JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Terima kasih


__ADS_3

Hanan kemudian memejamkan matanya, pemandangan yang terjadi di depan matanya membuat hatinya hancur.


" Dulu aku yang begini, mungkinkah sama yang dirasakan Yasmin saat itu seperti yang kurasakan saat ini", batin Hanan merenungi masa lalunya.


" Bun ... maafkan aku bun, maaf", Batin Hanan menjerit, dalam mata yang terpejam itu keluarlah air mata yang deras dari sudut matanya, Haya yang tahu itupun mengambil tisu dan mengelapnya.


" Bapak pusing?", tanya Haya penuh perhatian.


" Sedikit nak, Bapak mau istirahat dulu", jawab Hanan pelan. Dan Hananpun berusaha untuk tidur.


Rasanya berada di rumah ini terlalu lama tidak enak hati, malu seperti sudah tidak ada harga dirinya, Anang tetaplah Hanan, meski terkesan cuek dan tidak berperasaan nyatanya hari ini seperti dihadapkan dua sisi mata pedang antara senang dan sedih ih hujam jadi satu.


Senang, bisa melihat ketiga anaknya bahkan anak-anaknya telah besar mandiri pintar dan tidak membenci dirinya namun disisi lain rasa sakitnya tidak kalah hebat dari rasa bahagianya mantan istrinya telah menikah lagi bahkan sudah mempunyai dua orang anak hidupnya nya sudah tenang dan damai serta bahagia.


Dunia seperti mentertawakannya, hidupnya, blangsak! keluarganya yang dia bangun tak membuahkan anak bahkan sarat dengan penghianatan serta ujian yang bertubi-tubi.


Jika jujur hidupnya pun dengan Dewi kini seperti hidup segan mati tak mau, bagaimana tidak mereka di pernikahan kedua ini hanya status saja kenyataannya Hanan tidak pernah menyalurkan hasratnya pada Dewi, rasa itu sudah tidak ada lagi semenjak melihat Dewi berhubungan dengan Mang Usep.


Dalam pikiran Hanan saat ini dia ingin segera cara sehat agar bisa secepatnya nya kembali ke kota A, tidak kuat jika terus-terusan melihat mantan istrinya bercengkerama dengan suami barunya.


Jika dulu Hanan abai tidak pernah berfikir jika Yasmin akan menemukan tambatan Hati secepat ini, belum 5 tahun berpisah Yasmin sudah berkeluarga bahkan sudah mempunyai dua orang anak sungguh di luar dugaan Hanan.


Yasmin yang lugu sederhana tidak neko-neko Hanan pikir tidak akan mudah mendapatkan ganti dirinya.

__ADS_1


Namun pikiran Hanan salah meskipun Yasmin lugu dan sederhana tapi Yasmin itu wanita yang sangat cantik serta mandiri sehingga pantas jika banyak pria yang menginginkan meskipun statusnya sudah janda.


" Apa Bunda trauma ketika aku poligami ya, dulu dia tak pernah berdandan atau sekedar memakai lipstik tipis pun tidak pernah, namun Yasmin yang kulihat sekarang kenapa tampak bercahaya dan juga memoleskan lipstiknya meskipun tipis tipis, jika belum menikah kembali pastilah aku rela melakukan apa saja untuk kembali padanya", batin Hanan dalam mata terpejam nya hatinya merutuki kebodohannya masa lalunya, istri solehah dalam genggamannya ia lepaskan begitu saja tanpa perasaan dan begitu teganya hanya demi seorang janda yang jauh dari agama.


Niat hati hendak istirahat agar segera pulih dan mau pulang sebelum sore menjelang namun kegundahan hatinya sangatlah sulit untuk menghantarkan matanya terpejam dalam lelap nya tidur, Hanan merutuki kebodohannya di masa lalu yang membuat hari tuanya malah nelangsa.


3 jam dokter Yusuf pergi ke rumah sakit dan jam 1 siang sudah berada di rumah kembali.


Setelah masuk rumah dan menyapa dengan salam dokter Yusuf langsung menemui istrinya yang tengah duduk di kamar seraya menyusui baby Yunus.


" kok nggak bobok siang?", Tanya Dokter Yusuf sama Yasmin.


" Sudah tapi cuma sebentar si baby sudah nangis jadi ya bangunlah lagian Bunda belum salat", jawab Yasmin seraya menyambut tangan dokter Yusuf dan menciumnya.


Yasmin pun ikut tersenyum lebar, " mantan terindah ya Ayah, kalau Ayah berarti suami idaman dong", kekeh Yasmin membalas ucapan sang suami.


" Jelas! tak usah diragukan itu dan Bunda cinta Ayah", dokter Yusuf langsung menguyel uyel kepala Yasmin seraya mencium pipinya.


" Aduh duh duh.... dek ayah nakal nih bunda di acak-acak", jerit Yasmin.


" gemes", ucap dokter Yusuf.


" Sudah ngobrol belum sama Mas Hanan?", tanya dokter Yusuf.

__ADS_1


" nggak ada yang mau diobrolin, mau ngomongin apa? mendingan juga ngabisin waktu bersama baby sama kakak yafi Tapi Kakak Yafinya sedang boci ya dik ya", ucap Yasmin seraya memandang ke arah baby Yunus.


" kalau kakak kakak pada ke mana nih kok sepi", Tanya Dokter Yusuf tentang ketika h.


" Hasan sama Husein biasa ke masjid belum pulang, mungkin masih di masjid sementara Haya dan nemenin bapaknya tidur siang di kamar tamu", jawab Yasmin.


" Nggak suruh bangun salat Bun?", Tanya Dokter Yusuf.


" Sudah kok".


" Biar kulihat sebentar", dokter Yusuf mengecup kening Yasmin kemudian keluar kamar menuju kamar tamu untuk melihat Hanan.


Dokter Yusuf pun membuka pintu pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara saat matanya menatap di atas tempat tidur, di sana dokter Yusuf melihat Hanan yang sedang duduk bersandar pada sandaran tempat tidur dan Haya tidur disampingnya, tangan Hanan yang tidak di infus sibuk membelai rambut kepala putrinya.


" Kok malah tidak istirahat?", Tanya Dokter Yusuf pelan.


" Sudah, baru bangun ini pikirannya ingin segera pulang jadi tidak tenang nih", jawaban and sedikit beralasan.


" Santai aja udah dibilangin juga suruh santai, bisa izin kan tidak harus buru-buru, anggap saja aku doktermu mas tidak mengijinkan Mas pulang jika belum dalam keadaan baik-baik kondisi Mas, dari sini ke kota A itu bukan jarak yang sedikit mas minimal 5-6 jam perjalanan dibutuhkan kondisi yang fit jadi istirahatlah dulu yang banyak jika hendak pulang", ucap dokter Yusuf.


" Tapi dok, Saya memang harus pulang tidak mungkin saya merepotkan Anda terus di sini, Terima kasih karena dokter sudah sudi merawat anak-anak saya, menyayangi mereka, mendidik mereka Terima kasih Dokter! rasanya saya sangat malu saya gagal menjadi seorang bapak untuk mereka Saya tidak pantas disebut bapak oleh mereka, saya sudah melukai hati mereka, masa kecil mereka yang seharusnya indah malah aku kotorin dengan tindakan yang tanpa pemikiran panjang, rasanya penyesalan ini sepanjang hidup hingga akhir hayatku nanti,....entahlah, mungkin tidak akan berakhir.... sampaikan maaf saya kepada Yasmin andai waktu bisa diputar dan kembali ke masa di mana kita kuliah dulu, mungkin aku tidak akan pernah menerima tawaran bapak untuk melamar Yasmin, mungkin saat itu akan kuserahkan Yasmin untuk dokter Yusuf, hidup dengan saya hanya rasa sakit yang saya persembahkan, hidup dengan saya hanya penderitaan dan keprihatinan kemudian saya campakkan, Saya menyesal Dokter! tolong sampaikan maaf saya kepada Yasmin... sekali lagi terima kasih", Hanan sudah berderai air mata ini tanpa malu diungkapkan seluruh rasa hati nya di depan dokter Yusuf agar bebannya hari ini sedikit lega.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2