
Berbekal dari informasi dari Pak Agus Hanan mencari-cari informasi tentang keberadaan Yasmin dan anak-anaknya.
Namun hingga hampir 1 tahun kemudian Hanan tidak mendapatkan informasi apapun bahkan dari orang tuanya sekalipun.
rupanya kedua orang tua Hanan setelah bertemu Dewi, tidak mau memberikan informasi apapun tentang Yasmin kepada Hanan.
mereka berfikir agar Hanan benar-benar menerima istrinya dulu baru akan memberi tahu keberadaan mantan istrinya serta anak-anaknya karena kedua orang tua Hanan merasa jika Hanan belum bisa sepenuhnya mencintai Dewi, orang tua hamil tidak mau kembali gagal dan malah mengganggu kehidupan Yasmin yang sudah bahagia, orang tua Hanan juga percaya jika cucu-cucunya lebih tentram hidup bersama Yasmin, jika Hanan datang menemui hanya akan merecoki pikiran mereka dan itu tidak bagus begitulah pikiran keduanya.
" Pak tolong tanyakan kepada bapak yasman nomor telepon bunda pak, Hanan dengar mereka berada di kota C Hanan bermaksud mencari nya Pak!", pinta Hanan pada pak Harun saat itu namun hingga sekarang orang tuanya tidak pernah mengirimkan nomor Yasmin.
Akhirnya Hanan mendaftar bagus dan Nunik untuk memberikan nomor Yasin, Untung saja bu Nunik sudah pernah minta izin untuk memberikan nomor teleponnya kepada Hanan namun rupanya Yasmin tidak memberikan nomor telepon pribadinya melainkan nomor telepon Aya.
Bu Nunik pun setuju dan akhirnya diberikan lah nomor Aya kepada Hanan, dengan perasaan sangat senang yang luar biasa Hanan tersenyum puas ketika Bu Nunik telah memberikan nomor tersebut.
" Terima kasih Bu Pak!", ucapan nan penuh haru.
" iya ya Pak ya!", jawab bu Nunik dan Pak Agus.
setelah sampai di rumah kontrakannya Hanan pun mencoba untuk menghubungi nomor tersebut hingga beberapa kali tidak mendapat respon akhirnya Hanan mengirimkan pesan.
" Assalamualaikum bun, Bunda apa kabar beserta anak-anak ini Bapak Bun", tulisan anda dengan jari jemari bergetar mata berkaca-kaca hati yang perih rasa rindu menyeruak langsung menyerangnya hebat ke permukaan hatinya berharap segera terkirim dibaca dan segera mendapat balasan.
Namun apa hendak dikata saat angan itu tidak sesuai kenyataan nyatanya pesan itu terkirim dan dibaca namun hingga 2 hari tidak dibalas juga, Hanan tak putus asa lagi lagi lagi dan lagi mengirim pesan menelpon juga.
Namun belum mendapatkan respon apapun sedikit kecewa Iya tapi akalnya pun berfikir wajar jika Yasmin seperti itu bertahun-tahun berlalu mungkin masih memendam kekecewaan pada dirinya.
" Bun tolong balas, maafkan bapak Bun maaf..", pesan Hanan yang terakhir di hari itu.
Hanan tak berputus asa berharap dan berdoa akan mendapat respon dari Yasmin.
" Bun ..... Aya mau bercerita tapi nanti bukan sekarang Bun kalau Dede udah tidur", ujar Aya pelan-pelan agar tidak ada yang mendengar pada Yasin.
" Cerita apa, sangat penting?", tanya Yasmin penasaran. Aya hanya mengangguk wajahnya nampak sedikit murung.
__ADS_1
Namun di lain tempat
Hanan yang mulai putus asa akhirnya pamit sama Dewi untuk pergi ke luar kota. Ia bermaksud mencari Yasmin dan anak-anaknya sendiri, Setelah dia bertanya beberapa hal pada Pak Agus.
Pak Agus memberi tahu nama komplek perumahan tempat Yasmin tinggal. dan kesanalah kini tujuan Hanan.
Dengan penuh semangat menuju kota gimana anak-anak dan mantan istrinya tinggal. ketika sampai di kota itu waktu sudah menjelang magrib sehingga Hanan mampirlah ke sebuah masjid yang berada di kawasan komplek.
Kemudian Hanan mengikuti salat jamaah di masjid tersebut. hati yang kacau pikiran yang belum tenang karena belum menemukan alamat tujuan karena hanya nama komplek itu yang Hanan pegang sedangkan alamat lengkapnya Dia tidak punya.
Selesai jamaah salat magrib ternyata di masjid itu Ada kajian rutin yang diikuti jamaah dari masjid tersebut, Hanan yang merasa nyaman berada di dalam masjid tersebut meski getaran dalam hatinya masih terasa dan memutuskan untuk mengikuti kajian tersebut hingga datang waktu salat isya dan kemudian berjamaah kembali.
Selesai melakukan jamaah salat isya Hanan memutuskan untuk keluar dari masjid tersebut karena hari sudah malam Dia memutuskan untuk mencari penginapan barulah besok pagi dia akan bertanya kepada satuan kompleks tersebut.
Sepanjang perjalanan mencari penginapan yang tidak jauh dari komplek tersebut hati Hanan rasanya ingin kembali ke masjid itu besok pagi saat salat subuh seperti ada yang memanggil-manggil nya ia sendiri tidak tahu apakah itu.
Disebuah penginapan yang sederhana namun bersih Hanan kini sudah berada di dalam kamar, rasanya ingin segera membersihkan diri setelah seharian di perjalanan dan mencari-cari alamat Yasmin hingga magrib sampai isyak barusan.
__ADS_1
" Huuhhh..... Segarrr...", mainan mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur tangannya meraih ponsel yang berada di nakas.
Rasa gerah setelah seharian dalam perjalanan ditambah sedikit waktu mencari keliling kompleks mencari alamat Yasmin, badannya terasa lelah namun ingat bahwa belum makan malam saat ini.
Hanan akhirnya bergegas merapikan bajunya menyisir rambutnya kemudian bermaksud keluar dari hotel untuk mencari makan malam.
" kalau malam hotel ini tidak menyediakan makan ya Mas?", tanya Hanan pada pegawai hotel.
" Tidak Pak!, Bapak bisa mencari di jalan depan itu di sana berjajar aneka makanan Pak, silakan!", jawab pegawai tersebut.
" Terima kasih Mas", Hanan pun bergegas menuju tempat yang ditunjuk oleh pegawai tersebut, dan benar di tempat itu ada banyak stand makanan Ada nasi goreng, bakmi goreng, ayam goreng dan bakar, sate, nasi padang, dan martabak, ada juga bakso dan juga berbagai jenis minuman.
Hanan memutuskan untuk pesan nasi goreng saja dibungkus bermaksud dimakan di kamar saja.
Pagi harinya Hanan bangun sebelum salat subuh kemudian mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke masjid. Hanan dibuat takjub meskipun salat subuh ternyata jamaah masjid tersebut penuh hal yang luar biasa menurut Hanan karena di tempat tinggal Hanan saat waktu subuh jamaahnya sangatlah sedikit berbeda dengan di masjid komplek putra-putranya tinggal ini.
Selesai jamaah subuh ternyata ada kultum dan yang membuat Hanan takjub yang menjadi imam masjid sekaligus yang ceramah pagi ini adalah seorang anak remaja namun bacaan salat nya sungguh sangat merdu sama seperti yang Hanan dengar saat jamaah Maghrib dan isya tadi malam.
" Wah... Salut saya.... ternyata yang menjadi imam di masjid ini masih anak remaja ya Pak!", ucapanan pada seseorang yang duduk di sebelahnya.
Bersambung......
__ADS_1