JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Jatuh


__ADS_3

Maaf!!!", Satu kata itu yang keluar dari mulut tahanan dengan wajah tertunduk dalam, Dewi yang di dapur pun mendengarkan pembicaraan mereka dengan mengaduk-ngaduk kopi secara pelan pelan pelan takut untuk menyuguhkan kopi tersebut kepada kedua mertuanya.


" Ya sudah bu, sudah", Ucap pak Harun bijak.


Dewi akhirnya membawa kopi dan teh panas pesanan mertuanya untuk disuguhkan dengan wajah tertunduk ada rasa takut ada rasa bersalah di dalam hati Dewi.


" Silakan diminum Pak Bu", ucap Dewi.


" Saya bawa masuk tas ibu ke dalam kamar Ya silakan kalau bapak ibu jika mau istirahat di dalam kamar sini", ucap Dewi seraya membawa koper kedua orang tua Hanan memasuki kamar yang dulu ditempatin oleh anaknya.


" Iya!", jawab Ainun singkat.


Akhirnya pembahasan mereka pun usai tidak dilanjutkan lagi perkataan tegas Pak Harun tadi untuk tidak memberitahu tentang keberadaan Yasmin membuat Hanan hanya diam dari tadi.


" Melihat kondisi kamu yang sudah baik-baik saja kemungkinan kami di sini tidak lama mungkin lusa kami sudah balik lagi ke kampung kasihan hewan ternak bapak nggak ada yang ngurus untuk sementara saya titipkan sama Pak de mu", ujar Pak Harun


" Iya Pak!", jawaban and pelan.


" Kamu tidak ingin punya anak dari istri muda mu Nan", tanya Bu Ainun.


" Entahlah bu belum terpikirkan", jawaban Hanan santai, padahal semenjak mereka rujuk Hanan belum sekalipun menyentuh Dewi, selain kondisinya yang belum memungkinkan ada rasa yang kurang pada Dewi karena pernah melihat perselingkuhannya dulu.


" Ya sudah jika pun tidak diberi momongan dengan pernikahan kalian juga nggak masalah Hanan kan sudah punya begitupun dengan istrimu yang penting kalian saling menjaga jangan sampai kejadian di masa lalu terjadi kembali",ucap Bu Ainun bijak kali ini.


Dewi dan Hanan hanya mengangguk dengan ucapan Bu Ainun.




" Aaawwww....... Allohu Akbar... Astaghfirulloh", Terdengar suara Yasmin dari balik pintu kamar mandi.



Tak ada seorangpun di lokasi kamar mandi tersebut karena saat ini Yasmin bermaksud buang air kecil di saat jam pelajaran nya.



Saat ini Yasmin tengah berada di kamar mandi di ruangan guru ruangan itu kosong karena guru-guru sedang berada di kelas mereka masing-masing.



" Tolong-tolong ..... astagfirullah", Dewi berusaha berteriak sedikit keras setelah beberapa saat Mang Diman yang sering membersihkan ruangan guru melintas untuk mengambil tempat sampah.



" Astagfirullah Bu Bu Bu.... ", Mang Diman menggedor pintu kamar mandi yang didalamnya ada Yasmin.



" Tolong Mang Diman", rindi Yasmin dari dalam kamar mandi.



Secepat kilat Mang Diman pun memanggil teman tukang kebun yang lainnya yaitu Mang Jupri dan mereka berdua akhirnya menggedor pintu kamar mandi Yasmin setelah itu yang kebetulan Bu Ita memasukin ruangan guru pun ikut terkejut melihat kejadian itu.


__ADS_1


Begitu pintu dibuka nampaklah Yasmin terduduk di lantai kamar mandi dengan tangan memegang pinggangnya meringis kesakitan.



" Astaghfirullahaladzim sabar bu mari kami bantu", ucapan Diman dan Mang Jupri serentak mengangkat tubuh Yasmin, Bu Ita pun ikut membantu.



" Bawa ke UKS dulu Mang", teriak Bu Ita, "panggilan ambulance Setelah itu kita harus segera bawa ke rumah sakit", Imbuh Bu Ita gugup penuh kekhawatiran.



" Sabar ya bu Yasmin kita bawa ke rumah sakit bersalin atau ke rumah sakit tempat suami Ibu", tanya Bu Ita.



" Teleponin suami saya aja Bu Ita, ponsel saya ada di meja kerja", jawab Yasmin lemah dengan menahan rasa sakit.



Dengan cekatan Bu Ita pun mencari ponsel Yasmin dan segera menelpon dokter Yusuf, di seberang sana dokter Yusuf yang mendengar kabar itu tengah berada di ruang pasien tidak menghiraukan lagi secepat kilat dia langsung pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke ruang kerjanya untuk mengambil kunci mobil dan segera menyusul Yasmin ke sekolah.



Sepanjang perjalanan hati dokter Yusuf benar-benar kacau, rasa ketakutan yang dulu pernah dirasakan saat istri pertamanya jatih dikamar mandi dan akhirnya tak tertolong kini kembali menyerang.



Tangan dokter Yusuf bergetar saat mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, mulutnya komat-kamit memanjatkan doa pikiran dan hatinya benar-benar kalut dan kacau balau.




Tidak butuh waktu lama setelah mengemudi di jalanan dengan dengan membahayakan pengendara lain karena hatinya yang kalut dokter Yusuf pun sampai di sekolah Yasmin.



Dengan lari tergopoh dia menuju ruang yang disebutkan Bu Ita di sana nampak Yasmin tengah terbaring kesakitan di atas tempat tidur ditungguin oleh Bu Ita.



" Mang Diman apakah tadi jadi telepon ambulans", tanya Bu Ita.



" Tidak Bu ternyata beberapa ambulans yang saya telepon semuanya tengah dipakai", jawab Mang Diman.



" Bu Ita maaf tolong bantu saya angkat istri saya kita naik mobil saya aja", Ucap dokter Yusuf secepatnya.



Dengan cekatan mandi man with a dan dokter Yusuf pun membawa Yasmin menuju mobil dokter Yusuf untuk segera dilarikan ke rumah sakit.


__ADS_1


" Mang Diman tolong ambilkan tas saya mang, saya mau ngantar menemani bu Yasmin ke rumah sakit", ujar Bu Ita dan Mang Diman pun segera menyambar tas yang ada di meja kerja Bu Ita.



" Tahan sayang...m tahan sebentar ya!", setelah Yasmin duduk di kursi penumpang dokter Yusuf pun mengelus kepala Yasmin dan mengusapnya lembut dengan mata yang berkaca-kaca kemudian dia duduk di belakang kemudi untuk segera melajukan mobilnya.



" Bu Ita, tolong jaga istri saya bu", dokter Yusuf dengan suara bergetar menahan tangis.



" Iya dok, pasti", ujar Bu Ita seraya memegang tangan Yasmin duduk di sebelah kursi penumpang Yasmin.



" Tetap hati-hati dok!, insya Allah bu Yasmin tidak apa-apa", Ujar bu Ita, untuk memberikan ketenangan kepada dokter Yusuf yang sedang mengemudi.



Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit tempat dokter Yusuf bekerja. Dengan segera dokter Yusuf membawa Yasmin ke ruang IGD.



" Sust.... Tolong panggilkan dokter Okta untuk memeriksa istri saya", Ujar dokter Yusuf dengan tergesa-gesa.



" Baik dok!", Jawab suster dengan segera.



" Sabar sayang.... Sabar ya, tunggu!", Ucap dokter Yusuf dengan membelai Yasmin bahkan terlihat kekhawatiran yang sangat pada wajah dokter Yusuf.



" Kenapa dok?", Tanya dokter Okta dengan cepat masuk keruangan itu.



" Jatuh dikamar mandi dok!", Jawab bu Ita yang masih setia menunggu Yasmin, sementara dokter Yusuf sudah lemas duduk disisi ranjang.



" Astaghfirulloh...", Dengan cekatan dokter Okta langsung memeriksa kondisi Yasmin.



" Ada pendarahan dokter", ucap dokter Okta ketika memeriksa Yasmin pada dokter Yusuf.



Deg



Dokter Yusuf pun semakin bertambah cemas mendengar ucapan dokter Okta.

__ADS_1



Bersambung......


__ADS_2