
Sore ini dokter Yusuf dan Yasmin tengah bersantai di sebuah warung pecel pinggir sawah, angin yang sepoi sepoi menyapa wajah mereka dengan lembut.
" Bu, nasi pecelnya dua nasinyasedikit saja, pakai tempe mendoan dan jangan lupa iwak kalinya", Ucap dokter Yusuf ramah pada sang pemilik warung.
" Baik pak, silahkan duduk, minumnya apa?", Jawab pemilik warung dengan sopan, tidak lupa jika kita masuk warung di daerah jawa tengah, jawa timur kesana, pasti air minum tidak pernah lupa ditawarkan padahal jika kita ingin minum pasti pesan, namun jika di jawa barat tidak pernah hal itu ditanyakan tetapi langsung diberikan air teh tawar panas secara gratis, namun bisa juga pesan minum sesuai selera, hanya saja teh panas tidak pernah tertinggal disajikan, itulah budaya yang meski kita hormati ya😊🙏.
" Minumnya air putih mineral saja bu satu", Jawab dokter Yusuf.
" Stop!!, Bun, ayah yang menyuapi bunda jangan makan sendiri", Dokter Yusuf menahan Yasmin saat hendak mengambil pesel. pesenannya yang sudah disajikan.
" Lha, kenapa? Ayah kan juga mau makan to?", Yasmin mau menolak.
" Iya kita makan bareng dong... cuma bunda diam saja ayah yang suapin", Dokter Yusuf sudah memajukan sendok berisi nasi pesel dan lauknya pada Yasmin, Yasmin cuma bisa mengiyakan keinginan suaminya.
" Sini ayah bunda yang suapin gantian", Tawar Yasmin.
" Enggak dong!!, Ayah kan menyuapi anak istri ayah tidak perlu di suapin balik asal bunda makan banyak itu sudah cukup", Jawab dokter Yusuf sambil memisahkan ikan dari durinya.
" Aduuhh manis banget suamiku ini... ", Yasmin mengusap punggung suaminyadengan lembut.
" Iya dong... Baru tahu ya, padahal sudah dari dulu, sayangnya baru dikasih waktunya sekarang tapi.... Mas tidak menyesal, mas bersyukur, semoga kita bisa selalu begini sampai tua seperti orang tua kita cintaku", Jawab dokter Yusuf serius, membuat Yasmin tak sanggup memandang wajah sang suaminya, hal yang sama yang ia rasakan dalam hatinya.
" Aamiin ", Ucapnya pelan sambil tertunduk.
" Jangan nunduk begitu, nanti pecelnya salah masuk lho...ha haa", Goda dokter Yusuf, ia tahu istrinya sedang salting makanya tambah digoda.
Yasmin kembali menandang sang duami dengan pipi yang semburat kemerahan karena malu.
" Sudah ah, cepetan makannya terus bunda mau lihat lihat keatas sana itu, sepertinya kita bisa melihat matahari terbenam", Ucap Yasmin menunjuk parit yang berada di atas dengan air terjun dari gunung kemudian dialirkan ke parit dan disana ada juga Dam untuk mengatur tingginya air.
" Siaaappp", Dokter Yusuf segera menyelesaikan makannya dan akan menuruti kemauan istrinya.
Sudah dua hari Hanan menjalani perawatan di rumah sakit, pak Bagus sebagai teman kerja merasa prihatin melihat kondisi temannya itu, sehingga dia berinisiatif untuk memberikan usul pada Hanan supaya lapor kepihak berwajib.
__ADS_1
Karena menurut pengakuan Hanan firunya tidak melakukan pelanggaran dan fia berada di pihat yang benar saat kejadian itu, maka pak Bagus dengan suka rela membantu melaporkan kejadian tersebut pada polisi.
Dewi pun masih setia menunggu Hanan, meskipun beberapa kali Hanan bilang untuk meninggalkan dirinya sendiri.
Hanan tidak mau merepotkan siapapun tetapi Dewi juga tahu jika tidak ada seorang pun yang bisa membantu Hanan saat ini, kecuali dirinya yang memang tidak punya hal yang merepotkan kecuali pekerjaannya sebagai tukang laundry.
Dan Dewi sudah memasang libur sampai dengan.... selama satu minggu, untuk mengurus Hanan, sementara yang sudah terlanjur masuk Dewi bereskan terlebih dahulu dan diantarkan kealamat pelanggan.
Dalam kondisi seperti itu Hanan bisa berfikir dengan tenang, Dia bahkan membayangkan jika dirinya masih bersama anak istrinya mungkin saat ini yang menungguinya adalah Yasmin dan mungkin akan ada orang yang merasa bersedih melihat kondisinya, tetapi saat ini tak ada satupun orang yang bersimpatik kepadanya kecuali Dewi dan pak Bagus, dan Hanan merasa seperti orang asing meskipun perhatian mereka tulus.
Hanan bertekad setelah sembuh dari sakitnya dan bisa berjalan kembali, dia akan mencari anak anaknya serta mantan istrinya.
" Hasan, Husain, Haya anakku kalian dimana nak.... Bapak kangen kalian, Yasmiinnn.... Mas minta maaf.... hiks hiks", Air mata Hanan mengalir di sudut matanya, Hanan tersenyum menahan pilu bagaimana tidak, bahkan untuk mengusap air mata saja dia tak mampu, tangan satunya di gip dan yang satu diinfus, bahkan saat ini sedang tak ada orang yang datang menjenguk atau menungguinya, Dewi pulang untuk mengurus pekerjaannya, dan Hanan memang tidak mau merepotkan mantan istrinya dengan menyita waktunya terlalu banyak.
Bahkan jika ingin minum, makan serta buang air Hanan harus bersabar menunggu suster yang merawatnya, tidak bisa untuk sekedar memanggil dengan tombol.
__ADS_1
" Kenapa orang yang menabrakku tidak sekalian membuatku mati, kenapa hanya luka parah ini, sungguh ini merepotkan banyak orang", Hanan mengumpat dalam penyesalan.
Diliriknya kursi penunggu pasien yang berada di pinggir tempat tidurnya, terbayang disana jika ada Yasmin yang mengurusnya dengan telaten dan penuh kesabaran, serta lembutnya kata kata untuk menyemangatinya.
" Duh gusti.... Ya Robbku.... ", Perih rasanya dihati Hanan, " kenapa harus begini nasibnya, sakitpun sendiri jauh dari siapapun, bahkan jika dia ulang kelak, disaat orang bertanya keluarganya, yah keluarga anak istri, dia tak ada, tak punya itu semua.
" Harta aku juga ga ada, rumah itu milik anak anak, terus dimana mereka? Lancar selama ini aku kerja? Ya Robb..... Aku melupakan kewajibanku.... sungguh pantas ya Robb Engkau memberiku musibah ini, karena aku tetnyata tidak pantas disebut bapak... ", Hanan tergugu di kamar sendiri, merenungi kebodohannya selama ini.
Mungkinkah Hanan akan sadar dan mengingat anak anaknyA jika kondisinya baik baik saja, entahlah?
Dokter Yusuf mengambil beberapa foto dan mengunggahnya ke medsos, disana ternyata ada Sabrina yang memberikan komentar untuknya.
" Wuiihhh..... terpesona sama aura kebahagiaannya mas dokter", Komenan Sabrina.
" Iya dong.... makanya cepat temukan cinta sejatimu", Jawab dari dokter Yusuf.
" He hee.... Cinta sejatiku bukan milikku", Sabrina membalas lagi, namun fokter Yusuf mengabaikan komenan dari Sabrina tersebut.
Pasti banyak yang iri lihat postingan dokter Yusuf ini, malam ini, dirinya sedang merengkuh istrinya penuh kasih sayang disertai caption dengan kata kata yang manis.
" Seorang suami bagi istrinya adalah rasa aman, seorang istri bagi suaminya adalah amanah, saling membutuhkan dan saling melengkapi", Tulisnya.
Kontan hal itu mendapat respon dari teman temannya karena memang dirinya jarang menguploud gambar ke media sosialnya.
Bahkan sabrina pun langsung berkomentar di status media sosial dokter Yusuf.
__ADS_1
Bersambung.....