JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Takdir


__ADS_3

Sabar...sabar .... yang mau karma kontan ya...


kita step by step saja... Terus terakhirnya paket boom atom๐Ÿคญ๐Ÿ˜Š


Kalau kita nonton gosip artis pasti kalian lihatkan karmanya juga tidak kontan... kecuali yang main pukul, tonjok... biasanya hanya menunggu waktu sebentar langsung dpt karma... berhubung mas Hanan ini tuh rada cilepeung begitu jadi slow aja ya... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Pulang dari rumah sakit sudah jam sebelas malam, namun tak menyurutkan hati Hanan yang sudah menahyn marah srdari tadi.


Begitu mereka sudah masuk kamar dan berganti pakaian, Hanan kembali menginterogasi Dewi.


" Bisa tidak ma, tidak lagi melakukan kebiasaan jelekmu itu, apa tidak mau jika anak anak tahu kelakuan mamanya seperti itu?", Tanya Hanya sudah bisa mengontrol emosi tidak menggebu seperti tadi saat baru datang dari ngegepin Dewi.


" Maaf pak", Jawab Dewi tertunduk.


" Bisa tidak?!, Jangan buat bapak kembali marah!", Hanan bicaranya dengan gigi yang menggigit erat menahan amarahnya yang mulai naik.


Dewi mengangguk


" Berusaha ma, usia sudah tidak muda lagi, anak anak makin besar, jika masih ingin bebas kenapa dulu mau bapak nikahi?", Tanya Hanan.


Dewi mengangkat kepalanya menatap Hanan, " Karena mama cintalah sama bapak", Jawab Dewi pelan.


" Apa yang membuat mama cinta sama bapak?", Tanya Hanan.


" Karena bapak ganteng, suami Mama dulu tidak seganteng bapak", Jawab Dewi jujur.


Hanan tersenyum tipis, kemudian merangkul oundak Dewi, hanya saja rangkulan itumakin terasa seperti remasan yang kerasdan menyakiti.


" Oh, itu sebabnya kamu rela jadi wanita penggoda? Sudah berapa banya lelaki atau suami orang yang kamu goda?", Tanya Hanan sinis.


" Hemmm .... Tidak, bapak bicara apa?", Dewi tidak terima dengan ucapan Hanan.


" Tidak apa? Tadi yang goyang sama mama yang cium cium leher mama, apa? mau bilang jika dia masih lajang? Bapak kok lihatnya istri dia lebih dari tujuh", Ucap Hanan asal, melihat usia dan gayanya saja Hanan seperti mengira jika lelaki yang goyang dengan istrinya tadi doyan kawin memang.


" Dia cuma teman!", Sanggah Dewi.


" Teman tapi mesra!", Sanggah Hanan.


" Paakk!", Dewi tak terima.


Hanan melirik Dewi penuh kekesalan, " Jika sekali lagi bapak dapati mama sama dia lagi, berarti berakhir sudah pernikahan kita... jangan harap ada maaf, bapak begini karena bapak tidak mau ada penyesalan kelak dikemudian hari", Hanan kesal.



__ADS_1


Yasmin dan anak sudah sampai ditempat neneknya dikampung, suasana pedesaan dipagi hari terasa sangat dingin apalagi saat ini musin kemarau menambah udara pagi ini semakin menusuk tulang.



Setelah mereka sampai dan saling melepas rindu dengan salam dan pelukan kini mereka berada di rumah dapur, rumah orang tua Yasmin memang untuk dapur dibuat satu rumah sendiri, tidak terpisah dari rumah utama hanya saja merupakan bangunan khusus dapur, ada dapur dengan tungkukayu, ada juga dapur dengan kompor gas, berada di satu ruangan yang sama hanya bersebelahan tempatnya.



Disana juga ada meja panjang lengkap dengan kursi kayu yang sengaja disediakan untuk family time didapur seraya menyalakan tungku dipagi hari untuk mengusir hawa dingin desa sertaasak air untuk minum dan mengisi termos.



" Aya sudah besar ya, kelas berapa sekarang?", Tanya Nenek Hasanah, ibunya Yasmin.



" Naik kelas tiga nenek cantik", Jawab Aya namun tidak melihat wajah sang nenek bocah itu asyik mainin api yang berada di depan tungku.



" Waahhh.... Sudah besar ternyata, berapa tahun nenek tidak bertemu, dua tahun sepertinya kalian tidak pulang, saat itu Aya baru mau masuk SD", Nenek mengusap rambut Aya penuh kerinduan.



" Iya bu, maklumlah... kemarin keuangan kami terbatas bu", Yasmin jadi ingat, mungkin setahunan lebih belakangan Hanan mulai mengenal Dewi soalnya dua tahun ini keuangannya sangat minim, batin Yasmin.




" Kami sudah resmi pisah pak, bahkan saat ini masa iddah ku sudah habis, makanya aku berani pulang", Jawab Yasmin santai seakan perpisahan itu tidak melukai hatinya, padahal jauh dilubuk hati Yasmin yang terdalam sedih akan kegagalan pernikahannya, namun Yasmin harus kuat didepan kedua orang tuanya, apalagi Yasmin sudah sangat yakin tidak akan pernah lagi kembali pada Hanan apapun yang terjadi.



" Takdir!!, Tidak usah disesali.... terkadang yang baik tidak selamanya baik, karena Alloh memberi cobaan juga untuk orang baik, karena sifat manusia itu imannya turun naik, jika sedang turun makan harus kuat untuk kembali naik, nah jika tidak kuat maka godaan itu yang akan menjadikan takdir jelek, maka tetap berbuat baik, semoga kebaikan itu yang akan mengangkat iman kita.... Sabar, ikhlas, teruslah tawaqal.... jika Takdir baik masih milik mu inshaAlloh.... akan dipertemukan kembali dengan teman hidup yang lebih baik", Pak Yasman memberikan wejangan pada putri kesayangannya dengan bijak.



Yasmin tertunduk sedih mengapa pernikahannya harus gagal, malu juga iya tetapi mau bagaimana? Mencoba bertahan sudah, mencoba ikhlas sudah, bahkan terakhir mencoba menerima tapi tanpa sebab yang fatal dirinya ditalak.



Hancur iya, tetapi benar kata bapaknya ***Takdir***.


Siapa yang kuasa menolak? Tapi menerima juga butuh proses, nah disini Yasmin sedang menikmati prosesnya dengan ikhlas.


__ADS_1


" Mas Hanan pesan supaya jangan bicara masalah ini dulu dengan ibu Ainun", Yasmin memberitahu bapaknya.



" Oh, tidak masalah, memang bu Ainun sedang tidak sehat, bapak sama ibu sudah dua kali menjenguk".



" Tapi yang membuat bapak sangat kecewa itu, kok Hanan tidak pernah mengabari bapak baik kirim kabar, kirim pesan atau singgah, kan kemarin saat ibunya sakit dia pulang, tapi kok seperti tak ada hal yang harus diucapkan sama bapak! Bukankah seharusnya dia mengembalikan dirimu pada bapak! Bapak kecewa karena seperti tak menghargaimu maupun bapak, tidak ada etika!!!", Imbuh bapak kesal.



LagiYasmin hanya tertunduk.



" Sudahlah nduk, jangan disesali, ikhlaskan saja, bersyukurlah bapak ibu ini masih sehat, inshaAlloh kami masih bisa mendoakan untuk semua kebaikanmu serta cucu cucu kami supaya sukses dan selalu bahagia", Ibu Hasanahpun menguatkan Yasmin.



" Iya bu, maaf jika Yasmin selalu merepotkan kalian hiks hiks", Air mata haru Yasmin pun membasahi pipinya.



" Bunda kakak sa adik mau jalan jalan sebentarnya, mumpung masih pagi", Pamin ketiga anak Yasmin.



" Iya jangan jauh jauh entar nyasar", Kata Yasmin



" Tidak lah, kan kita jalan jalannya sama mbak Eka dan mas Dwi bun", Sanggah Husain, menjelaskan jika jalan jalan mereka barenga anak pakde mereka Yudi.



" Ya sudah, hati hati", Jawab Yasmin mengijinkan.



" Terus rencana mu gimana nduk", Tanya bapak kembali setelah anak anak pergi.



" Yasmin mendapat tawaran pindah ke kota A pak, sekiranya diijinkan Yasmin akan ambil tawaran itu dalam waktu dua minggu kedepan", Jawab Yasmin.


__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2