
Malam ini Hanan gelisah, memikirkan uang yang belum pas, masih kurang, kepikiran dengan ucapan Dewi yang sudah tidak ingin punya anak lagi, kepikiran Aya yang belum bisa menerima kondisi dirinya yang kini punya mama dua dan yang aneh Hanan sangat rindu dengan Yasmin.
Yasmin, istrinya itu akan memberikan ketenangan jika dia tengah gelisah, dengan belaiannya, usapan tangannya yang lembut, tutur katanya, juga doa doanya yang dia lantunkan disepertiga malam, Hanan ingin sekali memeluk Yasmin malam ini.
Berusaha memejam mata karena malam terus larut hingga hampir subuh, akhirnya Hanan memutuskan tidur didepan tivi, hatinya gelisah, rindu dengan Yasmin sangat.
" Bapak kenapa tidur disini?", Teriak Dewi dipagi buta
Hananpun terjingkat dalam tidur nyenyaknya yang baru berapa jam dikagetkan oleh suara Dewi.
" Heh!", Ujarnya, matanya mengerjan kepalanya sedikit pening karena efek tidur telat dan kurang tidur.
" Kok tidutnya di sini, ga diselimut lagi, apa ga dingin banyak nyamuk?", Unar Dewi, dalam pikirannya Dewi merasa jika Hanan menghindari dirinya karena kecewa, dirinya telah membuat hifup Hanan susah dengan hutangnya, "Tapi kan tetap saja yang bayak kan aku", Guman Dewi, " terus kenapa? Apa masHanan semakin tahu watakku terus tidak cinta lagi sama aku?!", Dewi bermonolog dalam hati.
" Semalam gerah, terus aku keluar ga tahunya ketiduran, ga sengaja", Jawab Hanan seraya berusaha bangun.
" Tumben mama bangun subuh, ayo sholat kalau begitu", Ujar Hanan heran juga sih istri mudanya bisa bangun tidur semoga ini awal yang baik.
Dewi gegas menuju kamar mandi untuk ritual pagi dan bergantian dengan Hanan.
" Mulailah untuk rajin sholat kayak gini, memang kita bukan orang baik, tetapi jika sholat kita terjaga semoga sholat kita itu yang menjadi baik", Ujar Hanan menasehati Dewi agar selalu sholat, hatinya gembira luar biasa ini kali pertama Hanan melihat Dewi sholat selama menikah.
" Maaf pak, Dewi akan menjadi lebih baik, tolong bimbing Dewi agar bisa seperti bunda", Iya Hanan memang suka bercerita jika Yasmin adalah istri yang taat, karenanya Hanan pun terbawa taat dan mengenal agama, itu semua berkat Yasmin.
" Syukurlah", Hanan mencium kening Dewi lama, ada ketenangan dihati Dewi.
Siang harinya Hanan pamit untuk keluar rumah, pamitnya mau mencari tambahan uang.
Dan benar saja sore hari Hanan sudah mendapatkan uang itu, hati Dewi senang akhirnya rumahnya tidak jadi di sita hanya tinggal memikirkan cucilan dua bulan lagi, makaakan lunas dan akan belajar untuk tidak mudah berhutang.
" Bapak mau pulang dulu, besok jika penagih itu datang telpon bapak saja, uang ada bersama bapak", Pamit Hanan pada Dewi sore itu.
__ADS_1
Walaupun berat Dewi harus ikhlas karena semalam dia sudah menahan suaminya agar tidak pulang.
Hanan merasa sangat merindukan Yasmin, berharap istrinya menyambut dengan senyum, tapi mana mungkin, hati Hanan seperti berdialog.
" Assalamualaikum", Sapa Janan memasuki rumah, saat itu anak anak tengah berada di depan tivi dan Yasmin tengah mandi.
" Waalaikum salam", Jawab ketiga anaknya.
Sudah tidak ada pandangan sinis atau antusias jika Hanan masuk rumah, apa lagi sehabis pulang dari rumah Dewi, anak anaknya akan cuek dan tampak tidak peduli, kadang hal seperti ini membuat Hanan sedih.
Anaak anak cukup menjawab salam tanpa menoleh atau memperhatikan kehadiran bapaknya.
" Bunda mana?", Tanya Hanan.
" Mandi", Jawab Aya cuek.
Setelah beberapa saat Yasmin keluar dari kamar mandi dengan baju kimono anduk yang panjang dan membungkus rambutnya dengan handuk, Hanan memperhatikan Yasmin dengan seksama, istrinya itu kini terlihat lebih bersih, fresh dan juga terasa makin muda semenjak Yasmin bekerja mereka memang jarang bertemu ditambah Hanan yang sering menghabiskan harinya di rumah Dewi.
Hanan bermaksud menyusul Yasmin kedalam kamar, namun saat dua langkah lagi Hanan mencapai pintu kamar terdengar bunyi " Ceklek", Yasmin mengunci pintu, pupus sudah harapa Hanan untuk masuk kamar dan melepas rindu dengan istri tuanya itu.
Hanan mendesah lirih dan menyugar rambutnya dengan kasar. Hasan yang melihat akhirnya tersenyum masam, geli juga melihat bapaknya kecewa.
Yasmin keluar kamar dengan baju gamis yang baru pertama Hanan lihat, gamis dengan byhan katun berwarna navy dan kerusung segi empat warna kuning tua, benar benar membuat Yasmin tetlihat makin cantik dan cerah.
" Haya, ayo siap siap, nanti keburu malam, kakak Hasan Husain sudah siap?", Tanya Yasmin kemudian Yasmin melirik Hasan, berdiam beberapa saat sambil perpikir.
" Bapak mau ikut, kalau. gitu cepat siap siap keburu tambah malam", Ujar Yasmin sambil berlalu kedalam kamar kembali.
" Memang pada mau kemana?", Tanya Hanan.
" Mau cari makan pak, ayo ikut", Aya kemudian menjawab pertanyaan bapaknya, ada rasa senang ketika Aya bilang mau makan diluar, tapi kemudian rasa itu jadi sedikit minder, pasalnya Hanan tak ada uang jika untuk makan sekali waktudi luarseperti itu, karena untuk mereka berlima pasti tidak akan cukup dengan seratus ribu, ya kecuali makannya di warung tetangga.
__ADS_1
" Pak, siap siap bukannya bengong, keburu malam", Aya sedikut bicara keras kerana bapaknya masih diam saja.
" Iya pak, ayo!", Yasmin yang sudah keluar kamar kembali mengajak Hanan.
Meskipun sedikit sungkan namun Hanan memutuskan untuk ikut, jika perlu dia yang bayarin, kan ada uang yang untuk bayar hutang Dewi, pikirnya.
" Ayo, iya bapak mau ikut kalian", Hanan bergegas mengganti kaosnya dan kembali memakai jaketnya serta menyisir rambutnya.
" Mau naik apa?", Tanya Hanan.
" Berangkatnya naik angkot dari depan itu kan cuma jalan sedikit, pulangnya nanti baru kita naik taksi", Jawab Husain.
" Kalian bertiga ya yang naik angkot biar bunda di bonceng bapak", Usul Hanan.
" Biar bunda yang naik angkot pak sama kak Hasan, Aya sama kak Husain dibonceng bapak", Aya mengusulkan dengan senyum nyengir.
" Ya", Hanan mengangguk pasrah.
" Kalau begitu kalian jalan bertiga dulu biar bapak bonceng ibu sampai depan", Usul Hanan dan anak anak setuju, segera mereka berjalan sementara Hanan masih menunggu Yasmin yang sedang mengunci pintu.
" Lho kok ga bonceng anak anak pak?", Yasmin kaget melihat Hanan yang masih menunggunya.
" Ayo bapak bonceng sampai depan, dan bunda naik angkot bareng Hasan, Aya dan Husain bapak yang bonceng nanti", Terang Hanan, Yasmin pun akhirnya duduk membonceng Hanan, Hanan senang bisa membonceng Yasmin meskipun cuma jarak dekat.
" Mau makan dimana?", Tanya Hanan.
" Anak anak pingin makan di resto xx pak disana menyediakan berbagai steak", Jawab Yasmin.
" Walah.... kok diturutin bun, itu kan mahal", Prootes Haman merasa ketar ketir jika harus membayar lima porsi steak lumayan juga.
" Tenang pak, bunda ada rejeki dari orang tua yang anaknya les private, bunda yang bayar", Jawab Yasmin tenang.
__ADS_1
Bersambung.....