JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Bertandang ke rumah Camer


__ADS_3

Akhirnya Dewi pulang diantar oleh dukun cabul itu, mang Sableng. Saat sampai rumah Hanan sedang merokok diteras untung saja Dewi jalan kaki tidak diantar sampai masuk gang.


" Dari mana?", Tanya Hanan datar.


" Dari Villa baru Cici, hari ini dia syukuran vilanya", Jawab Dewi.


" Owh, naik apa?", Tanya Hanan pasalnya motor Dewi sudah dijual untuk membayar sebagian hutangnya buat biaya di rumah sakit.


" Mobil Cici", Jawab Dewi seraya masuk kedalam rumah. Dan Hanan cuma ber Oh saja.


Hanan memperhatikan Dewi saat masuk rumah tadi, sudah lumayan lama tidak pernah memperhatikan istrinya setelah dirinya sibuk ngupi ngupi dicafe bareng bu Rosa.


" Kamu kurusan ma?", Tanya Hanan.


" Bukan kurusan pak, tapi berat badan turun karena tidak diurus suami", Jawab Dewi cuek.


" Sudah gede kok mau diurus, urus diri sendiri lah", Jawab Hanan masih datar.


" Ga lucu, uang tiga juta perbulan harus cukup buat makan sebulan, tapi ya gini lah, jadi langsing itu segi positifnya tapi jadi jarang bisa main pak", Protes Dewi.


" Bagus, lebih baik di rumah dari pada klayapan tidak jelas", Hanan masih saja datar dengan sesekali menghisap cerutunya.


Dewi hanya mendengus kesal, niat hati mau minta tambah jatah uang bulanan malah tidak ditanggapi oleh suaminya.




Dokter Yusuf tengah turun dari mobilnya untuk menanyakan alamat.



" Maaf pak, boleh saya tanya, saya ingin berkunjung ke rumah sahabat saya tetapi karena sudah lama tidak kesini saya lupa lagi, ini rumahnya pak Yasman pak?", Tanya Dokter Yusuf sopan.



" Oh pak Yasman Sera, Bapaknya Yudi ya? di sana mas, tidak jauh lagi, kira kira dua kilo lagi dari sini, kampung sendang mas rt 2 no 17, lurus saja rumahnya dipinggir jalan ini kok", jawab bapak itu.



" Terima kasih pak, mari", Pamit dokter Yusuf seraya membungkuk dan kembali kemobilnya.



Dokter Yusuf tidak mau lengah, dengan menjalankan mobilnya pelan dan melihat setiap nomer rumah dan sampailah pada rumah yang bertuluskan angka 17.



Rumah dengan halaman cukup luas bercat dinding warna kuning gading dipadu warna orang, tampak cerah dan segar dengan berbagai tanaman yang menghiasi halamannya yang luas, di samping agak kebelakang ada bangunan panjang tidak terlalu besar terlihat mengepul kecil asap dari dapur rumah tersebut.


Dokter Yusuf mengamati keadaan sekitar kemudian memakirkan mobilnya ditepi jalan itu dan keluar dari mobil untuk menyapa tuan rumah, apakah benar ini rumah yang dituju.



" Assalamualaikum", Sapa dokter Yusuf hati hati.



" Waalaikum salam, cari siapa mas?", Jawab seseorang paruh baya yang masih terlihat sangat gagah meskipun sebagian rambutnya sudah ada yang memutih.

__ADS_1



" Maaf pak, saya mau tanya, apakah ini rumah orang tua bu Yasmin Sera?", Tanya dokter Yusuf hati hati, ada rasa takut salah di dalam hatinya.



" Oh, iya betul mas, tapi maaf putri saya Yasmin tidak tinggal di rumah ini, ada apa ya?", Pak Yasman pun menjadi ketar ketir khuwatir terjadi sesuatu pada putrinya, apalagi tidak ada yang tahu jika Yasmin pindah kota kecuali keluaga inti saja.



" Alhamdulillah ", Dokter Yusuf mengusap dadanya, lega... Akhirnya bertemu juga dengan rumah orang tua Yasmin setelah sedikit mengobok obok kampung ini hampir satu jam.



" Ada apa ya mas dengan putri saya?", Ujar pak Yasman masih kawatir.



" Oh, maaf pak, saya kesini karena ingin bersilaturahmi dengan keluarga bu Yasmin saja tidak terjadi sesuatu terhadap putri dan cucu cucu bapak, maaf!", Ucapan fokter Yusuf membuat hati pak Yasman lega.



" Oh mari mari silahkan.... silahkan masuk mas", Pak Yasman membuka lebar pintu utama rumahnya.



Dokter Yusufpun perlahan berjalan masuk kedalam rumah itu.



" Silahkan duduk mas", Saparamah pak Yasman.




" Perkenalkan pak saya Yusuf, dari berasal dari kampung sebelah masih satu wilayah tetapi beda kecamatan, kebetulan saya bekerja di kota D, saya kesini bermaksud memperkenalkan diri saya karena saya menginginkan putri bapak, Yasmin!, maaf kalau hal ini mengejutkan bapak", Ucap dokter Yusuf terus terang dengan hati dag dig dug dag tidak karuan.



" Sebentar nak Yu-suf... Saya panggiljan ibunya anak anak dulu", Pak Yasman pun beranjsk dari duduknya hendak memanggil sang istri.



" kalau begitu boleh saya parkir di halaman pak?", Tanya Dokter Yusuf, diapun tetingat jika tadi parkirnya sedikit menghslangi jalan kampung yang beperapa lebar.



" Oh boleh boleh... silahkan", Bapak Yaan memanggil istrinya dan sedikit bercerita mengrnai tamunya, sementara dokter Yusuf memarkirkan mobilnya.



" Siapa pak?", Tsnya bu hasanah bingung.



" Tamu bu, katanya mau kenal sama keluarga anak kita Yasmin".


__ADS_1


" Walahhh.... kok tahu Yasmin dari mana? La wong dia baru pindah kota pak, jangan jangan...", Ucap ibu kawatir.



" Hussst.... Kita tanya dulu, jangan suudzon, ga baik bu, siapkan minum saja bapak mau menemuinya lagi", Pak Yasmanpun kembali ke ruang tamu.



" Baik pak, mau teh atau kopi?".



" Kopi saja, jangan lupa rebus kacang sama pisangnya yang tadi, masih ada kan?".



" Masih", Bu Hasanahpun langsung menyiapkan permintaan sang suami.



" Silahkan nak Yusuf, lho ini apa?", Pak Yasman terkejut karena di meja tamu penuh dengan barang bawaan dokter Yusuf.



" Hemm.... sedikit buah tangan pak, cuma begini saja!", Dokter Yusup pun tersenyum dan menyerahkan oleh olehnya pada pak Yasman.



" MasyaAlloh.... Tabarokalloh.... Jazakumulloh kairon katsiron nak.... Tidak usah repot repot jika hendak main silahkan datang saja, kami tidak keberatan jika teman teman anak saya sudi mampir di gubug saya ini, monggo monggo silahkan", Ujar pak Yasman penuh haru ada oleh oleh sebanyak itu.



Pak Yasman memindahkan oleh oleh itu ke meja satunya karena bu Yasman datang dengan minuman kopi dan kacang serta pisang rebusnya tadi.



" Assalamualaikum ibu, saya Yusuf temannya Yasmin bu", Ujar dokter Yusuf berdiri dan menyalami bu Hasanah.



" Iya nak, saya ibunya, silahkan diminum", Bu Hasanahpun mempersilahkan Yusuf untuk minum kopi buatannya dan beliaupun kemudian duduk bersisian dengan pak Yasman.



Dan mereka pun bercara panjang lebar, bahkan bu Hasanah sempat menitikkan air mataana kala pak Yaan menceritakan kegagalan rumah tangga putrinya.



" Kok secepat ini nak Yusuf datang, kalian tidak selingkuhkan sebelumnya?", Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut bu Hasanah.



" Oh tidak bu, bahkan saya baru bertemu Yasmin kembali, setrlah hampir dua bulan lalu bu, setelah dulu saya bertemu dengannya saat kami masih sama sama kuliah, Yasmin saat itu baru semester awal sedangkan saya sudah koas, saat itu Yasmin sakit dan di rawat saya sedang praktek disana pertama kali saya bertemu dengan Yasmin bu, tetapi ternyata Yasmin sudah ada yang meminang, jadilah saya mundur teratur", Dokter Yusuf terkekeh setelah panjang lebar bercerita.



Bersambung.....


__ADS_1


***Buat readersku yang menebak .... kalian benar... horeee 🙌🙌🙌🙌.... Dokter Yusuf ini konyol tapi gercep gais tidak banyak sungkan selalu berkeyakinan jika tindakannya benar maka tidak ada penundaan ya... 🤗🤗🙏🙏😘***


__ADS_2