JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Mulai curiga


__ADS_3

" Oh ", Bu Hasanah menarik nafas dan menghembuskan dengan lega.


" Ibu kok bisa punya pikiran seperti itu, Yasmin itu anaknya lurus lurus saja, bahkan saking lurusnya dia itu tidak berani bercerita jika dia pernah di sukai oleh nak Bryan dulu", Pak Yasman menyakinkan bu Hasanah jika Yasmin tidak mungkin selingkuh.


" Bryan pak? Teman seangkatan saya, saat kuliah, sekarang berkerja di kota C", Dokter Yusuf pun menyahuti pembucaraan pak Yasman..


" Weee... oalahh.... lha berarti nak Yusuf ini seangkatan dengan kakaknya Yasmin, putra saya yang besar, dia itu teman sekolah nak Bryan dari SD hingga SMA hanya saja pas kuliah beda jurusan, lha apa nak Yusuf ini dokter juga seperti nak Bryan?", Tanya pak Yasman.


" Iya pak, kalau tidak salah saya juga kenal dengan Yudi, dari fakultas ekonomi?", Dokter Yusuf menyakinkan ingatannya dengan pertanyaan pada pak Yasman.


" lha iya, benar itu... woalah... ternyata!", Pak Yasman dan dokter Yusuf pun terkekeh bersama.


" Begini pak, saya kesini itu ada maksud yang ingin saya utarakan dengan bapak dan ibu, saya bermaksud meminta Yasmin untuk menjadi pendamping hidup saya pak!", Akhirnya dokter Yusuf resmi melamar Yasmin meskipun hatinya berdebar soalnya ini tidak ada omongan dulu dengan Yasmin.


" Lho!, Sebentar.... Lha Yasmin kok ga ada mengabari kita terlebih dulu, biasanya dia itu akan bercerita mengenai masalah apapun termasuk urusan dengan pasangan.... Yasmin ada kabar ga ke ibu?", Tanya pak Yasman kepada bu Hasanah.


Bu Hasanah menggeleng dengan sedikit berkerut dikeningnya mengingat ingat sesuatu, " Tidak ada!", Jawanya.


" He hee... Saya memang tidak berembuk dengan Yasmin lebih dulu pak, maaf... Takut ditolak, lagian saya serius jadi tidak mau bertele tele, maunya langsung ke bapak dan ibu lebih dulu".


" Saya ini duda ditinggal mati pak, tiga tahun lalu istri saya meninggal karena pendarahan bersama bayi saya, dan saya punya satu putri, berusia tujuh tahun, dan sekarang juga saya titipkan Yasmin karena harus saya tinggal kesini, benar saya dokter di salah satu rumah sakit di kota D".Yusuf tertunduk, setelah mengutarakan maksudnya dan bercerita mengenai dirinya, ada rasa lega tetapi hatinya makin berdebar, apalagi orang tua Yasmin masih diam tidak menjawab apa apa.


" Hemmm", Pak Yasman berdehem, untuk kembali menulai bicara karena keterkejutannya barusan membuat hilang kata kata.


" Bu, tolong siapkan makan siangnya, kita makan bareng setelah sholat", Ujar pak Yasman untuk mencairkan suasana.


" Baik pak", Bu Hasanah pun beranjak menuju dapur.


" Haduh nak Yusuf .... Kami berdua sebetulnya sangat kaget dengan kedatangan serta maksud yang nak Yusuf sampaikan.... Tapi sebaiknya kita siap siap ke mushola dulu baru kita lanjut bicara ya.... biar lebih enak nanti kita telpon Yasmin juga", Akhirnya pak Yasman pun menjeda dan sekaligus mengajak Yusuf ke mushola.


" Pak....", Dokter Yusuf berdiri dengan perasaan ragu.


Rupanya pak Yasman tahu yang dirasakan oleh Dokter Yusuf, beliaupun akhirnya menepuk punggung dokter Yusuf pelan.

__ADS_1


" Tenang nak..... Jika memang Yasmin jodohmu, pasti akan melunak hatinya, pasrahkan sama yang diatas, Dialah sang maha membolak balikkan hati manusia, tidak ada yang tidak mungkin jika sudah digariskan, sejujurnya bapak menyukai sikap nak Yusuf yang langsung datang kemari, tetapi tidak etis jika bapak jawab langsung tanpa melibatkan orang yang nak Yusuf tuju, kita nanti akan bicara dengan dia, biar dan ibu tahu apakah dia setuju atau tidak, bersabarlah!", Ujar pak Yasman penuh kebijakkan.


" Mari ke mushola dulu", Pak Yasman pun beranjak menuju mushola dikuti dokter Yusuf yang hanya dian dan mengekori pak Yasman dibelakang, pikirannya masih melayang antara berdebar dan juga tidyk percaya diri jikaengingat Yasmin yang tak pernah merespon rayuannya.



Sementara itu Hanan sedang berdua dengan bu Rosa ditempat renang, anaknya sedang berenang, dan bu Rona menunggu.



" Bu .... Kalau ada saya mau pinjam uangnya, saya berencana membuka sebuah usaha", Ucap Hanan tanpa basa basi.



" Usaha apa pak? ", Tanya bi Rosa memastikan.



" Rencananya saya mau buka usaha agen air mineral", Jawab pak Hanan.




" Ya sekitar dua ratus jutaan bu, ibu adakan uang sebanyak itu?", Tanya Hanan.



" Uemmm.... Gimana ya pak, ada tapi jika mau dipinjam oleh bapak saya harus punyaalasan yang kuat dengan suami saya, maaf.... saya harus pikirkan terlebih dulu", Hanan hanya mengangguk mendengar jawaban seperti itu.



" Begini saja pak, bapak pikirkan baik baik usaha apa yang kiranya bisa menghasilkan profit bagus, nanti kita bisa joinan dengan modal daei saya dan bapak sebagai pelaku usahanya, saya kira jika begitu suami saya tidak akan curiga, karena uang segitu bagi saya cukup besar jika ada sesuatu saya tidak bisa mempertanggung jawabkan pada suami", Jawab bu Rosa, karena bagi bu Rosa Hanan itu hanya selingan disaat jauh dari sang suami, bukan berarti ingin pisah dari suaminya, jelas Hanan bukan pilihan, selama ini dia terus yang bayarin makan, batin bu Rosa.

__ADS_1



Hanan hanya diam, masih menimbang usulan bu Rosa, padahal dia bermaksud punya usaha agar bisa lebih dekat dengan bu Rosa, tidak mau juga jika terlihat sangat kere didepan bu Rosa.



" Ya, nanti akan saya pikirkan", Jawabnya pasrah.



" Bukan apa apa suaminya sepertinya mulai curiga pak, entah dia tahu dari mana yang jelas dia sering bertanya tanya", Bu Rosa merasa insecure.



" Ya, saya mengerti", Jawab Hanan dan obrolan mereka pun terhenti karena anak bu Rosa sudah mau minta mandi, jadi dengan sigap bu Rosa menyiapkan peralatan mandi dan menemani anaknya.



Dewi merasa curiga kenapa sudah sekian lama suaminya itu tidak minta jatah padanya, padahal biasanya hampir tiap malam. Namun semenjak kecelakaan itu belum pernah sekalipun Hanan meminta haknya.


" Pak..... Bapak masih rutin mengajar les renang?", Tanya Dewi hati hati.


" Ya, masih lah! Lha memang bapak uang dari mana buat bayar hutang jika bukan dari les renang", jawab Hanan santai.


" Setiap hari?", Tanya Dewi lagi.


" Heum.... ", Jawab Hanan singkat.


" Bapak asili kan ngelesin berenang? Bukan .... melakukan yang bukan bukan?", Ujar Dewi pelan takut suaminya langsung meledak.


" Kenapa, curiga?, Ikut saja jika tidak percaya!", Jawab Hanan santai, tetapi hatinya ketar ketir jika Dewi membuntutinya beneran, pasti lama lama Dewi bisa tahu tentang kedekatannya dengan bu Rosa.


" Bukan begitu pak, mama percaya kok", Jawab Dewi dengan wajah sendu.

__ADS_1


" Walaupun setiap hari ngajar les, uang bapak tak seberapa, soalnya muridnya dikit, bahkan ada yang satu hari cuma satu murid dan dua sampai tiga kali dalam seminggu muridnya cuma satu", Jawab Hanan, padahal jelas yang satu itu anak bu Rosa.


Bersambung.....


__ADS_2