JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Terungkap


__ADS_3

" Pak, sudah kenalkan sama bu Yasmin? Bagaimana menurut bapak, bu Yasmin itu orangnya?", Tanya pak Tasli dari sebrang sana.


" Ah iya pak, Bu Yasmin orangnya pinter pak, sejauh ini yang saya tahu, semenjak beliau mengajar matematika disini banyak anak anak yang tadinya anti dengan mata pelajaran yang satu itu, kini mereka mulai menyukai dan nilainya pun bagus bagus pak, iya itu yang saya kira semua guru didik disini setuju dengan pendapat saya ini", ujar pak Irawan kepala sekolah SMA PERSADA.


" Yah, kalau itu semua orang juga setuju pak, apa bapak tidak ada niatan untuk mengenalnya lebih dekat?", Selidik pak Taslim, iya pak Tasli memang punya misi memindahkan Yadmin ke kota ini.


Itu semua karena niat pak Taslim yanga akan mencarikan jodoh pada teman karibnya yakni pak Irawan yang beliau percaya untuk menjadi salah satu pengurus yayasan persada miliknya.


Pak Irawan saat ini di percaya memegang jabatan kepala sekolah SMU Persada, oleh pak Taslim sebagai pemilik Yayasan tersebut.


" Hemmm..... Anu pak! Belum, gimana ya pak... Saya kok tidak.... eh! kurang percaya diri he... Lha wong saya ini sudah berumur lha beliaunya itu masih dibawah empat puluh, takutnya ditolak", Pak Irawan memang tidak bisa bohong jika dengan sahabat sekaligus atasannya ini.


" Tapi bu Yasmin itu orang baik pak, coba saja dulu, sebelum usaha jangan menyerah dulu, jauh jauh tak kirim barang bagus itu... hahaaa", Pak Taslim memang orangnya suka humoris.


" Iya pak", Jawab pak irawan.


" Sampean itu masih muda, dibanding saya hahaaa.... ", Imbuh pak Taslim lagi.


" Muda dari mana? Saya ini sudah lima puluh tiga pak", Jawab pak Irawan.


" Lha saya lima empat, mudaan situ to hahaa", Pak Taslim dan pak Irawan terbahak bersama.


" Maaf pak, bukannya saya tidak menyukai bu Yasmin tetapi sebelum bu Yasmin datang saya sedang mendekati seseorang, bapak sendiri mungkin juga tahu saya sedang pendekatan dengan bu Wida guru sejarah, tidak enak jika saya tinggalkan begitu saja, takutnya dia sakit hati dan marah sama saya pak, maaf ", Ujar pak Irawan memberi penjelasan tentang alsan yang sebenarnya pada bosnya itu.


" Owh, ya baguslah, lha saya kira sampean tidak suka sama bu Wida, kan beliau sudah di situ cukup lama kok baru pendekatan?", Pak Taslim.


" Hee... iya pak, ya itu .. kemarin saya masih keingat terus sama almarhum istri, baru sekarang mulai bisa membuka hati pak", Pak Irawan tertawa.


" Ya sudah semoga lancar ya, sama siapun tidak masalah, saya pasti memberikan restu", Pak Taslimpun mengucapkan salam dan menutup obrolan mereka.



" Bun.... Ini buku milik siapa nih, Rayhan... Iihhh... sebel Aya itu!!! Setiap temani bunda yang lagi ngecek hasil ulangan, kenapa punya murid bunda yang namanya Rayhan ini suka nulis **I 💙 u bu** **yasmin** ... bikin kesel tahu bun, besok mau aku marahi jika ketemu disekolahan... pasti anaknya puck boy.... Huh!!!", Aya sewot karena ada murid yang ngefans sama bundanya.



" He hee... memang Aya berani? Nanti kalau dia malah naksir Aya gimana?", Canda Yasmin.



" Iiidiihh... Ga akan bunda, Aya masih kecil", Jawab Aya.

__ADS_1



" Bunda, ini ada lagi tulisan untuk bunda... bu Yasmin aku padamu", Aya membaca dengan kencang.



" Hahaa..... Bunda banyak yang naksir", Husain yang sedari tadi mendengar obrolan antara bundamya dan adiknya akhirnya menyahuti.



" Iya kak, jangan mau ya bun", Ucap Aya.



" Apa sih kalian ini", Yasminpun terkekeh.



Merekapun bercanda sambil bantuin bunda memeriksa hasil ulangan murid murid SMA Persada.



" Dik, kok disana ada banyak jajanan, punya adik bukan?", Tanya Husain.




" Baik banget ya dokternya, sampai ngasih jajan segala", Ucap Hasan.



" Iya, padahal bunda belum pernah ketemu", Jawab Yasmin, Dalam hati jika besok disekolah menjeput putrinya maka Yasmin bermaksud untuk menemuinya dan mengucapkan terima kasih.



" Besok jika pak dokter jemput putrinya, kasih tunjuk bunda ya, bunda mau mengucapkan terima kasih", Ujar Yadmin pada Aya.



" Iya bun".

__ADS_1



Hanan Hari ini sudah kembsli lagi kerumahnya, entah apa maksud orang tuanya kemarin mengajaknya pak rumah pak ustadz Turmudzi.


Yang jelas Hanan disana tidak disuruh apa apa hsnya bertamu biasa dan pulang nya di bawaan dua botol besar air mineral, katanya untuk diminum dia dan istriserta untuk campuran air mandi.


Dan Hanan melaksanakan itu semua, diiritnya air dari pak ustadz Turmudzi agar bisa cukup hingga tiga hari.


Hanan sih tidak merasakan apa apa hanya saja semenjak diam diam Hanan memberikan air itu pada Dewi, baik diair mimunnya atau air mandinya.


Tiba tiba selepas maghrib Dewi kesurupan setelah tiga hari di kasih air itu oleh Hanan.


" Aiiihhh.... Siapa sih yang usil, aku sudah tenang berada dibadan ini kok malah diusik", Oceh Dewi tak karuan.


Zidan disuruh Hanan untuk memanggil ustadz Bukhori, agar Dewi bisa tenang tidak mengamuk seperti ini.


Disini Dewi makin menjadi, matanya merah, tangan dan kakinya berontak, hingga Hanan harus memegang kuat kuat sambil mrnunggu ustadz Bukhori datang.


" Asal kamu tahu, dia sudah ingkar janji harusnya setiap malam selasa dia memberikan upeti pada majikanku, tetapi dia ingkar", Oceh Dewi lagi, Hanan benar benar tidak tahu, ini baru pertama dimemegangi orang yang kesurupan, tangannya bergetar, mulut Hanan juga konat kamit menyebut asma Allih, namun karena ada rasa takut sehingga doanya pun seperti tidak berguna, tidak mempan, Dewi makin berontak.


" Apa kamu komat kamit... Tuh teman teman ku banyak bersarang di tubuh kamu.... hahaaaa...", Tawa Dewi membahana, sementara Zea sembunyi karena takut.


" Kamu itu dikirim sama majikanku, temanku untuk mengganggu rumah tangga kamu dengan ibu yang cantik itu, biar kalian bubar... baarrr bubarrr.... Hahaaaa", Dewi masih bicara dengan mata yang semakin merah.


" Assalamualaikum.... ", Ustadz Bukhori akhirnya datang.


" Astaghfirulloh ... Nyebut bu, Sini pak, tolong pegangi kaki ibu yang kuat... ", Ustadz Bukhori komat kamit mrmbaca doa dan menotok ditituk peredaran darah di tubuh Dewi.


Hampir satu setengah jam ustadz Bukhori melakukan penhobatan pada Deei hingga keringat membanjiri seluruh tubuhnya.


" Bu Dewi rupanya mengadakan persekutuan dengan jin pak, melalui seorang dukun", Ujar pak ustadz saat sudah selesai pengobatan, sementara Dewi masih tergolek lemas.


" Astaghfirulloh..... ", Hanan lemas dan langsung tertunduk, lemas kakinya.


" pantes sedari tadi dia itu ngoceh hal yang saya tidak mengerti", Jawab Hanan.


" Dia juga menanamkan jin ditubuh bapak, agar bapak tidak suka sama seseorang", Jawab ustadz Bukhori.


" Astaghfirulloh.... Astaghfirullohaladzim", Hanan gemetar kali ini, hatinya kecewa jika brnar yang diucapkan ustadz Bukhori.


" Saran saya bapak dan ibu datanglah ke ustadz Abdulah", Sarran ustadz Bukhori.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2