JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Tercyduk paparazi


__ADS_3

Acara berenang pun akhirnya terealisasikan juga, sebagai penutup liburan Zidan dan Zea yang besok pagi sudah mulai masuk sekolah kembali.


Hanan tampak bahagia bermain dengan kedua anak titinya itu, begitupun Dewi pada akhirnya bisa menikmati liburannya, meski tidak menginap di bungalo pingir pantai seperti keinginannya.


Berenangpun cukup membuat rileks pikirannya, Hanan merasa sangat bangga karena memiliki istri bertubuh aduhai, dan disini dikolam berenang begitu jelas terlihat meskipun baju Dewi adalah baju berenang yang tertutup tetapi tubuh Dewi terlihat waow, banyak mata meliriknya, Hanan cukup kesal tapi memang tubuh istrinya sungguh se**k.


Arena berenang hari ini tampak sangat ramai, hingga Hanan tak menyadari jika sedari tadi ada dua pasang mata menyaksikan keberadaan Hanan dengan anak istri yang mereka tidak kenal, sontak pemandangan itu membuat dua orang itu makin penasaran dan curi curi pandang.


Melihat Hanan yang begitu perhatian terhadap dua bocah dan juga wanita yang sesekali bergelayut dipundaknya saat dikolam menjadi perhatiannya makin intens.


" Itu seperti pak Hanan?", Bu Tika penasaran dan bergumam dengan suaminya pak Rahmat, mereka juga sedang menghabiskan liburan hari ini dengan berenang bersama anak anak mereka ditempat itu.


" Iya bu, cepat pakai kaca mata ibu, biar dia tidak mengenali kita takutnya dia jadi malu", Ujar pak Rahmat.


" Iihhh.... kalau benar, apa tidak kasihan sama bu Yasmin, wanita sebaik dan secantik itu kok dipoligami, kasihan pak, ibu kok jadi melow gini antara sedih dan jengkel juga hiks", Bu Tika dengan pak Rahmat tak lepas terus memperhatikan dua sejoli yang tengah berenang dan sesekali Hanan mencuri ciuman dari istrinya, karena banyak yang memandang tubuh istri membuat Hanan seperti lupa etika dan usia bahwa sedang ditempat umum, sesekali mencuri ciuman di pipi istrinya seakan agar semua orang tahu jika wanita yang sedang mencuri perhatian mereka itu adalah istrinya.


" Iiihh.... jijik aku", Ujar bu Tika.


" Kayak ABG mereka, dasar!", Ujar pak Rahmat.


" Ga ingat usia", Timpal bu Tika kembali.


" Bu Yasmin tahu ga kira kira ya bu?", Tanya pak Rahmat.


" Ya mungkin sudah tahu, lihat saja anak mereka sudah dua begitu berarti mereka nikah sudah lama", Jawab bu Tika.

__ADS_1


" Videoin bu", Ujar pak Rahmat, benar saja bu Tika beranjak mengambil ponselnya dan memvideokan banyak moment dari Hanan dan Dewi tak lupa kedua anak mereka juga.


Bu Tika dan pak Rahmat adalah tetangga dikompkek tempat tinggal Hanan dan Yasmin, dikomplek itu Hanan cukup dihormati karena orangnya baik, ramah, bersosial dengan tetangga, apalagi Yasmin bagi tetangga Yasmin itu sangat baik, suka membantu jika tetangga membutuhkan bantuan tenaga Yasmin orang yang sangat peduli membantu.


" Usahakan kita jangan sampai bertemu mereka ditempat ini bu, takutnya pak Hanan menjadi malu sama kita, kita menjauh saja yuk, menyusul anak anak renang dikolam ujung sana", Ujar pak Rahmat pada bu Tika.


Bu Tika pun akhirnya nurut, mengikuti suaminya setelah mengambil beberapa gambar Hanan dan Dewi serta kedua anaknya.


" Dapat nih, bukti berita heboh bukan sekedar cerita hembusan angin", Bu Tika mesem puas dengan gambar gambar dan video di ponselnya.


Ditempat lain


Sementara itu, Haya yang mendapati bapaknya tidak pulang pulang hingga hari menjelang sore, padahal tadi pamitnya cuma sebentar, gadis itu mulai sewot.


Semenjak bapaknya ketahuan poligami dan dirinya marah marah, Hanan selalu tidur di rumah, walaupun siang harinya keluar tapi itu hanya itungan jam lah, tidak empat jam sudah pulang lagi.


" Bapak jemana sih bun?", Tanya bocah itu dengan nada jengkel.


" Tidak tahu, tadi saat pergi bilang cuma mau keluar sebentar sama bunda", Jawab Yasmin santai meskipun dalam hatinya juga jengkel, pikirannya juga berpikir jika suaminya sedang bersenang senang dengan keluarga satunya.


" Bapak itu jahat ya bun, pasti bapak sedang di rumah istri bapak yang disana", Gumam Haya dengan wajah yang terlihat dongkol.


" Bapak tidak jahat Haya, berhrnti untuk mengatai bapak jahat, diagama kita boleh kok laki laki punya istri lebih dari satu, contohnya Nabi Muhammad, itu sudah tahukan Haya!, Nabi Ibrahim, nabi Sulaiman, Nabi Daud dan mungkinmasih ada banyak nabi yang lain juga, jadi Haya tidak boleh bilang bapak jahat, tetap sayangi bapak ya", Yasmin mengusap rambut kepala Yasmin.


" Haya ga mau ah nanti kalau sudah besar punya suami terus istri ya dua kayak bapak, maunya cuma ada Haya bun", Ujar bocah itu polos.

__ADS_1


" Aamiin .... semga ya", Jawab Yadmin dengan mata berkaca kaca.


Haya kembali mengambil ponsel bundanya, kembali menghubungi Hanan.


Tak diangkat hingga berkali kali, seakan anak itu tak mau menyerah tetap saja menelpon, hingga sebuah suara disebrang sana terdenfar.


" Halo", Suara perempuan yang Haya dengar, yakin jika itu suara ibu tirinya.


" Mana bapak aku, kasihkan ponselnya, kenapa kamu yang angkat, ga sopan!!!", Cerocos Haya dengan nada marah, membuat Yasmin segera mengambil alih ponselnya dari tangan putrinya.


" Halo... hallo... Assalamualaikum", Yasmin langsung melanjutkan panggilan Haya.


Lama tak ada jawaban hingga sebuah suara menyahut disana.


" Halo, kasih tahu bun anaknya supaya sopan jika berbicara pada orang tua, saya ini juga ibunya meskipun kita belum saling mengenal, kalau mau cari bapak, bapak ada bersama kita, apa belum puas kalian sudah diajak liburan bahkan sampai nginap dan seminggu ini terus disana, sementara bapak hanya memberikan kami waktu sehari, itupun kami cuma berenang yang dekat rumah, masih kurang kalian hah!!!", Jawab Dewi panjang lebar dengan nada sinis, membuat Yasmin benar benar syok.


Tadinya dia merebut ponselnya dari Haya karena mau bilang maaf karena putrinya berkata kasar, tapi yang ada malah dirinya sangat syok dengan gaya bicara madunya yang sangat kasar dan terasa penuntut.


Yasmin tak menjawab lagi ucapan Dewi dia langsung mematikan ponselnya begutu saja, tubuhnya langsung seperti tak ada tenaga, sementara pikirannya berkecamuk, wanita seperti apa yang menjadi madunya.


Yasmin langsung bersandar lemas di tembok, Haya mengamati itu dengan seksama hati anak itu penuh amarah pada ibu tirinya, pasti ibu tirinya sudah bicara yang kasar sehingga bundanya sedih.


" Bunda, maafin Haya, bunda pasti dimarahin orang tadi ya, karena Haya bicara kasar?", Haya merangkul ibunya penuh kasih dan sedih.


" Sudah lah, Haya tidak boleh bicara seperti itu lagi ya, takutnya bapak marah dan ga mau ketemu Haya lagi, gimana kalau bapak tidak pulang, Haya pasti kangen kan?", Ujar Yasmin lembut, hatinya sedih tapi harus kuat.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2