
" Masss.... jangan khawatir aku tidak apa-apa", Ucap lirih Yasmin menahan rasa sakit yang luar biasa.
" Dokter tenang ya.... jangan buat saya makin grogi untuk menangin istri anda, sejauh ini akibat jatuhnya mungkin menimbulkan rasa sakit di pinggangnya dan ini membuat sang bayi mengalami kontraksi, sejauh ini tidak apa-apa ini masih normal", Ucap dokter Okta.
" Iya dokter, bagaimana kondisi anak saya dan juga istri saya ini dok", ucap dokter Yusuf masih setia memegang dan membelai tangan Yasmin.
" pendarahan ini sepertinya terjadi karena adanya luka sobek di jalan bayi yang memang kepala bayi sudah turun kita tunggu reaksinya jika mengalami kontraksi mungkin ini anak siap untuk lahir, sejauh ini kondisinya semua baik-baik saja", ucap dokter Okta.
" Syukurlah .... Terima kasih ya Allah", ucap dokter Yusuf sedikit merasa lega.
" Mas", Rintih Yasmin.
" Iya sayang... mana yang sakit?", dokter Yusuf penuh khawatir mengusap lembut pinggang Yasmin.
" Terus gimana ini dok?", Tanya Dokter Yusuf pada dokter Okta.
" Biar saya periksa lebih lanjut lagi dokter untuk memastikan tindakan selanjutnya", ucap dokter Okta.
" Baik dok, tetapi saya masih khawatir dengan kondisi dia dan anak saya dok", ucap dokter Yusuf.
" Lakukan yang terbaik untuknya dok, jangan sampai terjadi apapun pada istri dan anak saya dok!", Imbuh dokter Yusuf, mau bagaimanapun rasa kekhawatiran nya masih menguasai penuh hati dan pikirannya.
" Oke semuanya baik-baik saja, Tapi sebaiknya bu Yasmin istirahat dulu jangan banyak gerak", ucap dokter Okta.
" Baik dok! terima kasih", jawab Yasmin lemah.
" Saya tinggal dulu dokter Yusuf kalau ada apa-apa cepat kabari maaf masih ada pasien saya secepatnya setelah selesai menangani pasien Saya akan ke mari", pamit dokter Okta meninggalkan ruangan Yasmin, dokter Yusuf dan Yasmin pun mengangguk.
" dokter saya juga hendak permisi kembali ke sekolah syukurlah bu Yasmin tidak apa-apa yang sabar ya bu Yasmin semoga bayi dan Ibunya bisa lahir dengan sehat dan selamat pamit Bu Ita yang sedari tadi diam memperhatikan pemeriksaan Yasmin yang dilakukan oleh dokter Okta.
" Oh ya terima kasih Bu Ita, Terima kasih sekali atas pertolongan pada istri saya", ucap dokter Yusuf.
" Terima kasih bu Yasmin Maaf telah merepotkan Anda", Ucap Yadmin lemah.
" Tidak ada yang direpotkan bu Yasmin, justru saya menyesal hingga bu Yasmin bisa kecelakaan seperti ini", ucap tulus ibu Ita.
" Saya pamit.... Assalamualaikum",Bu Ita melenggang pergi meninggalkan ruang rawat Yasmin.
" wa'alaikumussalam".
Tak berapa lama kemudian nampak Yasmin meringis menahan sakit dokter Yusuf pun yang menunggu menjadi khawatir dengan cepat langsung memencet Norse tombol.
__ADS_1
" Sayang Apa yang dirasakan?", ucap dokter Yusuf penuh khawatir.
" Mas... mas.... sepertinya anak kita mau lahir ini rasanya mules luar biasa Mas", ucap Yasmin tersengal-sengal karena menahan mules.
" Tarik nafas sayang.... yang pelan... buang", dokter Yusuf pembimbing Yasmin.
" Bagaimana ada yang terasa?", Tanya Dokter Okta saat memasuki ruangan.
" Mules dok!", Jawab Yasmin.
Dokter kemudian memeriksa Yasmin dengan seksama.
" Detak jantung bagus sepertinya memang mau lahir sekarang dedek bayinya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua orang tuanya, saat ini sudah pembukaan 3", ujar dokter Okta selesai memeriksa Yasmin.
Dokter Yusuf yang Mendengar pun merasa terkejut sekaligus dag dig dug cemas memenuhi dadanya.
" Serius dok?!", dokter Yusuf memastikan pasalnya mereka datang ke rumah sakit ini tanpa persiapan apapun namun dia juga tidak bisa pulang untuk mengambil perlengkapan tidak akan tega meninggalkan Yasmin sendirian.
" Serius lah, mungkin beberapa jam kedepan sudah bisa lahir, yang kuat yang sabar ya bu Yasmin nya kita berdoa bersama", ucap lembut dokter Okta.
" iya dok!",Yasmin meringis menahan sakit yang semakin terasa hebat dengan intens waktu antara 10 sampai 15 menit.
" Mas.... tolong panggilkan dokter Okta, bunda rasanya mau p*p", Yasmin meringis menahan sakit yang kian hebat, badannya sudah basah oleh keringat wajahnya sudah pucat pasi menahan nyeri yang kian menjadi sementara dokter Yusuf pun tidak kalah tegangnya saat Jasmine menyuruhnya memanggilkan dokter Okta bahkan kakinya rasanya sudah tidak mampu untuk menopang berat badannya lemas dadanya bergemuruh pikirannya sudah kemana-mana.
Tak butuh waktu lama suster dan dokter Okta pun datang ke ruangannya beserta bidan mereka segera memeriksa Yasmin dan ternyata sudah pembukaan sempurna dengan cepat mereka mempersiapkan segala peralatannya.
Dokter Yusuf Tanti mulutnya berkomat-kamit memanjatkan doa segala rasa berkecamuk di dadanya.
Hingga terdengarlah suara tangis bayi memecahkan ruangan itu.
" Oooeeeekkkk oooeeekkk".
" Alhamdulillahirobbilalamin", seru dokter Yusuf dengan lantang diiringi dengan yang lain termasuk dengan Yasmin kini kelegaan benar-benar lega yang ia rasakan.
" Selamat dok, bayinya sehat tampan seperti ayahnya", seru dokter Okta penuh rasa syukur.
" Alhamdulillahirobbilalamin", dokter Yusuf berurai air mata bahagia begitu pun dengan Yasmin.
" Terima kasih sayang .... cintaku.... Anak kita laki-laki", ucap dokter Yusuf penuh haru seraya membelai kening Yasmin dan mengecupnya lama.
Yasmin pun mengangguk dan tersenyum tipis disertai mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
" Yafizan Thoriq Nugraha ", Bisik dokter Yusuf pada Yasmin.
" Yafi?", Yasmin meminta penjelasan.
" Yesss!", jawab dokter Yusuf mantan dengan tersenyum lebar, Yasmin manggut dan tersenyum lemah.
Selesai dibersihkan kemudian diadzankan dalam dekapan dokter Yusuf.
" Terima kasih dokter Okta", ucap dokter Yusuf setelah dokter Okta selesai membantu persalinan Yasmin dan pamit untuk meninggalkan ruangan bersalin.
" Satu jam lagi kita ke ruang inap ya Bu Pak", ucap suster.
" ya suster terima kasih".
Sementara itu di tempat lain
Rumah Dewi bermasalah karena ternyata Dewi menunggak cicilan hutang nya hingga beberapa bulan dan bang mengancam untuk menyita rumah tersebut jika dalam waktu sebulan Dewi tidak bisa membayar cicilan yang sudah menunggak.
Akhirnya karena tidak mau dikejar-kejar oleh depkolektor akhirnya Dewi menjual rumah tersebut dan saat ini Dewi dan Hanan tinggal di ruko kecil tempat usaha Dewi.
Hanan yang belum bisa sehat 100% akhirnya menurut saja karena dia sendiri tidak punya tempat tinggal, karena keadaan yang seperti itu akhirnya Hanan bermaksud mendatangi rumah Pak Agus dan bu Noni untuk menanyakan keadaan rumahnya, apakah masih ada yang ngontrak atau tidak.
Dengan motor second yang baru dibelinya Hanan baru-baru ini , karena motornya yang lama akhirnya dijual setelah kecelakaan itu, Hanan mendatangi rumah Pak Agus bermaksud melihat rumahnya serta menanyakan nomor telepon Yasmin.
Sesampainya di di depan rumah itu Hanan tidak langsung ke rumah Bu Nunik, dia memandangi rumahnya hatinya berkecamuk bibirnya tersungging senyuman namun hatinya perih menahan kerinduan.
__ADS_1
Bersambung.....