JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Di Villa


__ADS_3

" Sudah siap semua anak-anak?, kita berdoa bersama ya sebelum berangkat supaya nanti dilancarkan", dokter Yusuf pun kemudian memimpin doa.


" Oke, Bismillah semoga lancar semuanya", imbuh dokter Yusuf seraya menjalankan mobilnya perlahan membelah jalanan.


" Tidak ada yang ketinggalan kan Bunda ya?", tanya dokter Yusuf.


" Insha Allah tidak!", jawab Yasmin yakin.


" Sampai di pantai butuh berapa lama ayah?", tanya Aya.


" Tidak sampai 2 jam kita akan sampai namun kalian tidak boleh langsung pantai karena masih panas nanti sore saja kalian baru boleh ke pantai untuk berenang", ujar dokter Yusuf.


" Jadi kita kemana dulu ayah?", tanya Awa.


" kita ke villa dulu nak", jawab Yasmin.


" katanya kita mau liburan kok cuma dibilang aja terus dibilang mau ngapain?", Protes Awa dengan wajah memberengut.


" Iya ke pantai tetapi nunggu agak sorean agar supaya tidak terlalu panas Apa kamu mau jika nanti kulit kamu gosong?", Dokter Yusuf.


" Terus kita mau ngapain dulu?", tanya Awa lagi. yang masih tidak terima jika liburan ini hanya dihabiskan di villa.


" kita siapkan makan siang dulu, setelah makan siang kita istirahat baru setelahnya kita ke pantai", jawab dokter Yusuf tegas.


Anak-anak pun akhirnya mengerti dan mengikuti perintah ayah mereka.


" Kenapa sih ayah kali ini sedikit nyebelin ya! nadanya kok putus mulu sih?!", Yasmin menggoda Doktee Yusuf yang diperhatikan dari tadi sedikit uring-uringan.


" Tidak!!! hanya perasaan Bunda aja Ayah tidak marah kok mungkin Bunda yang lagi sensi ya?", dokter Yusuf Manuel hidung Yasmin.


" Iiihhhh ... towal-towel aja sih!", protes Yasmin sambil memandang dokter Yusuf mesra.


" Bikin gemes, marah tapi kok melihatnya segitunya sih!", Ucap dokter Yusuf sambil terkekeh kecil.


" Kalian semua nanti ikut jagain bunda ya kalau Bunda banyak tingkah, marahin aja!", ucap dokter Yusuf.


" Baik ayah kita jagain Bunda tapi yang marahin Bunda Ayah aja kita nggak berani!", jawab Hasan.


Semua pun ikut tertawa mendengar ucapan Hasan nggak ada yang berani marahin Bunda lebih baik mereka marahin Ayah, karena di rumah yang sering marah-marah Ayah sebaliknya Bunda orangnya nggak pernah marah.


" Kok gitu! Apa kalian tega lihat Ayah nanti tidurnya di teras villa, jangan dong Ayah enggak akan bisa tidur kalau tidak di samping Bunda", jawab dokter Yusuf jujur.


" Bunda nggak segalak itu kali?!, ayah kan di rumah yang sering marah-marah", timpal Awa.

__ADS_1


" Masa sih Ayah tukang marah? perasaan ayah kalah mulu lho sama Bunda!", Yusuf terkekeh seraya melirik Yasmin dan menggenggam tangannya mesra.


" Lihat Bunda kalian, makin cantik kalau marah gitu", dokter Yusuf terkekeh menggoda Yasmin tengah memberengut.


Yasmin menyebikkan bibirnya, dokter Yusuf semakin mengeratkan genggaman tangannya.


Dan setelah hampir 2 jam mereka sampai di tempat tujuan, sebuah bangunan villa yang cukup asri dipinggir pantai dilengkapi dengan kolam renang dengan area parkir yang cukup luas serta bangunan villa yang cukup megah.


" Wow...... amazing Ayah, ini vila yang sangat indah",Halwa berteriak kegirangan.


" Tempatnya bagus ayah", seru Aya tak ketinggalan.


" Ayo bawa barang-barang kalian sendiri sendiri, pilih kamar masing-masing dan kamar utama untuk ayah bunda", ucap dokter Yusuf.


" Seperti biasa anak laki-laki bareng dengan anak laki-laki dan anak perempuan bersama dengan anak perempuan dan yang di dekat dapur adalah kamar Bibi Murni", Ucap dokter Yusuf membagi kamar untuk anggota keluarganya.


" Langsung masak ya Bi", Titah Yasmin pada bibi murni.


" iya bu, tinggal memanaskan saja kok, sambil menanak nasi".Jawab bibi Murni.


Bibi murni menyiapkan makan siang untuk semua di bantu oleh Yasmin, meskipun sesekali dokter Yusuf mengawasi takut istrinya mengangkatatau mengerjakan hal berat.


" Bun ... bunda duduk saja ya, biar ayah yang bantuin bibi", Ucap doktee Yusuf seraya merangkul Yasmin dari belakang dengan membenamkan dagunya di ceruk leher Yasmin.


" Duduk manis disini dulu, tunggu bunda ga lama lama kok", Ucap Yasmin.


" Curang ya bunda, kok Ayah sih yang suruh duduh", Jawab dokter Yusuf.


" Karena kalau Ayah ngeribetin entar tidak kelar kelar dan semua lapar", Jawab Yasmin.


" Ya sudah Ayah tunggu sambil motongin semangka", ucap dokter Yusuf yang akhirnya memilih membantu menyiapkan makan siang.


" Hasan Husain aya Awa kita bantu bunda siapin makan siang bareng bareng", Panggil dokter Yusuf pada anak anaknya, merekapun semua langsung bergabung untuk saling membantu menyiapkan makan siang.


" Sudah siap, mari makan", Ucap Yasmin.


Merekapun makan bersama dengan sesekali diselingi obrolan ringan.


" Setelah ini kalian tidur siang dulu, baru nanti ke pantai", Ucap dokter Yusuf pada keempat anaknya.


" Mau renang dikolam sini boleh?", Tanya Awa.


" Boleh, tapi jangan pas tengah hari gini, panas banget cuacanya". Ucap Yasmin, dokter Yusufpun setuju.

__ADS_1


" Bun, bobo siang yuk", Dokter Yusuf pun menuntun Yasmin untuk masuk kamar.


" Bobo aja kan?", Tanya Yasmin memastikan suaminya tidak minta yang aneh aneh.


" Iya lah.... Boboin bunda juga", Jawab dokter Yusuf seraya terkekeh.


" Ayahh...".Yasmin memberengut.


" Hemmm.... kenapa?!, Sebentar aja terus bobo siang ya", Ucap dokter Yusuf yang sedari dari sudah membayang berada di kamar baru.


" Benar ya sebentar?", Yasmin memastikan.


" Iya.... sebentar sebentar saja tapi beberapa kali, mau kan?", Goda dokter Yusuf sudah mendekati istrinya dan membuka penutup kepala kemudian membantu Yasmin mengganti baju gamisnyadengan pakaian tidur yang tipis serta pendek.


" Sudah makin buncit saja hemmm.... Sehat sehat ya dik, jika lahir jangan menyusahkan bunda ya... ", Dokter Yusuf mengusap lembut perut Yasmin.


" Nanti jika empat bulanan bunda ingin berbagi dengan anak yatim ya Yah!", Ujar Yasmin.


" Iya dong.... harus! Ayah bersyukur sekali dengan hadirnya dia diantara kita bun, sungguh", Dokter Yusuf mengusap dan menciumi perut Yasmin.


" Terima kasih mas", Yasmin mengusap lembut rambut dokter Yusuf.


" Untuk?".


" Semuanya ... Semua kebaikan mas", Yasmin mengecup bibir dokter Yusuf sekilas.


" Lagi!", ucap dokter Yusuf tegas.


" Apanya?", Tanya Yasmin pura pura tidak tahu.


" Lagi!! Cepet!", Ucapnya tegas lagi.


" Huhhh.... Gemes kamu ini mas ku", Yasmin mencium pipi dokter Yusuf gemas.


Kesempatan itu tidak disia siakan oleh dokter Yusuf, diapun langsung melahap bibir seksi istrinya.


" Huhh.... Masss", Legih Yasmin.


" Hemmm....", Dokter Yusuf hanya memberi kesempatan sebentar untuk Yasmin mengambil nafas kemudian sudah melahab rakus bibir Yasmin dengan yang tak berhenti begitu saja, membuat Yasmin menjadi menggila dan menlenguh tak karuan.


" Pelan pelan ya mas, kasihan dede dia sedang boci malah diguncang oleh ayahnya", Ucap Yasmin.


" Uuhhhjggg... iya dong sayang", Dokter Yusuf dengan tempo pelan pelan bekerja untuk membuat istrinya menggelinjang hebat.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2