JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Di Talak


__ADS_3

Heh... Bunda, tolong biarkan bapak pulang juga ke rumah ku, jangan disini terus!!", Dewi mendelik ke arah Yasmin tetapi Yasmin tak mau kalah diapun menatap tajam pada Dewi.


" Bapak disni satu malam setelah berada di rumahmu entah berapa malam, pernah saya protes, atau melabrakmu? Jadilah istri yang sholehah, tidak perlu memakai cara licik hanya untuk mendapat bapak, silahkan ajak pulang, dan saya tidak akan pernah meminta pembagian waktu sedikitpun, bawa pulang dan kekrpin bapak terus sana!!", Yasmin berbicara dengan tegas tanpa rasa sedih sedikitpun.


Sementara Dewi, tertunduk tidak berani menatap mata Yasmin, satu sesuatu yang tidak bisa Dewi tatap, badannya bergetar melihat sorot mata Yasmin, sorot matanya seakan menghisap kekuatan Dewi.


" Ma, jangan bicara lagi, disini juga rumahku, bapak berhak menempati rumah ini sesuka bapak, jangan berani mengatur bapak! Dan kamu bunda.... Tidak usah sombong karena sudah bisa cari duit sendiri, bunda selalu angkuh dan seakan mengusir dan tidak menghargai bapak lagi di mana kelembutanmu yang dulu, ku kira kamu itu wanita sempurna nyatanya baru dikasih cobaan begini saja bunda sudah berubah, mana bunda yang tulus? kenapa sekarang menjadi ketus? Bunda Yasmin istriku yang kalem dan lemah lembut kenapa menjadi sinis, dingin dan egois???


Mulai hari ini saya Hananto menalak kamu Yasmin Sera Aminah, mulai hari ini aku bebaskan kamu!!!", Ujar Hanan lantang, Dewi tersenyum puas.


" Pulanglah ma, nanti bapak nyusul! Langsung pulang jangan belok kemana mana!", Hanan berbicara keras dengan Dewi, Dewipunlangsung berlari keluar dengan crpat dan mengendarai motornya untuk pulang, meski dalam hati dia masih ingin melihat perdebatan Hanan dan Yasmin.


Sementara Yasmin bagaimana reaksinya? Meskipun sudah siap, meskipunbilang ikhlas itu semua nyatanya cuma dibibir, begitu kata kata itu keluar dari bibir Hanan, hatinya langsung hancur berkeping keping.


Yasmin langsung berbalik adan tidak mau melihat Hanan lagi, bahkan karena Hanan menyuruh Dewi pulang duluan Yasmin langsung meraih khimar ( Cadar ) yang begitu rapat, yang biasa Yasmin kenakan jika pulang malam, cadar itu hanya memperlihatkan bagian mata Yasmin saja.


Yasmin menangis untuk sesaatnya air matanya deras tiada terbentung, hatinya sakit bagai ditusuk belati, sangat sakit, hingga dada Yasmin sesak, tak ada sepatah katapun keluar dari mulut Yasmin.


Hingga Hanan memanggil namanya.

__ADS_1


" Yasmin, Mulai hari ini kita sudah resmi berpisah, tempati rumah ini bersama anak anak , bapak akan tinggal bersama Dewi, kamu bisa kirim melalui pesan jika ada masalah dengan anak anak, lanjutkan hidupmu dengan anak anak disini, mengenai persidangan biar bapak yang mengurus", Hanan berbicara dan menjelaskan namun Yasmin tetap hanya memberikan punggung walau sudah dicadar, Yasmin tak mau jika Hanan melihat air matanya, padahal Janan tadi melihat Yadmin melrlehkan air mata saat Hanan menyuruh Dewi pulang.


Yasmin mengangguk menandakan bahwa dia setuju, tanpa kata tanpa bicara Yasmin diam.


Hanan tahu Yasmin tergugu terlihat dari punggung Yadmin yang bergerak naik turun.


" Tidak usah menangis seperti itu, ini hanya butuh waktu, percayalah sama bapak, bunda pasti bisa mungkin hanya butuh waktu dua atau tiga hari untuk menjadi terbiasa dengan status kita yang baru", Meski Hanan terus bicara Yadmin sama sekali tidak membalikkan badannya.


" Maafkan bunda pak, jika selama kita menikah bunda banyak salah, jaga kesehatan agar anak anak bisa lebih lama melihat bapaknya meskipun kita sudah tidak bersama", Yasmin berusaha menguatkan hatinya untuk tidak tersedu dalam bicara, hatinya kuat dan ikhlas.


Tak ada Jawaban dari Hanan, Hanan langsung bergegas membereskan apa saja yang ingin dia bawa. Yasmin pun turut membantu, meskipun diam tak bersuara.


Hanan sesekali melirik Yasmin namun tak bisa lagi melihat wajahnya, hanya terlihat mata Yasmin yang sedikit sembab.


" Bapak yakin bunda bisa hidup dengan baik meskipun tanpa bapak, jagalah anak anak sebaik mungkin bun, bapak pergi, tidak usah ribut dengan tetangga, nanti mereka juga akan tahu dengan sendirinya apa alasan kita pisah", Hanan memandang Yasmin yang sudah terlihat rapi dan wangi serta anggun, dengan gamis warna unggu salem dengan kerudung senada serta masker lebar, meski tertutup Yasmin masih terlihat cantik, bahkan orang yang baru melihatpun bisa menebah jika dibalik masker ada wajah menawan.


Hanan tertegun matanya terpana, baju gamis itu belum pernah Yasmin kenakan saat ada Hanan baru kali ini, Hanan sampai berat mengangkat kakinya, hatinya sakit, menyesali kata kata yang tadi dia lontarkan, yang tidak mungkin bisa dijilat lagi, itu kata kata sakral sama halnya denga ijab kobul jika diucapkan oleh suami.


Yasmin tak berkata apapun meski saat mengunci pagar Hanan masih ada didekatnya belum berangkat ke rumah Dewi, tak juga mengucap salam atau menjabat tangan Hanan, hanya diam dan tak bersuara.

__ADS_1


Perlahan Yasminpun melajukan motornya, Hanan mrmandang hingga Yasmin tak terlihat, Hanan menangisi ucapannya, bukan karena Yasmin berbaju cantik, bukan juga karena Yasmin diam tak mengucap salam atau mencium punggung tangannya, tetapi Hanan sudah tak bisa melihat lagi senyum indah milik Yasmin, Hanya sudah tak bisa mendengar suara merdu Yasmin yang lembut, Hanan juga sudah tak bisa menyentuh pipi mulus itu, jangankan menyentuh melihatpun sudah tidak diijinkan oleh Yasmin, dia langsung menutup rapat pandangan Hanan terhadap dirinya.


Mulai hari ini Yasmin sudah mrngharamkan dirinya untuk dilihat oleh Hanan.


Sepanjang pulang dari rumah Yasmin, air mata Hanan terus mengalir tiada henti. "Baru berapa jam aku sudah sakit seperti ini, dan ini akan seterusnya bun, hatiku sakit bun, aku menyesal". Hanan merintih dalam diamnya, dia sengaja berhenti dipinggir jalan dibawah pohon dan juga pinggir sungai.


Hanan tergugu, menyesali perbuatannya yang tergesa gesa tanpa pikir panjang.


Sementara Yasmin sepanjang jalan dia beristighfar, rasa lrmas dan syok dari ucapan talak Hanan benar brnar menghujam hatinya yang terdalam, sakitnya hingga ubun ubun, tetapi Yasmin kuat sangat kuat, sudah tak menangis lagi.


Perkataan Hanan yang katanya hanya butuh waktu dua sampai tiga hari tetnyata hanya butuh beberapa jam saja untuk menguatkan hatinya.


Tetapi luka itu begitu menganga, mungkin Yasmin akan butuh waktu lama untuk bisa bangkit lagi dan membuka hati.


" Ya Robb.... Sakit sekali ternyata, padahal hamba sudah mengikhlaskan namun sungguh ini berbeda ya Robb, hamba sekarang janda, hik hiks... Janda yang dicerai hiks hiks.... lindungi hamba dari caci dan makian orang yang menguina hamba ya Robb... Lindungi mental anak anak hamba untuk bisa menerima takdir ini dengan ikhlas ya Robb, Aamiin yra", Yasmin menarik nafas panjang untuk mengikhlaskan.


**Bersambung.....


Sudah ya... akgirnya kata laknat itu terucap dari bibir Hanan....

__ADS_1


Disini bukan maksud author mengulur cerita tetapi setiap keputusan itu harus dipikirkan dulu... Contohnya Hanan yang selalu cepat mengambil keputusan, dan akhirnya penyesalan yang didapatkan...


Lanjuttt**.....


__ADS_2