
Yasmin akhirnya hanya diam, mau menanggapi apa tidak tahu juga, biarlah jika hal itu sesuatu yang harus diketahui mungkin suaminya akan cerita, jikapun tidak, mungkin itu hal tidak penting bagi dokter Yusuf, berusaha pisitif thinking saja.
Kali ini Yasmin tidak akan terpengaruh dulu, namun juga tidak mau tinggal diam, pengalaman diselingkuhi oleh suaminya harus dijadikan pelajaran berharga, lebih baik diam dalam mode waspada selalu.
" Sabrina dia pindah kota bro.... mau dijodohin sama ibunya", Jawab dokter Yusuf santai.
" Oh, begitu! Tapi Yasmin bukan pelarian lo kan?!", Nah lo eng ing eng... dokter Bryan rupanya punya cara untuk meluapkan kekecewaannya pada sahabat karibnya ini, kalau begini gimana nih.
" Ya enggak lah... Enak saja, bunda memang pilihan hati ku bro, Sabrina hanya teman seprofesi... Teman teman saja yang iseng jodohin", Jawab dokter Yusuf dia melirik kearah Yasmin dengan perasaan cemas, sahabatnya ini pinter banget deh ah, merusak suasana, bisa bisa tidak dapat belah membelah kalau begini, dokter Yusuf terlihat sedikit frustasi.
" Masih muda dan cantik lho... Yakin kemarin ulah teman teman atau lo sendiri yang ngarep tapi tidak direstui ibunya Sabrina", Wuiihhhh.... dokter Bryan et dah, malah nyirem bensin... piyeee iki.
Mendengar ucapan dokter Bryan barusan terang saja Yasmin merasa insecure, wajahnya terlihat kecewa dong!.
Dokter Yusuf yang menyadari raut wajah berbeda dari Yasmin pun meraih tangan Yasmin dan menggenggnya erat dengan ibu jari yang mengelus punggung tangan Yasmin.
" Ah, kampret lo... Merusak momen kebahagian gue... mau ada sepuluh cewek seperti dia gue milih istri gue, paham lo... gue tahu akal akalan lo buat istri gue marah, lo masih ada rasa ya kan sama bini gue... cinta lama belum kelar kan, iya kan??!!", Dokter Yusuf akhirnya tak terima dipojokin sama dokter Bryan meski dengan terkekeh dia keluarin uneg unegnya.
" Sayang..... Jangan dengerin dia ya... percaya mas Yusuf ya... iyaaa... mas setia sayang, dan Sabrina itu cuma teman kerja doang, ya memang begitu kita dijodoh jodohin teman tapi aku enggak mau, sueerrr.... dianya yang ngejar aku... maaf belum cerita... aaacchhh... awas lo, Beje", Dokter Yusuf bicara dengan raut memelas pada Yasmin tapi melotot pada dokter Bryan, dan dokter Bryan tertawa lebar.
Yasmin hanya tersenyum pada dokter Yusuf, sambil mengusap punggung tangan dokter Yusuf dengan tangan satunya.
" Iya, itukan kemarin saat kita belum menikah, tapi jika sudah menikah masih tebar pesona sama ciwi ciwi... resiko tanggung sendiri", Jawab Yasmin terkekeh pelan.
" Enggaklah.... dia setia orangnya, percaya sama aku dik, tapi aku tidak janji sama ciwi ciwi yang deketin dia lho, banyak yang godain soalnya", UJAR dokter Bryan.
" Banyak dari mana, sok ngarang lo, kayak yang tahu aja... ciwi ciwi dikota tempatku tinggal ga gitu", Bela dokter Yusuf.
" Yuk kita cari Nathali saja yank.... disini ngeladeni dia bisa bisa kita frustasi, ayo", Dokter Yusuf mengajak yasmin untuk mencari keberadaan Nathali, dan benar saja wanita itu tengah duduk bersandar seraya memangku putrinya yaang tertidur sambil mengawasi putrinya yang satu sedang bermain.
" Lihat itu, dasar suami tak perhatian istrinya dibiarkan mengasuh dua anaknya sendirian", Gerutu dokter Yusuf.
__ADS_1
" Hai Nad.... kenalkan ini istri ku", dokter Yusuf dan Yasmin menghampiri Nathali.
" Sori.... anakku rewel jadi aku langsung disini, selamat ya, bahagia terus... ", Ucap Nathali tulus menyalami mereka berdua.
" Bawa masuk yuk, tidurkan dikamar", Ucap Yasmin.
" Nanti malah bangun biarkan begini saja, dia tidak bisa tidur ditempat baru, malah suka rewel", jawab Nathalia.
" Mau aku panggilkan bapaknya?", Tawar Dokter Yusuf pada Nathalia.
" Tidak usah, biarkan saja", Jawabnya, Yasmin beranjak untuk mengambilkan beberapa makanan dan memberikannya pada Nathalia.
" Terima kasih", Kawab Nathalia tak enak hati sampai diladeni pengantin.
" Sambil makan saja, saya tinggal dulu kedalam", Pamit Yasmin dan dokter Yusufpun mengikuti dari belakang dengan tak lepas menggenggam tangan Yasmin.
~🌹~
Siang ini Dewi dapat informasi dari ibu warung jika Hanan sedang di kosan dengan wanita yang biasa datang.
Merasa dikhianati oleh Hanan, benar memang dirinya salah, bahkan kesalahannya sangat fatal tetapi Dewi hanya menuntut kejelasan status, bukan dipermainan begini.
Toh juga tidak diberi nafkah, kenapa tidak langsung cerai saja.
Sejak diabaikan oleh Hanan Dewi memang sakit hati, kecewa pada Hanan, dulu dia menerima jadi istri kedua, itu bagi Dewi juga pengorbanan, tapi merasa tidak mendapat keadilan, Dewi merasa jika Hanan pilih kasih, padahal kenyataannya Dewilah yang diistimewakan oleh Hanan, bahkan tunjangan anak, dan tunjangan yang lainnya juga diberikan pada Dewi, namun sifat serakah Dewi pada akhirnya yang menghantarkan kesini, selingkuh setelah pernah menjadi partner selingkuh dulu sama Hanan.
Dewi merasa benar, tapi dia lupa jika semuanya berawal dari keserakahan dia sendiri, bukan salah poligami yang dilakukan Hanan tetapi yang salah adalah pelaku poligami itu harus punya komitmen yang kuat untuk bisa adil dan saling menghormati tetapi Dewi sering menunutut lebih dan itu membuat Hanan tidak bisa adil.
Dewi terkejut ternyata sampai di kosan Hanan, kamar itu sudah kosong, tadi ada yang menyusul ibunya saat mereka sedang ngobrol dan bapaknya akhirnya pergi juga.
Dewi merasa sangat kecewa, tapi mau bagaimana lagi, dia harus tetap berusaha demi kejelasan statusnya dan rasa sakit hatinya ada Hanan.
__ADS_1
Sementara Hanan saat ini sedang disekolah mengajar praktek olah raga.
Benar tadi bu Rosa datang tapi hanya untuk memberikan pak Hanan sekotak makanan dan mengobrol sebentar, kemudian dijemput oleh temannya karena hendak belanja.
Dewi akhirnya kembali dengan tangan hampa, tapi dia tak habis akal harus menemukan sang suami dalam kondisi selingkuh agar bisa membalas sakit hatinya.
Ditempat lain dikediaman keluarga pak Yasman acara sudah usai, namun tamu jauh masih berada di sana untuk menginap, tetapi tamu dari kota A yakni bu Ida pak Taslim bu Nunik dan pak Agus mereka sudah pamit.
Mereka mau ke kampung halaman pak Agus, yang ternyata dekat dengan kampungnya bu Ida, Yasmin sangat senang dengan kedatangan tamu jauhnya itu, bahkan tadi Aya sempat bermanja manja pada bu Nunik dan pak Agus, kangen katanya.
Setelah habis magrib Yasmin dan dokter Yusuf juga mau menginap dihotel, dan anak anak tetap tidur di rumah pak Yasman.
" Mas, kok mas kawinnya gede banget sih?", Tanya Yasmin pada dokter Yusuf saat mereka sudah berada di kamar hotel.
" Karena aku ada, kalau tidak ada juga tidak mau maksain lah Yank!, Dan lebih dari itu karena kamu sangat berharga dari sekedar harta", Jawab dokter Yusuf.
" GOMBAL", Jawab Yasmin sinis.
__ADS_1
Bersambung.....