JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Bertemu sahabat lama


__ADS_3

" Anak anak kalian main disana ya, sesuka kalian saja bapak sama bunda mau jalan jalan saja, jika kalian sudah hubungi bapak", Hanan menuntun Yadmin untuk menyusuri jalanan yang dikiri kanannya ditumbuhi aneka macam bunga.


" Kita pacaran bun", Ujar Hanan, Yasmin tidak menjawab atau merespon apapun hanya jalan saja mengikuti arah tujuan Hanan.


" Bun, bahagia ga bun liburan kali ini?", Tanya Hanan, entahlah maksudnya apa dengan pertanyaan seperti itu untuk sang istri.


" Alhamdulillah", Jawab Yasmin dengan ekdpresi biasa saja.


" Bersyukur ya bun, masih ada rejeki untuk bisa ajak anak anak liburan", Yasmin hanya manggut.


" Tetaplah menjadi bunda yang luar biasa untuk mereka bund".


" Pasti, inshaAlloh ... bunda akan berusaha", Jawab Yasmin, dalam hati seperti diremas, jika menyangkut tentang hari esok anak anaknya jelas Yasmin takut, pernikahan poligami Hanan pasti akan membawa dampak psikologi pada anak anaknya.


Yasmin melihat Hanan berjalan didepannya lebih cepat dan kesempatan itu Yasmin gunakan untuk selfie, biarin lah sedikit narsis, hanya untuk kenangan diri sendiri bukan untuk diunggah dimedia sosialnya.


Jepret jepret...


Beberapa gambar dengan latar belakang kebun bunga telah Yadmin dapatkan, hatinya senang, meski hanya foto sendiri tak masalah, duatu hari jika melihat gambar ini pasti dia akan teringat dengan siapa dia pergi hari ini, tentu dengan keluarga kecilnya yang utuh tetapi dengan hati yang terbelah.


Hanan melihat aktifitas Yasmin, diapun diam diam memfoto Yasmin dengan candid camera, berfikir jika suatu hari nanti melihat hasil jepretannya itu Hanan akan mengingat bahwa itu liburan dengan istri sah yang terasa seperti dengan gebetan baru, karena setiap mau romantis romantisan sang perempuan selalu menghindar, seperti malu malu gengsi.


Padahal Yasmin menghindar karena berusaha membuang rasa cintanya agar bisa menerima dipoligamikan Hanan, Yasmin tak mau lagi ada rasa untuk Hanan agar tidak sakit terus hatinya.


" Bapak harap kita bisa liburan bareng bareng bun suatu hari nanti, bapak pasti sangat bahagia jika kalian bisa jalan didepan bapak bersamaan", Monolog Hanan dalam hati membayangkan Yasmin dan Dewi akur dan bisa liburan bareng.


" Pak, bunda kesana saja ya, menyusul anak anak, sekalian mengabadikan moment mereka", Yasmin beranjak meninggalkan Hanan, entah mengapa jalan dengan suaminya saat ini rasanya tidak nyaman, berusaha sebaik dan sesabar apapun ternyata tidak mudah bagi Yasmin menghilangkan rasa di hatinya, egois memang, tapi hati tidak bisa bohong, jika hati terluka ternyata butuh banyak waktu untuk membuat menjadi biasa kembali.


Hanan mau mencegah kepergian Yasmin tetapi istrinya itu sudah sedikit jauh meninggalkan dirinya, kecewa juga sih, istrinya tidak mau diajaknya jalan berdua, lagi!!! Hanan hanya bisa berdecak kesal, merasa kini istrinya semakin jauh darinya, tapi apakah Hanan bisa memilih? Tidak bukan? Tidak mudah lagi bagi dirinya untuk memilih, pernikahan bukan semua permainan, pun seandainya dirinya memilih Yasmin, mampukan istrinya menerima dirinya seperti dulu lagi?

__ADS_1


Itulah akibat menuruti hawa *****, segala sesuatu jika diambil karena ***** maka disitulah akan hadirnya masalah.


Hanan hanya bisa melihat kepergian istrinya dengan kekesalan dan juga penyesalan, namun begitu dia tetap menyusul istrinya, mau apa coba, lanjut jalan juga senfirian apa enaknya coba.


Saat seperti itu Hanan penasaran rasanya piknik dengan Dewi, apakah istti mudanya itu akan mengabaikan dirinya seperti halnya Yasmin, atau malah mesra dan manja. Membayangkan itu Hanan pun ingin rasanya bisa membawa istri keduanya itu puknik juga, tapi tabungan yang ia miliki sudah sangat menipis untuk piknik kali ini, apa mungkin bisa mengajak Dewi dan kedua anaknya piknik, sudah terbayang mrmbawa piknik Dewi pasti harus berbekal banyak duit karena anak anak Dewi berbeda dengan anak anaknya, yang terlatih hidup sederhana dan prihatin, tidak jajan, sementara anak anak Dewi, hidupnya setiap hari dimanjakan oleh mamanya dengan sebentar sebentar kewarung jajan, entah itu jajanan murah atau yang lumayan, hidup di gang, membuat anak anak Dewi terbiasa dengan jajan sembarangan, didukung karena Dewi sibuk jualan online sehingga setiap saat minta jajan di iya kan asal tidak rewel dan mengganggu aktifitasnya.


Hanan tersenyum seraya berjalan, pikirannya membayangkan istri mudanya yang sedang di rumah, "sedang apa dia, kok ga pernah telpon bapak?", Guman hati Hanan.


Bruggg


Saking asyiknya melamun Hanan jalan hingga menabrak seseorang yang berjalan dengan arah berlawanan dengannya.


" Auwww", Sekit seseorang.


" Haduh! Maaf, maaf, maaf", Hanan segera menolong seseorang yang dia tubruk itu.


" Pak Hananto?", Suara dari orang yang telah ditabrak Hanan.


" Lany, Melany, lupa?", Ucap wanita berusia sekitar 35 an, hampir seusia dengan Yasmin.


" Oh, iya, maaf pangling saya".


" Mana Yasmin?". Tanya Melany.


" Oh, dia duluan mrnyusul anak anak, Ayo bareng saya jika mau ketemu dengan istriku", Hanan menunjuk tempat Yasmin tengah berdiri menunggu anak anaknya naik pemainan.


" Ya, aku kangen sekali, sudah lama tak bertemu, sebentar nanti aku susul, mau panggil anak anakku dulu", Jawab Lany seraya mengajak anak anaknya untuk mrnyusul Yasmin.


" Yasminnn", Panggilnya ketika mereka sudah dekat.

__ADS_1


" Ah.... Lany?? Ya ampun kita bertemu ditempat ini!", Yasmin langsung menghambur kepelukan sahabat lamanya itu, sahabat hebatnya lebih tepatnya begitu.


" Iya, aku juga kangen, alhamdulillah akhirnya kita bisa bertemu lagi, berapa kita tahun kitatak bertemu ya?", Lany berpikir sejenak.


" Tujuh tahun, hampir.... waktu anakku Haya masih diperut dan lihat sekarang sudah gadis", Yasmin menunjuk pada putrinya yang sedang berjalan mendekat padanya.


" Iya benar.... dan aku sekarang sudah ada dua buntut", Ujar Lany tertawa lebar.


" Halo, kenalan yuk dengan tante Yasmin, ini kakak Hasan, Husain dan Haya", Yadmin mengajak kenalan dua bocah lucu usia sekitar 8 tahun dan 5 tahun.


" Adam tante, Sheina tante", Jawab Bocah itu menyalami Yasmin, Hasan, Husain, Haya dan Hanan.


" Tante", Hasan pun menyapa dan bersalaman dengan Lany, begitupun dengan Husain dan Haya.


" Mana suami mu?", Tanya Yasmin.


" Tadi bersama sama kita, tetapi ada telpon darurat dari kantor jadi dia melaksanakan tugas dulu".


" Oh, salam ya untuk dia", Yasmin juga akrab dengan Salman suami Lany.


" Iya, nanti aku sampaikan", Kawab Lany.


" Dinas dimana kamu sekarang Lan?", Tanya Yasmin, sahabatnya ini dahulu memang bekerja guru SMA dan sudah jadi PNS.


" Oh, aku? Sekarang tugas di SMAN 1, dekat kok dari sini, paling 15 menit, dekat rumahku yang sekarang.


" Syukurlah, kita harus tukaran nomer ponsel untuk berbagi kabar", Ujar Yasmin dan Lany pun juga langsung menyanggupi dengan sangat senang hati.


Hanan hanya menjadi penonton melihat istri dan sahabatnya itu bertukar cerita.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2