JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Kedatangan Dewi


__ADS_3

" Pak, katanya mama harus selalu memperbaiki diri agar lebih baik, tapi bapak sendiri tidak adil, giliran sama mama saja zang makan ditakar takar diirit irit, giliran sama bunda istri tua bapak, dia pakai motor bagus masih baru gres lagi", Dewi langsung mengeluarga segala rasa hatinya ketika Hanan masuk ke rumah pasalnya sudah satu bulan ini Hanan sering di rumah Yasmin, sehingga jarang terjadi komunikasi dengan dirinya.


" Tahu dari mana? Emang mama tahu bunda itu orang yang mana?", Tanya Hanan sembari mengkerutkan keningnya, pasalnya Hanan belum petnah memperkenalkan mereka.


" Atau jangan jangan mama jadi penguntit ya?", Tanya Hanan dingin.


Dewi melengos saja tidak menjawab pertanyaan Hanan.


" Ketahuan tidak adil malah menuduhku jadi penguntit, dasar!", Ketus Dewi kemudian.


" Siapa yang ga adil, mama tahu persis berapa gaji bapak, untuk bunda berapa untuk mama sendiri berapa", Jawab Hanan sedikit meninggikan suaranya.


" Iya itukan gaji yang ada struknya jadi bisa ketahuan tapi gaji yang tidak ada struknya kan tidak tahu berapa hasilnya, dari bapak ngelesin anak anak misalnya", Dewi mencibir Hanan.


Hanan melotot tajam pada Dewi, makin kesal hati Hanan dibuatnya. Istrinya ini benar benar makin ngeselin, tapi Hanan tak bisa marah meskipun hatinya dongkol.


Hanan berlalu pergi tanpa bicara lagi pada Dewi.


Dewi hanya melihat dengan wajah kecewa, hingga terbitlah diotaknya sebuah rencana yang akan merubah kehidupan mereka.



Hanan kembali ke rumah Yasmin, tak ada niatan untuk tidur di rumah Dewi hsri ini, hatinya kesal dengan istri mudanya, suka melawan dan cenderung berani yang tak beralasan.



" Pak, bapak perasaan disini terus apa Dewi ga marah?", Tanya Yasmin setelah mereka berada dikamar dimalam hari.



" Bapak bisa menemuinya kapan saja karena dia selalu di rumah, jika bunda kan hanya malam hari berada di rumahnya", Jawab Hanan.



Hati Yasmin sedikit merasa sedih dengan ucapan Hanan, jawaban tadi menunjukkan celah dan kesempatan itu saat mereka atau lebih tepatnya suaminya berselingkuh, dari waktu siang hari, dari waktu jam kerja yang tak pernah Yasmin curiga.



" Maaf bunda lupa, jika dari waktu siang hari itulah cinta kalian bersemi", Ujar Yasmin kalem tapi mengena sasaran.


__ADS_1


" Bun...". Hanan tidak mau mengungkit masa itu.



" Kenapa? Bapak bukannya sangat tergila gila padanya, bubda tahu cincin itu adalah tanda cinta bapak pada dia", Lirih Yasmin.



Hanan hanya diam meskipun dia mendengar jelas ucapan Yasmin, karena ucapan Yasmin bisa iya bisa juga tidak jawabannya.



" Iya, cincin itu berubah karena dijual demi utang Dewi, Tidak! Ya tentu saja tidak orang sewaktu menikah sama Dewi cuma satu cincin". malu untuk menjelaskan, mending diam, pikir Hanan.



" Kok diam pak, sudahlah bunda sudah berusaha ikhlas, tetapi jika rasa itu sudah tidak ada lagi lebih baik kita pisah saja pak!", Kembali Yasmin bersuara dengan hati hati.



" Bunda!!!! Jaga bicara bunda, bapak diabaikan sama bunda bapak terima, diacuhkan bapak tidak apa apa, asal ada bunda di sini di rumah ini bersama anak anak, tapi jangan mimpi bunda bisa minta pisah dari bapak", Hanan bicara sangat keras, membuat Yasmin langsung bergetar.




" Bunda sudah menuruti semua keinginanmu pak, tapi apa yang bunda dapatkan.... apa???!!! ", Yasmin berusata lantang ketika bicara " apa?".



" Ditinggal selingkuh disiang hari? Iya! Di poligami tanpa diminta persetujuan? Iya! terus apa lagi? Bilang bunda harus apa?", Yasmin memaksa untuk bicara, dulunya Yasmin ingin menjadi seperti Habsyah tapi jelas tidak bisa.



" Bun.... ", Suara merendah, seperti ingin berusaha meredakan amarah Yasmin.



" Sudah malam sebaiknya segera tidur", Yasmin segera naik ketempat tidur dan membelakangi Hanan.


__ADS_1


Hanan tertegun, tak yang bisa dia perbuat lagi selain penyesalan.



Semenjak pertengkaran itu kini Yasmin menjadi cuek kembali, rasa sedikit iri yang pernah menghampiri hati Hanan karena istrinya bekerja dan akhirnya berucap keras pada istrinya itu menjadi penyesalan bagi Hanan.


Hanan sekarang lebih sering menghabiskan waktu di rumah Dewi, bahkan keuangannya lumayan karena sekarang dia mengajar les renang. Ternyata sedikit iri pada Yasmin memacunya untuk belerja lebih keras lagi mencari uang, meskipun pada akhirnya Yasmin tidak pernah mendapat tambahan karena uang yang di dapat Hanan nyatanya diserahkan pada Dewi.


Jika kemarin Hanan mengatakan Dewi untuk rubah, untuk khusyuk beribadah, nyatanya mereka berdua malah berkurang sekarang ibadahnya.


Hanan jarang pulang ke rumah Yasmin, seperti merasa sungkan, merasa Yasmin sudah bisa mencukupi hidupnya, membuat Hanan makin ada rasa tak suka atau minder.


Ternyata makin sering tinggal dengan Dewi, Hanan makin jauh dengan Yasmin, seakan Yasmin di gantung, merasa sudah memberi jatah gaji hingga membuat Hanan sudah merasa suami paling adil dan bertanggung jawab.


" Pak, tangan 4 bulan tiga ini sudah harus lunas semua bayaran untuk Hasan dan Husain, semua jumlahnya empat juta dua ratus pak, itu untuk spp sampai juni dan uang ujian", Begitu pesan yang dikirim oleh Yasmin untuk Hanan.


" Pakai uang bunda dulu, bapak belum ada uang", Balasnya tanpa basa basi.


Yasmin hanya menarik nafas ketika membaca balasan dari Hanan, berusaha mengalah sudah, sabar sudah, masih harus apa lagi? Batin Yasmin.


Beberapa hari kemudian


" Bundaaa, bund.... saya mau bicara", Tiba tiba di rumah Yasmin kedatangan tamu tak diundang, seorang wanita dengan sandal yang tinggi, celana leging ketat, baju hem warna hijau lumut dan kerudung motif senada dengan bajunya, lipstick merah dengan membawa tas slempang kecil, suaranya kencang memanggil manggil bunda.


" Waalaikum salam..... cari siapa?", Yasmin berkata dengan lembut.


" Bunda Yasmin?", Tanya dengan mata melotot dan masah masam.


" Iya saya, silahkan", Yasmin masih bersuara lembut.


" Tidak usah basa basi lah, bunda pasti tahu siapa saya, saya Dewi istri muda pak Hanan", Dewi merangsek maju untuk masuk kedalam rumah Yasmin, anak anak langsung perhatian semua dengan gerak gerik Dewi.


Yasmin tersenyum tipis tak tahu harus apa, pilihan suaminya ternyata luar biasa, pantas Hanan tak perlu persetujuan dirinya untuk poligami, selain wanita yang kini duduk didepannya ini berperawakan gagah tinggi besar, namun juga cantik dan yang lebih penting seksi.


" Silahkan mau bicara apa, semoga saya bisa membantu", Ujar Yasmin sopan, namun aslinya Yasmin tengah menahan marah, madunya tidak ada sopan santunnya, berteriak membuat malu dirinya pada tetangga.


Anak anak memperhatikan interaksi kedua istri bapak mereka itu, tentu dengan wajah tidak suka melihat Dewi datang kerumah itu.


**Bersambung......


Dari tadi mau up, mau nulis tetapi noveltoon tidak bisa dibuka terus,😭😭😭**

__ADS_1


__ADS_2