
Buuggghh
Buugghh
Buuggghh
Rupanya Yudi belum puas hanya memberi satu bogeman, usai Hanan pamit pulang Yudi menyusul, tak jauh dari rumah orang tuanya Yudi menghadang Hanan, dan melampiaskan bogrm mentahnya.
" Kamu kira aku bisa puas hanya dengan hadiah satu bogeman? Cacatpun belum bisa membayar rasa sakit hati kami atas perlakuanmu pada Yasmin dan anak anakmu, semoga luka itu akan selalu mengingatkan akan dosa dosamu pada anak dan istrimu, seumur hidupmu", Setelah puas Yudipun pergi meninggalkan Hanan yang terkapar dipinggir jalan dibawah terik matahari siang.
Hanan perlahan bangkit dan mrnyeret tubuhnya untuk berteduh dibawah pohon seraya mengusap darah yang merembes dari bibirnya.
Bonyoknya wajahnya ini tak begitu sakit lagi, yang lebih sakit karena kesalahannya dirinya diperlakukan mantan kakak iparnya seperti benar benar tidak diberi kesempatan bertemu dengan anak anaknya lagi.
Setelah satu jam lebih Hanan memulihkan kondisinya yang lemas, akhirnya meskipun dengan sedikit tertatih Hanan pun melanjutkan perjalanannya, kali ini wajahnya ia tutup masker.
Siang hari yang sangat terik dan tubuh yang bergetar karena menahan nyeri, Hananpun memutuskan untuk singgah di sebuah warung, sekedar untuk membeli minuman.
" Lho mas, wajah sampean kok babak belur to, sampean habis dihajar siapa, apa dirampok tah???", Pemilik warung bergidik serem melihat rahang kiri kanan Hanan yang lebam dan sedikit mengeluarkan darah.
" Haa.... Biasa bu, kena bogem mentah bu, tidak usah kawatir ini semua murni saya yang salah bu... tidak apa apa, nanti juga dikompres sembuh", Jawab Hanan dengan sedikit nyengir doalnya dipakai bicara banya linu juga, perih.
" Oalah mas... Sebaiknya diobati dulu, ibu ada kok, sebentar mas", Ibu itu berinisiatif mengambilkan kotak obat miliknya.
" Waduhhh bu... jadi ngrepotin", Ucap Hanan, merasa tidak enak dengan ibu pemilik warung.
" Sudah mas, gapapa... bersihkan dengan ini dulu mas, baru olesi obat merah, tunggu beberapa saat jika obat merahnya sudah kering, olesi yang ini biar tidak bengkak", Ibu warung ternyata mempunyai persediaan obat yang cukup komplit.
" Iya bu terima kasih", Hanan menuruti sesuai petunjuk ibu warung, satu persatu dioleskan pada wajah dan rahangnya.
" Semuanya jadi berapa?", Tanya Hanan saat sudah selesai menhobati mukanya.
" tujuh ribu mas", Jawab bu warung.
" Semua bu sama obatnya", Hanan memastikan.
" Eh, minumnya saja, obatnya gratis siapa saja yang butuh silahkan mas... ini obat untuk orang yang membutuhkan gratis", Jawab bu warung dengan senyum lebar.
" Oh, terima kasih bu, saya lanjut jalan, permisi bu", Setelah membayar dan merapikan kembali kotak obat Hananpun kembali menaiki motor bapaknya dan pulang.
Begitu sampai rumah Hanan langsung rebahan dikamar, tidak ingin orang tuanya melihat kondisi dia, takutnya ibunya sock.
Dimalam hari Hananpun tak bisa tertidur, pikirannya melayang kewaktu dulu saat masih bersama Yasmin, jika pulang begini mereka akan bergantian nginep dirumah orang tua mereka.
" Huufff.... Dimana kalian sekarang?", Batin Hanan.
" Nan, tidak makan malam?", tanya bu Ainun.
" Sudah bu tadi".
__ADS_1
" Mumpung belum terlalu malam, diajak bapak sowan ke rumah pak Turmudzi", Ujar ibu kembali.
" Baik bu", Hananpun bangun dan merapikan pakaiannya tak lupa merapatkan maskernya agar tak nanpak luka lebamnya.
Ditempat lain
" Bun, tadi Aya dikasih ini sama ayahnya Awa", Aya menenteng sebuah kanton kresek besar berisi aneka jajanan camilan dari dokter Yusuf.
" Oh, Awa itu sekolah disini juga?", Tanya Yasmin, dan Aya mengangguk dengan tersenyum mengiyakan.
" Oh, ibu malah belum pernah ketemu sama dokter yang telah merawatmu dik, sudah bilang terima kasih belum?", Tanya Yasmin.
" Sudah kok, mereka tadi berada diparkiran sana", Tunjuk Aya, dan Aya melonggo kaget karena ternyata mobil Ayahnya Awa masih ada disana.
Dokter Yusufpun fokus melihat lawan bicara Aya sambil berteleponan dengan sahabatnya.
Siang itu seorang dokter sedang berbicara dengan teman sahabat karibnya dari sejak mereka menempuh perkuliahan dulu.
" Apa kabar bro?", Suara dokter yang kemarin merawat Aya.
" Baik, kamu sendiri apa kabar? Bagaimana kabarnya si cantik Halwa?", Tanya sahabatnya dari srbrang.
" Alhamdulillah kami baik, sehat semua", Jawab dokter Yusuf.
__ADS_1
" Apa kabar Nathalie dan kedua putri mu mas bro?", Tanya dokter Yusuf.
" Puji Tuhan kami semua juga sehat", Mereka berbincang sangat lama untuk melrpas rindu.
Ya, mereka itu dokter Bryan Jonathan dan Yusuf, mereka adalah sahabat karib saat pendidikan dulu, kini mereka berada di kota yang berbeda untuk metintis karir masing masing.
Dokter Yusuf, tahu betul jika Yasmin itu cinta pertamanya dokter Bryan, tetapi dokter Bryan tidak pernah menyatakan secara langsung pada Yasmin, namun langsung ke orang tuanya seperti halnya Hanan dulu, tetapi karena perbedaan keyakinan orang tua dokter Bryan tidak memberikan restunya, sehingga hal itu tidak dilanjutkan oleh bapaknya Yasmin dan bapaknya Yasmin menerima pinangan dari pak Harun untuk Hanan.
Yasmin juga tahu jika dokter Bryan menyukai dirinya dari kecil, saat usianya baru tiga belas tahun, dan dokter Bryan saat itu sudah kelas tiga SMA, namun mereka tidak pernah pacaran.
Namun mengenai lamaran itu Yasmin tidak diberi tahu oleh bapaknya, dan tahunya dirinya telah dilamar oleh orang tua Hanan, namun kejadian itu semua bukan saat Yasmin kecil ya, saat itu Yasmin sudah delapan belas tahun dan sudah berkuliah.
Bahkan saat dokter Bryan dan dokter Yusuf sedang KoAs, di rumah sakit yang sama, waktu itu Yasmin di rawat, dan dokter Yusuf yang membatu dokter untuk merawat Yasmin.
Dari situ Dokter Yusuf tertarik dengan Yasmin, tetapi tidak berani menyatakan karena teman karibnya sangat mencintai Yasmin, tetapi saat itu Yasmin telah dipinang Hanan.
Dokter Bryan memang sangat akrab dengan Yasmin karena rumah nenek Yasmin sama rumah dokter Bryan itu berdekatan, sewaktu masih dikampung dulu.
Ya, intinya dokter Bryan tidak berani menentang orang tuanya karena pendidikan kedokterannya atas kerja keras orang tuanya untuk mencarikan biaya, sehingga dokter Bryan tidak berani nekad untuk meminang lebih lanjut, dan merelakan Yasmin dipinang Hanan.
Dokter Yusuf tahu jika sahabatnya itu sempat terpuruk hingga beberapa tahun dan akhirnya dijodohkan oleh pak Jonathan dengan putri temannya yakni Nathali, dan mereka sudah punya dua putri sekarang.
Tadinya dokter Yusuf telpon dokter Bryan untuk cerita jika sepertinya Yasmin berada satu kota dengan dirinya, tetapi niat itu akhirnya diurungkan oleh Dokter Yusuf dan mereka hanya mengobrol biasa saja, saling melepas rindu dan menanyakan kabar masing masing.
Dokter Yusuf ingin mencari tahu lebih jelas mengenai Yasmin. Jika benar dugaannya betul pasien kecilnya kemarin putrinya Yasmin maka itu rejeki baginya tak berniat membagi sama sekali dengan dokter Bryan. Dokter Bryan sudah move on kok batinnya.
__ADS_1
Bersambung.....