JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Masih belum tahu


__ADS_3

" Ma, bapak minggu besok mau pulang lagi... pikiran bapak tidak enak, kepikiran terus sama ibu", Hanan bicara pada Dewi.


" Pak, pulangnya nanti saja dong jika pesanan gigi mama sudah jadi, Rengek Dewi.


" Ya nanti pulang lagi, gampang! Yang sekarang mama tidak usah ikut dulu", Jawab Hanan santai.


" ih, kok gitu sih pak?!", Sungut dewi.


" Lha, mama mau ikut sekarang dengan kondisi seperti ini tidak malu apa?", Jawab Hanan sambil melengos.


" Iih, bapaakkk.... ngeselin, mama begini kan karena kecelakaan, bukan asli mama yang begini pak", Dewi tidak terima.


" Iya iya, nanti saja ma, bapak belum siap bawa mama, takut bapak sama ibu marah dan membuat mereka drop", Ujar Hanan jujur.


" Orang tua bapak masih marah ya karena bapak menikah lagi?", Tanya Dewi pelan.


" Iya!", Jawab Hanan singkat.


" Berarti selamanya mama tidak akan pernah dibawa pulang ke kampung bapak ya?!", Tanya Dewi pelan lagi.


Hanan terdiam, dalam hati Hanan, memang orang tuanya melarang Hanan membawa pulang Dewi, tetapi yang lebih Hanan takutkan adalah omongan teman teman dan tetangga, pasti mereka akan menggosip atau mengolok Hanan.


Tentulah Hanan malu, teman temannya jika pulang merdka bawa kendaraan pribadi, tetapi isttinya tetap satu, tidak sdperti dirinya.


" Iya sih aku bodoh", Gumam Hanan.


" Kalau tahu begini tentu aku tidak akan gegabah, tapi mau bagaimana lagi, sudah nasibku punya istri susah diatur, dan harus kecelakaan lagi, hemmm... sudah terlanjur, buat apa lagi aku sesali", Gumam Hanan.


" Kapan bapak mau berangkat?", Tanya Dewi.


" Malam sabtu, pulang minggu sore", Jawab Hanan.


" Sama bunda pak?", Rupanya Dewi benar benar belum tahu jika Hanan sudah resmi bercerai lama dari Yasmin, nah lo jatah buat Yasmin kemana tuh Dewi?


" Hah?!", Hanan terkaget ternyata istri masih belum tahu jika ditinya telah berpisah lama dari Yasmin.


Hanan tersenyum miring, ada leganya Dewi belum tahu dan tidak akan Hanan beri tahu, biarkan!.


" Tidak bapak mau pulang sendiri", Jawab Hanan kemudian.


" Oh", Jawab Dewi lega, sebab suaminya juga memperlakukan Yasmin sama seperti memperlakukan dirinya, malah Dewi merasa jika dirinya merupakan cinta sesungguhnya Hanan, karena Hanan sekarang tak pernah lagi nginep di rumah Yasmin.


" Bapak rupanya sekarang jarang nginep di rumah bunda ya?", Ujar Dewi tersenyum.


" Iya, siang saja kesana, kan kasihan jika mama tidur sendirian, bunda sudah ada anak anak yang sudah besar dan sudah bisa menjaga ibunya", Jawab Hanan.


" Oh", Dewi sedikit kecewa dikiranya Hanan sudah jarang mengunjungi Yasmin nyatanya disiang hari masih menyempatkan.


" Pak, tolong belikan sate pak didepan, mama tidak masak, atau bapak mau makan sama apa?", Tanya Dewi.


" Jangan sate lah, bapak mau yang ada sayurnya, capcai rebus ya?", Jawab Hanan.

__ADS_1


" Ya sudah mama mau bakmi goreng, anak anak nasi goreng kecap saja pak", jawab Dewi, Hananpun akhirnya berangkat.



" Terima kasih ya cantik, imut sudah mau temanin kakak Aya, bunda kesini cuma mau melihat dan memastikan kak Aya sudah makan, ternyata sudah bunda mau balik lagi kesekolah ya, tapi mau menunggu dokter dulu", Yasmin membelai rambut Awa.



" Iya", Jawab Awa senyum malu.



" Sus, Dokter kira kira masih lama tidak ya, saya mau tanya kapan kira kira anak saya boleh pulang?", Tanya Yasmin pada suster yang berjaga.



" Iya bu, dokter bilang besok neng Aya sudah bisa pulang kok, panasnyasudah turun, selera makannya juga sudah lumayan, tetapi harus teratur ya bu minum obatnya untuk Aya". Jawab suster.



" Kenapa tidak hari ini saja ya sus?", Tanya Yasmin.



" Besok saja bu kata dokter".




" Awa kita pulang yuk!", Panggil dokter pada putrinya.



" Kakak, Awa pulang dulu ya, Awa harus les setelah ini, sampai ketemu di sekplah kakak, lekas sembuh ya", Pamit Awa pada Aya.



" Terima kasih temani kakak, terima kasih juga donat dan nasi timnya, iya sampai ketrmu disekolah", Merdka saling melambaikan tangan.



" Aya lekas sembuh ya, besok sudah boleh pulang, jaga makan ya jangan sakit lagi, pokoknya semangat dan sehat terus", Dokter mengacak rambut Aya gemas.



" Terima kasih dok", Jawab Aya, entah kenapa Aya merasa nyaman saat bicara dengan dokter ataupun menerima perlakuan dokter yang menurut Aya sangat baik.



" Daaa kakak, Assalamualaikum", Awa melambaikan tangannya.

__ADS_1



" Daaaa.... Waalaikum salam", Aya pun melambaikan tangannya.



Sepeninggal Dokter dan Awa dari ruangan inapnya, Aya tersenyum tipis, namun matanya berkaca kaca, " Aya sudah melupakan bapak", Lirihnya mengingkari hatinya, tapi sungguh dia ingin melupakan bapaknya jika mampu.



" Kenapa pulang?, Masih ingat sama orang tua?", Ujar pak Harun saat sehabis subuh ada Hanan datang dengan mengetuk pintu.


" Assalamualaikum pak", Sapa Hanan mengabaikan kemarahan bapaknya yang masih terpaku didepan pintu.


" Waalaikum salam", Jawab pak Harun dan bu Ainun.


" Kamu? Sama siapa? Tidak kamu bawa pulang kan si jebleh?", Ujar bu Ainun.


" Jebleh? Siapa bu?", Tanya Hanan heran.


" Ya itu, marunya Yasmin.


" Ibu, kok bilang nya jebleh emang ibu sudah pernah lihat seperti apa istri baru Hanan", Hanan bersunggut pada ibunya tidak terima Dewi dibilang jebleh oleh ibunya.


" Lihat, wong si Anton anaknya bude pernah nunjukin fotonya, dia buka buka ponsel gitu terus nemu fotonya", Jawab ibu Ainun.


" Astaganaga....", Hanan menepok jidadnya, kepo benar tuh mas Anton umpat Hanan.


" Awas jika kamu bawa pulang, masih ingat kan ancaman ibu?".


" Iya bu.... ingat! Tidak akan, sesuai kemauan ibu", Jawab Hanan berusaha menahan sedikit emosinya.


" Ibu sudah sehat?", Tanya Hanan seraya melepas jaket dan sepatunya.


" Sudah, orang ibu sakit itu gara gara si jebleh, ya gara gara kamu", kali ini yang jawab pak Harun.


" Sudah sudah, minum dulu ini, sudah sholat subuh belum?", Tanya ibu.


" Sudah bu distasion tadi". Jawab Hanan.


" Ya sudah, minum dulu tehnya". Ibu Ainun.


" Kok kamu nampak lebih kurus lagi dari saat kemarin pulang? Apa isteinmu tak bisa mengurus mu?", Tanya bu Ainun, pak Harun hanya melirik putranya seraya menyesap tehnya.


" Ya biasa lah bu, sekarang tempat kerja ku itu lebih jauh, jadi mungkin capek bu, dan jika berangkat lebih pagi jadi belun selera untuk sarapan, akhirnya jarang sarapan", Jawab Hanan.


" Kali ini kamu harus ke rumahnya besan, jangan banyak alasan, tidak sopan kamu sudah menceraikan Yasmin lama, tapi tidak kamu pulangkan dengan benar, bikin bapak sama ibumu ini tidak punya muka saja, malu!", Ketus pak Harun dengan wajah kakunya.


Bersambung....


Maaf ya... Sehari kemarin jaringan payah, sangat sangat payah... yang sudah di tulispun tak tersimpan... smg hari ini lancar🙏

__ADS_1


__ADS_2