JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Jalan pagi


__ADS_3

" Assalamualaikum Ibu Bapak", siapa Hanan melalui ponsel barunya kepada kedua orang tuanya di seberang telepon.


" Waalaikumsalam..... Ya Allah Mas, kamu ke mana saja sudah berbulan-bulan tidak pernah mengapabari kedua orang tuamu ini, kamu sehat Mas?", siapa balik Ibu Ainun penuh rasa haru dan rindu kepada anak sulungnya.


" Alhamdulillah Bu Pak, Hanan sehat wal afiat bagaimana kabar semua di kampung? Bapak Ibu sehat semua?", tanya Hanan balik.


" Syukurlah! kami semua sehat Mas, kenapa lama nggak memberi kabar?", tanya bi Ainun.


" Anu bu ", ucapanan berhenti sesaat, " ponsel saya hilang selain itu juga telah terjadi sesuatu sama saya bu, tapi Ibu tidak usah khawatir sekarang sudah tidak apa-apa", ucap Hanan pelan supaya ibunya tidak kaget dan khawatir.


" kamu kenapa Mas? Apa yang terjadi?", ucap Bu Ainun terkaget dengan suara penuh kekhawatiran.


" Hmm..... Anu bu, beberapa bulan lalu saya kena musibah", jawab Hanan pelan.


" Lha.... musibah apa? kok baru bilang sekarang?", Bu Ainun bertambah khawatir.


" Di tabrak orang dari belakang Bu, dan orangnya kabur".


" Ya Allah gusti.... terus gimana kondisimu sekarang?", bukan main rasa terkejutnya Bu Ainun.


" Saya nggak bisa aktivitas apa-apa Bu semenjak kejadian itu, kakiku patah tangan ku retak tapi sudah dioperasi Kini tinggal pemulihan, Ibu jangan khawatir", ucap Hanan pada ibunya.


" Oo Alaahhh .... kok nggak ngabarin udah berapa lama?", kini suara pak Harun terdengar dari seberang.


" sekitar 7 bulanan Pak, Tapi sekarang sudah lumayan meski tertatih dan harus pelan-pelan saja sudah bisa jalan dan tangan saya juga sudah tidak di gip, lagi tinggal pemulihan jangan khawatir semuanya sudah jauh lebih baik", ucap Hanan.


" Ya sudah secepatnya Bapak mau ke sana mau lihat kondisi kamu Mas", ujar Pak Harun.


" tak usah maksain Pak Bu Saya sudah baik-baik saja lagian ada Dewi yang mengurus saya selama ini", ujar Hanan.


" Tidak maksain kita kesana jika ada rezeki, jangan kamu pikirkan, fikirkan kondisi kamu supaya lekas sehat", jawab Pak Harun.


" Ya Pak terima kasih salam buat ibu dan semuanya doakan supaya lekas sehat, saya tutup teleponnya saya mau istirahat dulu Pak Assalamualaikum", lagu jaranan mengakhiri pembicaraan mereka.


" waalaikumsalam".




Kehamilan Yasmin sudah terlihat membesar karena saat ini sudah 8 bulan lebih namun Yasmin belum mengajukan cuti baru berencana dua minggu kedepan dia akan memulai cutinya.



Perhatian dokter Yusuf semakin intens dirinya sangatlah tidak sabar ingin segera bertemu dengan buah hatinya buah cintanya dengan Yasmin.


__ADS_1


Sampai saat ini mereka tidak mengetahui jenis kelamin bayi tersebut karena setiap melakukan pemeriksaan USG dokter Yusuf dan Yasmin tidak menanyakan dan meminta dokter untuk merahasiakannya biarlah menjadi kejutan saat lahir nanti.



Namun dalam diam bae dokter Yusuf maupun Yasmin mereka punya feeling dengan jenis kelamin anaknya itu mereka hanya diam tidak saling terucap berharap anaknya sehat dan menjadi anak yang sholeh setiap hari Yasmin membacakan surat Yusuf dan surat Maryam.



Meskipun ocha Yasmin tidak muda lagi namun kehamilan kali ini tidak berpengaruh sedikitpun terhadap aktivitasnya maupun kesehatannya semuanya berjalan lancar mungkin karena perhatian yang penuh dari dokter Yusuf dan juga rasa syukur Yasmin bisa mewujudkan impian suaminya sehingga kehamilan ini benar-benar tidak mengganggu aktivitasnya sama sekali.



Hamil dalam pengawasan dokter yakni suaminya sendiri meskipun bukan dokter kandungan tetapi dokter Yusuf sangat sangat banyak mempengaruhi pola pikir Yasmin saat mengandung kali ini bahkan pola makan pola istirahat dan juga pola pikir Yasmin.



Sungguh nikmat yang luar biasa hidupnya kali ini lebih tentram lebih bahagia bahkan ketika anak kandungnya terutama Hasan anak yang paling besar kini sudah bisa menjadi imam salat di masjid dengan suaranya yang merdu bacaannya yang tartil impian Yasmin satu persatu telah terwujud.



" Ayah, Bunda mau jalan-jalan pagi ini mumpung tidak hujan dan sepertinya hari ini akan cerah mau ikut tidak?", kakaknya Yasmin pada dokter Yusuf yang baru saja keluar dari kamar.



" Sebentar Bunda, Ayah ganti celana training dulu", jawab dokter Yusuf kemudian berbalik badan masuk ke kamar kembali.




" Baik Bunda", jawab bibi Murni.



" Ayo!", dokter Yusuf sudah rapi dengan trainingnya keluar dari kamar.



Saat di teras dokter Yusuf dan Yasmin memakai sepatu olahraga terlebih dahulu.


kemudian dengan mesranya dokter Yusuf meraih tangan Yasmin untuk digandengnya seraya berjalan menuju lapangan komplek tempat tinggal mereka.



" Jariku berubah jadi jempol semua ya Ayah?", ucap Yasmin merasa bahwa jari-jemarinya menjadi lebih besar ukurannya daripada sebelum hamil.


__ADS_1


" Bagus tambah montok, menggemaskan deh!, tidak masalah Ayah sih senang-senang aja meskipun gendut tapi tambah lembut", dokter Yusuf terkekeh lebar sementara Yasmin memberengut tidak rela dibilang begitu.



" Lho, kok manyun?!, tadi bukannya bertanya tidak salah kan ayah menjawab! jangan ngambek di sini, nanti aja di kamar biar bisa kubalas", kata dokter Yusuf seraya tertawa lebar.



" Jangan mulai deh! bunda lagi sangat tidak PD nih Ayah semuanya melar, melebar, membesar, bengkak semua", ucap Yasmin kesal.



" Gampang nanti kalau dedeknya sudah lahir tinggal diet nanti ayah pandu bersama dengan ahli gizi tidak usah khawatir Apa sih yang nggak buat bunda", goda dokter Yusuf pada Yasmin.



Yasmin mencebikkan bibirnya," janji ya!", ucap Yasmin sambil tersenyum manis di mata dokter Yusuf bahkan sangat manis karena bibirnya terlihat lebih seksi makin tebal namun terlihat makin sensual.



" bibirnya jangan di gitu-gituin ini di jalan jangan godain suami di mana aja, nanti di kamar saja Oke!", dokter Yusuf semakin mengeratkan pegangan tangannya pada Yasmin sambil sesekali mencium tangan Yasmin.



" Diiih... ini lagi di jalan, ngomongnya di kamar di kamar terus perasaan Bunda nggak pernah libur loh dari nikah sampai sekarang setiap malam perasaan Bunda lembur terus Eh ini pagi-pagi udah ngomongin kamar kamar melulu, menyebalkan!!!", ucap Yasmin kesal, dokter Yusuf makin terkekeh.



" kalau urusan yang satu itu nggak pernah bisa bosan apalagi bersama Bunda", ucap dokter Yusuf.



" Siap-siap libur 100 hari", ucap Yasmin Ketus.



" Lama bener!aturan dari mana itu?, jangan suka bikin aturan sendiri deh, dosa entar jatuhnya!", ucap dokter Yusuf tidak terima.



" Hukuman buat suami yang gak pernah ngasih libur lah, jadi di rapel", ucap Yasmin terkekeh lebar membuat dokter Yusuf auto melotot pada Yasmin.



" Nggak bisa gitu dong!", ucap dokter Yusuf, Yasmin hanya terkikik geli melihat suaminya yang terlihat cemas.


__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2