Yasmin langsung kecewa apalagi melihat Aya langsung murung dan sangat sedih, air matanya mengalir dipipi, tanpa suara, bocah itu tidak ingin menangis lagi meskipun rasa sedihnya begitu dalam, dia hanya ingin mengeluarkan air mata saja tanpa suara, ditahannya isaknya agar bundanya tidak semakin sedih.



" Bun, ganti lagi ke nomer baru, jangan pernah telpon bapak lagi, Aya akan sembuh meskipun tanpa bapak", Ujar bocah itu tersenyum meskipun matanya terlihat sembab.



" Bunda tahu, Aya itu anak kuat, tunjukkan pada kakek jika Aya cucu yang luar biasa, jika ada anak yang bilang tidak punya bapak, bilang saja jika Aya lebih butuh bunda makanya bapaknya Aya kasihkan ke anak Yatim", Yasmin sebetulnya merasa tidak benar bicara seperti itu, tetapi Yasmin saat ini memang benar benar sedang emosi.



" Iya bun", Aya terkekeh mendengar ucapan bundanya.



" Bunda mau kesekolah sebentar ya, mau ngasih tugas dulu nanti bunda secepatnya bunda balik lagi, mau dibelikan apa?". Tanya Yasmin.



" Iya bun, tenang aja, Aya berani kok sendiri di sini kan ada suster", Jawab Aya bijak, Yasmin pun tersenyum.



" Dah ya, bunda pergi dulu, sus titip ya", Pamit Yasmin.



" Halloo... selamat siang", Sapa dokter yang masuk ke ruang rawat Aya.



" Siang dok!", Jawab Aya malu malu.



" Bagaimana sekarang? sudah lebih baik?", Tanya dokter yang memeriksa Aya.



Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2